Tega, Bapak Tua Ini Obok-obok Kemaluan Anak Tiri

Dibaca: 2611 kali  Sabtu,11 Februari 2017 | 03:56:00 WIB

Tega, Bapak Tua Ini Obok-obok Kemaluan Anak Tiri
Ket Foto : Tersangka SP (50 tahun) saat diamankan aparat Kepolisian Sektor Tebingtinggi, Polres Kepulauan Meranti

SELATPANJANG - Entah setan apa yang merasuki fikiran SP (50 tahun). Warga Gelora Selatpanjang ini tega mengobok-obok kemaluan anak tirinya RS (13 tahun). Akibat perbuatannya, SP terancam menghabiskan masa tua di dalam penjara.

Paur Humas Polres Kepulauan Meranti, Iptu Djonni Rekmanora dalam siaran persnya kepada wartawan Sabtu 11 Februari 2017 siang mengungkapkan, SP ditetapkan sebagai tersangka setelah dilakukan gelar perkara pada Jumat 10 Februari 2017 malam pukul 20.00 WIB.

"Telah dilakukan gelar perkara tindak pidana persetubuhan dan atau perbuatan cabul yang dilakukan oleh pelaku SP terhadap anak tirinya berinisial RS, sebagaimana Laporan Polisi Nomor LP/13/II/2017/RIAU /SPKT/RES.KEP.MERANTI, tanggal 08 Februari 2017," ungkap Paur Humas.

Dari hasil pemeriksaan saksi-saksi dan adanya alat bukti, perbuatan cabul yang sudah berulang kali itu terungkap ketika terlapor nekat mengobok-obok kemaluan korban yang sedang tidur diruang tamu bersama ibu kandungnya SM.

Terlapor yang sebelumnya tidur didalam kamar bangun hendak kencing, kemudian saat melihat anak tiri dan istri tidur diruang tamu, timbul niat terlapor untuk mengulangi perbuatan cabul yang sudah belasan kali dilakukan terhadap anak tirinya RS.

"Korban terbangun saat terlapor meraba dan meremas-remas payudaranya. Terlapor langsung mengatakan kepada korban jangan bising agar ibunya tidak terbangun dan marah. Lalu korban diam dan mengikuti kemauan terlapor," beber Iptu Djonni.

Saat terlapor meraba dan memasukkan jarinya keluar masuk ke dalam lobang kemaluan korban, ibu korban terbangun dan melihat terlapor sedang mengobok-obok kemaluan anaknya.

"Dikuatkan dari pengakuan terlapor, bahwa sudah 12 kali melakukan perbuatan cabul terhadap korban dan 5 kali melakukan hubungan badan, sebelum akhirnya terungkap dengan kejadian yang dilaporkan terakhir," kata Djonni.

Setiap kali selesai melakukan persetubuhan, ungkapnya lagi, terlapor mengatakan kepada korban agar tidak memberitahu ibunya atau istri terlapor, dan pada pagi harinya terlapor memberi uang jajan sebesar 3 ribu rupiah kepada korban.

"Dari gelar perkara itu disimpulkan bahwa perbuatan terlapor telah memenuhi unsur pidana Pasal 81 dan 82 UU RI Nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak," jelas Iptu Djonni. (santo)

Akses Merantionline.com Via Mobile m.merantionline.com