Hari Jadi Ke-8 Kepulauan Meranti Terus Pacu Pembangunan

Dibaca: 832 kali  Rabu,21 Desember 2016 | 05:11:00 WIB

Hari Jadi Ke-8 Kepulauan Meranti Terus Pacu Pembangunan
Ket Foto : Bupati Drs H Irwan MSi menyampaikan sambutan sempena Hari Jadi Kabupaten Kepulauan Meranti ke-8

SEBAGAI Kabupaten termuda dibanding Kabupaten dan Kota lainnya di Riau, Kepulauan Meranti membutuhkan dana pembangunan yang sangat besar, baik untuk membangun infrastruktur, SDM, Kesehatan maupun ekonomi masyarakat.

Karenanya, seiring semangat peringatan Hari Jadi Ke-8, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti terus berupaya mengoptimalkan semua potensi untuk menggesa percepatan pembangunan dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Disahkan berdiri pada 19 Desember 2008 silam, berdasarkan Undang-undang Nomor 12 Tahun 2009 lewat perjuangan masyarakat sejak tahun 1957, tujuan pembentukan daerah ini hanya satu, yakni meningkatkan kesejahteraan dan mengentaskan kemiskinan sesuai cita-cita pemekaran.



Hingga Hari Jadi ke-8 Tahun 2016 ini, berbagai upaya pembangunan terus dilakukan untuk mengejar berbagai ketertinggalan. Baik dari segi infrastruktur dasar, jalan, listrik dan air bersih, maupun sektor penting lainnya, seperti kesehatan dan pendidikan.

Seiring berjalannya waktu, apa yang menjadi cita-cita bersama tersebut mulai terwujud meskipun belum maksimal dan masih terdapat kekurangan di sana-sini. Meski begitu, semua pihak menyadari untuk melaksanakan pembangunan tentunya tidak semudah membalikkan telapan tangan.

Apalagi kabupaten yang berada di pesisir Selat Malaka ini merupakan kawasan dengan tingkat kemiskinan tertinggi di Provinsi Riau. Berdasarkan catatan statistik, tahun awal pemekaran angka kemiskinan di Meranti mencapai 43 persen dengan angka penduduk lebih kurang 180 ribu jiwa.



Upaya untuk mengentaskan itu, diantaranya terus membuka akses jalan poros dan jalan desa, yang membutuhkan anggaran yang sedikit sampai ratusan miliar pertahun, semuanya agar masyarakat yang tinggal didesa-desa dapat merasakan manfaat dari dampak pembangunan.

Oleh kepemimpinan Irwan Nasir sebagai Bupati, angka kemiskinan itu perlahan dapat ditekan. Kini tercatat angka kemiskinan menurun menjadi 33,4 persen dengan pertambahan populasi penduduk menjadi 230 ribu jiwa.

"Dulu dengan angka kemiskinan yang tinggi menjadikan Meranti ini sarang premanisme sehingga menyebabkan kondisi yang tidak kondusif. Namun kini kondisi itu sudah jauh berubah berkat perjuangan kita bersama," tutur Bupati Irwan, sempena Hari Jadi Ke-8 Kabupaten Kepulauan Meranti, Senin (19/12/2016).



Buktinya, target meningkatkan elektrifikasi atau pasokan listrik ke pemukiman masyarakat di berbagai pelosok desa semakin menggembirakan. Jika awal pemekaran tingkat elektrifikasi di Meranti hanya sekitar 32 persen, kini telah naik menjadi 87 persen.

"Sejak pemekaran, Pemkab Kepulauan Meranti telah merekrut lebih kurang 5.000 pegawai aparatur sipil negara dan juga honorer," jelas Irwan.

Dalam rangka mensejahterakan masyarakat, Pemda juga konsen menurunkan harga kebutuhan pokok, salah satu upaya yakni merevitalisasi pertanian dan perkebunan, sehingga masyarakat tidak terlalu tergantung lagi terhadap bahan pokok dari luar daerah.

Begitu juga untuk mencukupi kebutuhan pangan, bawang, cabe, sayur mayur, berkat kerja keras SKPD terkait, telah muncul desa-desa pertanian yang mampu menyuplai kebutuhan masyarakat.



Namun akibat jatuhnya harga minyak dunia terjadi rasionalisasi anggaran, kondisi itu harus diiringi dengan efisiensi belanja daerah, menyikapi hal itu Pemda sangat komit dengan menjalankan program pembangunan dengan skala prioritas.

Untuk itu pula, salah satu upaya dapat dilihat dari komitmen Pemkab Kepulauan Meranti melibatkan peran kalangan swasta dalam percepatan pembangunan ekonomi dan infrastruktur di daerah, namun sangat butuh dukungan keamanan dari pihak terkait. Karena tanpa itu, kondusifitas daerah dan peningkatan investasi sulit dicapai.

Pesatnya investasi di Kepulauan Meranti tentunya akan memberikan dampak positif pula bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat. Sisi lain, dengan hadirnya investasi juga akan menyerap tenaga kerja lokal diberbagai sektor.



"Iklim investasi harus terus berjalan kondusif dan dipertahankan. Jangan sampai, muncul persoalan-persoalan yang dapat memicu citra buruk. Sebab, dunia usaha sangat rentan dengan berbagai informasi yang merusak potensi dunia usaha," kata Bupati.

Semakin kondusifnya iklim investasi di Kabupaten Kepulauan Meranti, tentunya akan mampu menyerap tenaga kerja lokal. Peningkatan jumlah angkatan kerja yang tidak diiringi dengan ketersediaan lapangan kerja, jelas akan memicu terjadinya dinamika sosial yang sangat kompleks. Ketatnya persaingan, akan menyebabkan terjadinya seleksi penerimaan tenagakerja yang kemudian akan menyisakan ledakan angka pengangguran.

Kondisi ini tidak hanya akan menyebabkan terjadinya kerawanan tindak kejahatan dan sosial. Bertambahnya angka pengangguran akan menyebabkan tingkat ketergantungan masyarakat semakin tinggi. Secara tidak langsung, situasi ini akan menjadikan prosentase angka kemiskinan di Kepulauan Meranti ikut bertambah.



Karenanya, upaya menggesa masuknya investor ke Kabupaten Kepulauan Meranti merupakan satu langkah yang sangat tepat untuk menekan angka pengangguran dan kemiskinan.

Pada periode kedua ini, Bupati Irwan terus melanjutkan visi dan misi yang sudah menjadi kerangka kerja pemerintahannya. Dengan visi menjadikan Kepulauan Meranti sebagai Kawasan Niaga yang Maju dan Unggul Menuju Masyarakat Madani.

Untuk mewujudkan itu pula telah ditetapkan misi untuk 2016-2021, yakni meningkatkan mental dan spritual masyarakat menuju masyarakat beraklakul kharimah, meningkatkan infrastruktur dasar dalam rangka merangkai pulau, membuka isolasi daerah, termasuk revitalisasi air bersih dan peningkatan elektrifikasi.



Kemudian meningkatkan kualitas pendidikan sesuai khasanah dan kearifan lokal, meningkatkan kualitas SDM dan produktivitas, meningkatkan hasil pertanian dan peternakan masyarakat, mendorong investasi dan kemudahan usaha.

Misi selanjutnya mendorong upaya pembangunan berbasis lingkungan, birokrasi yang bersih bebas KKN serta mengembangkan kebudayaan sanggar dan olahraga berbasis kearifan lokal dan khasanah Melayu. (adv)

Akses Merantionline.com Via Mobile m.merantionline.com