KPPBC Pratama Selatpanjang Musnahkan Barang Tegahan Tahun 2015-2016

Dibaca: 660 kali  Kamis,15 Desember 2016 | 06:28:00 WIB

KPPBC Pratama Selatpanjang Musnahkan Barang Tegahan Tahun 2015-2016
Ket Foto : Kegiatan pemusnahan barang hasil tegahan KPPBC Tipe Pratama Selatpanjang.

SELATPANJANG - Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) tipe Pratama Selatpanjang, melakukan pemusnahan barang hasil tegahan pada kurun waktu tahun 2015 dan 2016, di halaman kantornya, Jalan Tanjung Harapan, Selatpanjang, Kamis (15/12/2016).
 
Kegiatan pemusnahan dihadiri Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Drs H Said Hasyim, Kabag Humas Helfandi SE MSi dan sejumlah perwakilan instansi vertikal seperti Kejaksaan, Polres, Karantina, KSOP, TNI serta sejumlah unsur terkait lainnya.
 
Kepala KPPBC Tipe Pratama Selatpanjang, Widyo Suparto menjelaskan bahwa kegiatan tersebut adalah bentuk komitmen tindakan Bea Cukai terhadap barang- barang ilegal yang masuk ke Kabupaten Kepulauan Meranti, khususnya Kota Selatpanjang.
 
Dikatakan Widyo, untuk kedepannya seperti arahan dari pimpinan, jika ada barang yang masih bisa dimanfaatkan maka tidak akan di musnahkan tetapi akan dihibahkan untuk kebutuhan masyarakat miskin di Kabupaten Kepulauan Meranti.
 
"Mudah-mudahan kedepannya barang-barang hasil tegahan tidak lagi dimusnahkan melainkan bisa dimanfaatkan dengan dihibahkan, sehingga bisa dimanfaatkan oleh masyarakat miskin nantinya," harapnya.
 
Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Drs H Said Hasyim dalam sambutannya mengatakan barang ilegal yang harus dimusnahkan itu bisa mengancam masa depan generasi muda di daerah ini.
 
"Kalau minuman keras ini tidak dimusnahkan dan sempat beredar dikalangan masyarakat kita tentunya ini akan sangat mengancam hidup orang banyak terutama generasi muda di Kabupaten Kepulauan Meranti," ucapnya.
 
Adapun sejumlah barang hasil tegahan yang dimusnahkan oleh pihak KPPBC Tipe Pratama Selatpanjang, yakni 2.343 slop terdiri atas 405.840 batang barang kena cukai jenis hasil tembakau atau rokok, 336 botol terdiri atas 226.200 liter barang kena cukai jenis minuman mengandung etil alkohol.
 
Kemudian 1.872 kaleng yang terdiri atas 617.760 liter barang kena cukai jenis minuman mengandung etil alkohol serta 300 unit handphone.
 
"Perkiraan nilai barang tersebut 472 juta rupiah lebih dengan potensi kerugian negara mencapai 421 juta rupiah lebih," ungkap Kepala KPPBC Tipe Pratama Selatpanjang, Widyo Suparto. (santo)
 
Akses Merantionline.com Via Mobile m.merantionline.com