Musrenbang Rangsang Pesisir Masih Fokus Bangun Infrastruktur Jalan

Dibaca: 781 kali  Jumat,17 Februari 2017 | 05:54:00 WIB

Musrenbang Rangsang Pesisir Masih Fokus Bangun Infrastruktur Jalan
Ket Foto : Camat Rangsang Pesisir, Idris Sudin, menandatangani Berita Acara Musrenbang disaksikan Wabup Said Hasyim

RANGSANG PESISIR - Mayoritas Kepala Desa di Kecamatan Rangsang Pesisir, Kepulauan Meranti, masih fokus pada usulan pembangunan infrastruktur jalan. Fasilitas jalan dipandang sebagai urat nadi pembangunan segala bidang di Kecamatan ini.

Hal itu diungkapkan Camat Rangsang Pesisir, Idrus Sudin, dalam sambutannya saat pembukaan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan, yang turut dihadiri Wakil Bupati Drs H Said Hasyim, Jumat 17 Februari 2017.

"Usulan program pembangunan di Kecamatan Rangsang Pesisir yang belum lama berdiri, masih fokus pada pembangunan infrastruktur jalan dan pembangunan infrastruktur fisik lainnya," ungkapnya.

Menurut Camat, pembangunan infrastruktur jalan merupakan urat nadi di Kecamatan Rangsang Pesisir untuk mendukung kelancaran program pembangunan lainnya.

Senada dengan usulan Camat, Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Drs H Said Hasyim mengatakan, infrastruktur jalan diibaratkan urat nadi pembangunan, kalau urat nadi dibiarkan, maka kemajuan pembangunan sektor ekonomi, pendidikan dan kesehatan akan sulit meningkat.

"Namun kita juga harus memahami, bahwa kondisi alam di daerah ini berbeda dengan daerah lain, kalau di Riau daratan atau kepulauan bisa dengan dana yang sama membangun lima meter jalan, tapi kita disini hanya dapat 2 meter saja," ujarnya.

Untuk itu Wakil Bupati mengharapkan, seluruh Kepala Desa di Rangsang Pesisir bisa cepat tanggap mengejar ketertinggalan pembangunan. Selain infrastruktur, Kepala Desa juga harus memperhatikan keadaan sekolah, guru dan siswa, serta tenaga medis dan kader kesehatan di desa.

"Jangan hanya menunggu, laporkan langsung kondisi di lapangan kepada Kepala Dinas. Kader-kader kesehatan jangan cuma diam såja, kalau diam maka pasien akan mati," kata Said Hasyim.

Menyangkut upaya mengangkat sektor perekonomian masyarakat, lanjut Wabup, harus menjadi perhatian serius dinas terkait. Selama ini kesenjangan pendapatan masyarakat dari hasil perkebunan sangat dirasakan di daerah ini.

"Terjadi ketidakseimbangan, Semua hasil perkebunan dan pertanian dijual ke lintas batas. Pejabat yang memikirkan itu masih sangat minim. Mengapa kita jadi buruh di negeri sendiri, jadi kuli di kampung sendiri, kita harus peka dengan hal ini," tegasnya. (pandu)
 

Akses Merantionline.com Via Mobile m.merantionline.com