Kapal Nelayan Meranti Bantuan KKP Jadi Alat Penyelundupan

Dibaca: 1787 kali  Jumat,20 Januari 2017 | 12:57:00 WIB

Kapal Nelayan Meranti Bantuan KKP Jadi Alat Penyelundupan
Ket Foto : Kapal Inka Mina nelayan Kepulauan Meranti yang ditangkap Bea dan Cukai Tanjungbalai Karimun

TANJUNGBALAI KARIMUN - Kapal Inka Mina bantuan guliran dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk nelayan Kabupaten Kepulauan Meranti, ditangkap Bea dan Cukai Tanjungbalai Karimum, Provinsi Kepulauan Riau. Kapal itu kedapatan membawa bawang selundupan asal Malaysia.

Pihak Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kepulauan Meranti melalui Kepala Bidang Tangkap, Ishak Usman, Rabu 18 Januari 2017, membenarkan sekaligus menyayangkan adanya penangkapan Kapal tersebut.

Ishak juga mengaku telah menerima informasi langsung terkait penangkapan kapal nelayan itu dari pihak Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Tanjungbalai Karimun pada Senin 16 Januari 2017 lalu.

"Saya sudah konfirmasi juga koperasi yang mengelola kapal itu, ternyata benar kalau kapalnya ditangkap karena bawa bawang ilegal. Saya belum dengar berapa ton bawang yang dibawa mereka," ujar Ishak, dilansir detikriau.

Saat ini, kapal itu masih diproses oleh pihak Bea dan Cukai. Menurut Ishak, masalah hukum dari perbuatan ilegal itu sepenuhnya menjadi tanggungjawab ABK kapal. "Sebab kapal telah dihibahkan dan diserahkan pengelolaannya kepada nelayan yang bersangkutan," ucapnya.

Terkait masalah itu pula, Ishak mengaku telah memanggil pihak koperasi yang menerima bantuan kapal. Menurut keterangan pihak koperasi, kapal tersebut diserahkan lagi pengelolaannya kepada pihak ke tiga untuk menangkap ikan.

"Biaya untuk operasional kapal Inka Mina itu kan mahal, jadi pihak koperasi bekerjasama dengan pihak ketiga. Mereka sepakat patungan untuk mengoperasikan kapal itu mencari ikan," ungkap Ishak.

Dijelaskannya, untuk mengoperasikan kapal setidaknya membutuhkan modal Rp 20 juta. Modal itu digunakan untuk keperluan bahan bakar, es, gaji ABK dan lainnya selama 7 hingga 8 hari di lautan, dimana saat ini hasil tangkap di perairan Meranti turun drastis.

"Kalau hanya bawa ikan 10 kilo kan rugi. Makanya mereka bekerjasama dengan pemodal lainnya untuk memperluas wilayah tangkap. Namun hal itu juga terkendala akibat alat tangkap mereka yang dilarang oleh nelayan Bengkalis," kata Ishak.

Sementara itu, Azis Arika, pengurus koperasi nelayan yang diberi amanah mengelola kapal tersebut mengaku kecewa dengan pihak rekanannya. Menurut Azis, informasi yang ia dengar kapal tersebut membawa sekitar 1 ton bawang ilegal dari Malaysia.

"Saya juga terkejut kenapa mereka sampai bawa bawang. Iya saat ini masih diproses oleh petugas (Bea Cukai) Tanjungbalai Karimun. Kapalnya aman-aman saja," ujarnya. (dro/santo)

Akses Merantionline.com Via Mobile m.merantionline.com