Menaker Resmikan Pembangunan Rumah Tipe 36 untuk Pahlawan Devisa

Dibaca: 698 kali  Rabu,21 Desember 2016 | 03:33:00 WIB

Menaker Resmikan Pembangunan Rumah Tipe 36 untuk Pahlawan Devisa
Ket Foto : Menaker Hanif Dhakiri dalam peletakan batu pertama perumahan TKI (detikcom)

MADIUN - Rumah layak juga dibutuhkan oleh pekerja buruh migran (TKI-Tenaga Kerja Indonesia). Kini di atas lahan 7 ribu meter persegi di Madiun sedang dibangun perumahan khusus TKI.

Peletakan pembangunan perumahan layak bagi TKI dibangun diatas lahan seluas 7.416 meter persegi di Desa Karangrejo, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, langsung dilakukan oleh Menteri Tenaga Kerja (Menaker) Hanif Dhakiri, Selasa (20/12/2016).

Kelompok Peduli Buruh Migran bekerjasama dengan Bank Tabungan Negara (BTN) dan kontraktor purna TKI, siap membangun perumahan tipe 36 untuk para pahlawan devisa.

"Backlog (kesenjangan jumlah rumah terbangun dengan rumah yang dibutuhkan) perumahan kita secara nasional sekitar 13,5 juta. Program perumahan bagi TKI ini menjadi terobosan untuk meningkatkan akses TKI terhadap perumahan layak dan terjangkau," kata Menaker Hanif Dhakiri di sela acara peletakan batu pertama, dengan didampingi Bupati Madiuan Muhtarom, Wabup Madiun Iswanto, Ketua DPRD Kab Madiun Djoko Setijo dan Koordinator Perkumpulan Peduli Buruh Migran Lily Pujiati.

Akses TKI terhadap perumahan layak dan terjangkau dinilai sangat penting. Baik untuk meningkatkan kesejahteraan maupun memastikan penggunaan dana remitansi bagian kegiatan ekonomi produktif. Apalagi, selama ini uang yang dikirimkan dari TKI ke dalam negeri, lebih banyak dipergunakan untuk kegiatan konsumtif.

Kebutuhan TKI akan perumahan kata Hanif, masih cukup besar dan selaras dengan masih kurangnya perumahan untuk masyrakat berpenghasilan rendah (MBR).

"Ini (perumahan untuk TKI) sekaligus melengkapi program sejuta rumah untuk pekerja yang diluncurkan pemerintah," terangnya, dilansir dari detikcom.

Menteri dari PKB ini menambahkan, pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan sedang menyiapkan kebijakan penyediaan perumahan TKI yang layak dan harganya terjangkau.

"Menguatkan akses TKI terhadap perumahan layak dan terjangkau itu perlu. Kita masih menyiapkan kebijakan itu. Skemanya yang terpenting adalah mudah dan terjangkau oleh para TKI yang bekerja di luar negeri," tuturnya.

Menaker juga mendorong dan mendukung kelompok-kelompok purna TKI maupun organisasi masyarakat sipil yang berinisiatif mengembangkan model perumahan TKI berbasis komunitas, seperti yang dilakukan Perkumpulan Peduli Buruh Migran di Madiun.

"Ini dapat mempercepat terwujudnya perumahan layak dan terjangkau bagi TKI. serta menguatkan sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam pemberdayaan purna TKI," jelasnya.

Koordinator Perkumpulan Peduli Buruh Migran Lily Pujiati mengatakan, sementara ini sebanyak 71 rumah tipe 36 dengan ukuran lahan 60 meter persegi dikhususkan bagi TKI.

"Dari 71 rumah yang akan dibangun, 51 unit diantaranya sudah dipesan oleh TKI yang masih bekerja di luar negeri," kata Lily. (rep01)

Akses Merantionline.com Via Mobile m.merantionline.com