Bupati Irwan Targetkan Meranti Swasembada Beras Tahun 2021

Dibaca: 831 kali  Rabu,01 Februari 2017 | 05:39:00 WIB

Bupati Irwan Targetkan Meranti Swasembada Beras Tahun 2021
Ket Foto : Bupati Kepulauan Meranti, Drs H Irwan MSi, memanen padi bersama pejabat lainnya di Desa Topang, Rabu 1 Februari 2017

TOPANG - Bupati Kepulauan Meranti, Drs H Irwan MSi melakukan panen raya cetak sawah seluas 330 hektar, program Operasi Khusus Padi, Jagung Kedelai (Pajale) Kementerian Pertanian RI, di Desa Topang, Kecamatan Rangsang, Rabu 1 Februari 2017.

Turut hadir dalam kegiatan itu, Ketua DPRD Fauzi Hasan, Plt Sekdakab Yulian Norwis, Kapolres AKBP Barliansyah, Danramil Mayor Bismi Tambunan, Kepala Otsus Pajale, Kepala Badan Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Riau Ferry HC dan unsur lainnya.

Panen raya ditandai dengan penyabitan padi secara simbolis oleh Bupati bersama pejabat lainnya. Bupati atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti mengucapkan terimakasih pada Pemerintah Pusat dan Provinsi Riau, khususnya masyarakat yang telah berhasil menyulap hutan seluas 330 hektar pada dua tahun lalu menjadi hamparan sawah dengan padi yang menguning.

"Saya ucapkan terimakasih kepada masyarakat berkat perjuangannya yang didukung semua unsur terkait, hari ini kita dapat melakukan panen raya, melakukan produksi padi yang berlimpah dalam rangka memenuhi kebutuhan pangan masyarakat," ujar Bupati.

Dijelaskan Bupati, berkat usaha bersama menuju swasembada pangan di Kepulauan Meranti, hingga tahun 2017 ini telah berhasil diproduksi padi sebanyak 13 ribu ton pertahun, atau berkisar 60 pesen dari kebutuhan beras masyarakat yang berkisar 26 sampai 27 ribu ton pertahun.

"Dulunya hampir 100 persen kebutuhan beras di Kepulauan Meranti terpaksa diimpor dari Thailand dan Provinsi tetangga, kini di tahun 2017 produksi padi sudah mampu kencukupi 60 persen kebutuhan beras masyarakat," jelas Bupati.

Luas sawah Opsus Pertanian di Kepulauan Meranti hingga tahun anggaran 2016 mencapai 4200 hektar. Jika dikelola secara maksimal akan mampu menghasilkan produksi padi sebanyak 17 ribu ton pertahun.

Untuk mencapai hasil itu, ditegaskan Bupati bukan suatu yang mudah, namun dibutuhkan intensifikasi pertanian dan juga peningkatan SDM. Menyadari hal itu, Pemda menyekolahkan 120 orang di Institut Pertanian Bogor (IPB) sejak 2012 lalu, dan pada tahun 2015 putra-putri Kepulauan Meranti sudah menamatkan pendidikannya dan sudah dipekerjakan sebagai penyuluh pertanian di Kabupaten Kepulauan Meranti.

"Terimakasih kepada anak-anak sekalian yang telah mengaplikasikan ilmunya untuk meningkatkan produksi pertanian di Kabupaten Kepulauan Meranti, sehingga hasilnya dapat dinikmati masyarakat," ucap Bupati.

Bupati menginginkan kebutuhan bahan pokok beras masyarakat di Kepulauan Meranti jangan lagi bergantung pada daerah lain. Dalam beberapa tahun kedepan harus bisa mandiri.

"Saya menargetkan 2021 Kepulauan Meranti akan swasembada beras. Untuk itu Dinas Pertanian dan instansi terkait harus berusaha lebih keras menambah lahan padi seluas 2000 hektar lagi pada tahun-tahun berikutnya," pintanya.

Dihadapan masyarakat dan penyuluh pertanian yang hadir, Bupati mengucapkan rasa bangga karena semakin sedikit lahan tidur di daerah ini, karena sudah banyak ditanami berbagai tanaman pertanian.

"Mari kita tanami terus lahan tidur dengan berbagai tanaman pertanian, semoga apa yang kita lakukan itu mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mencukupi kebutuhan bahan pokok di Kepulauan Meranti, sehingga tidak bergantung lagi dengan daerah lain," papar Bupati.

Usaha masyarakat dalam bercocok tanam telah memberikan manfaat yang luar biasa, ekonomi meningkat dan harga sembako dipasaran semakin stabil. Terbukti kenaikan harga sembako yang selalu terjadi jelang hari besar keagamaan kini dapat diminimalisir.

"Terimakasih saya ucapkan kepada para petani yang telah membantu pemerintah menekan inflasi melalui produksi bahan pokok," ujar Bupati lagi.

Sementara itu Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Riau, Ferry HC, mengapresiasi kegigihan Pemkab Kepulauan Meranti dalam mendukung swasembada pangan di daerah ini, mulai dari menyiapkan SDM tenaga penyuluh di IPB.

"Kepulauan Meranti adalah satu-satunya daerah di Indonesia yang serius meningkatkan SDM pertaniannya, sebanyak 120 orang telah dikirim untuk disekolahkan dan kini menjadi penyuluh pertanian," ujar Ferry HC.

Diakuinya, kedepan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Riau akan terus mengembangkan produksi padi di Kabupaten Kepulauan Meranti, seperti akan menerapkan bibit IP 200 dan selain itu akan mengirim penyuluh pertanian untuk melakukan penguatan kelembagaan, disamping memberikan bantuan sejumlah alat pertanian.

"Kita akan terus mendorong produksi padi di Kepulauan Meranti, baik dengan melakukan penguatan kelembagaan dan penerapan bibit IP 200, termasuk juga alat," pungkasnya. (rls/santo)

Akses Merantionline.com Via Mobile m.merantionline.com