Tim Saber Pungli Polsek Tebingtinggi Barat Lakukan OTT

Dibaca: 2147 kali  Senin,03 April 2017 | 01:20:00 WIB

Tim Saber Pungli Polsek Tebingtinggi Barat Lakukan OTT
Ket Foto : Tersangka AGW saat diamankan Polisi

TEBINGTINGGI BARAT - Tim sapu bersih pungutan liar Polsek Tebingtinggi Barat melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Anak Buah Kapal (ABK) roll on roll off (roro) KMP Berembang, rute Buton Siak - Kampung Balak, Kepulauan Meranti, Senin 3 April 2017.

Paur Humas Polres Kepulauan Meranti, Iptu Djonni Rekmamora dalam siaran pers kepada wartawan menerangkan, pada aksi OTT itu diamankan pria berinisial AGW, 30 tahun, yang berprofesi selaku Kelasi atau ABK KMP Berembang.

"TKP (diatas) Kapal roro KMP Berembang di pelabuhan Kapal roro Dusun Kampung Balak, Desa Tanjung Peranap, Kecamatan Tebingtinggi Barat. BB uang tunai lebih kurang 300 ribu rupiah," ungkapnya.

Sebelumnya, dilakukan penyelidikan pada hari Minggu tanggal 2 April 2017 sekira pukul 10.00 WIB dari pelabuhan roro Kampung Balak oleh anggota Unit Intel Polsek Tebingtinggi Barat, Bripda Suprapto dan Bripda Wahyu Saputra.

Saat itu, pelaku meminta uang kepada penumpang kapal roro tanpa disertai dengan tiket resmi. Uang diminta setelah Kapal roro berangkat sekira 10 menit, dengan rincian untuk Mobil 200 ribu sampai 250 ribu rupiah, Sepeda Motor 50 ribu rupiah dan penumpang 20 ribu rupiah perorang.

Kemudian pada hari Senin tanggal 3 April 2017 sekira pukul 15.00 WIB, saat Kapal bergerak dari pelabuhan roro Tanjung Buton, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak menuju pelabuhan Roro di Dusun Kampung Balak Desa Tanjung Peranap, Kecamatan Tebingtinggi Barat, pelaku AGW kembali meminta uang kepada penumpang yang tidak disertai tiket resmi.

"Saat itu langsung dilakukan tangkap tangan pungli oleh tim saber pungli yang dipimpin Kapolsek Tebingtinggi Barat Ipda Aguslan SH beserta 6 personel Polsek Tebingtinggi Barat," ujarnya.

Setelah KMP Berembang tiba di pelabuhan roro Dusun Kampung Balak, Desa Tanjung Peranap, Kecamatan Tebingtinggi Barat sekira pukul 17.30 WIB, pelaku AGW langsung dibawa ke Mapolsek, termasuk Kapten Kapal bernama Mujiko untuk dimintai keterangan.

Informasi yang dihimpun wartawan dari berbagai sumber, bahwa Kapal roro KMP Berembang telah beroperasi sejak tahun 2012 silam sampai tahun 2016 menggunakan dana operasional dari APBN Kementerian Perhubungan RI sekitar 2,1 Miliar rupiah pertahun.

Pengoperasian kapal roro itu dikelola oleh pemenang lelang PT Pengembangan Investasi Riau (RIC), yang berkantor di lantai 9 Komplek Kantor Surya Dumai Grup, di Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru.

Dari pengoperasian Kapal tersebut, disinyalir ada praktek korupsi yang lebih besar lagi, karena meskipun tidak ada penumpang namun dilaporkan beroperasi rutin seolah-olah ada penumpang. Pasalnya, akses jalan darat dari Selatpanjang ke pelabuhan roro Kampung Balak susah dilalui. (santo)

Akses Merantionline.com Via Mobile m.merantionline.com