Polres Kepulauan Meranti Sita 25 Meter Kubik Kayu Olahan

Dibaca: 1265 kali  Senin,10 April 2017 | 04:51:00 WIB

Polres Kepulauan Meranti Sita 25 Meter Kubik Kayu Olahan
Ket Foto : Tim Opsnal Satuan Reskrim Polres Kepulauan Meranti saat melakukan penangkapan

SELATPANJANG - Satuan Reserse Kriminal Polres Kepulauan Meranti berhasil mengamankan satu unit Kapal pompong pengangkut kayu olahan, diduga hasil kegiatan illegal logging atau pembalakan liar, di perairan Kecamatan Tebingtinggi Timur, Sabtu 8 April 2017, pukul 20.00 WIB.

Kasat Reskrim Polres Kepulauan Meranti, AKP Rusyandi Zuhri Siregar SSos, Senin 10 April 2017 mengungkapkan, bersama barang bukti yang berhasil disita, juga diamankan dua orang terduga pelaku berinisial RM 46 tahun dan HZ 50 tahun.

"TKP di perairan Desa Nipah Sendanu, Kecamatan Tebingtinggi Timur. Selain Kapal pompong dan barang bukti kayu olahan, juga diamankan dua orang berinisial RM pemilik kapal, warga Jalan Taqwa Desa Penyagun Kecamatan Rangsang, Kepulauan Meranti, Provinsi Riau dan HZ, buruh, warga Jalan Kampung Suka Jaya, Kelurahan Meral, Tanjung Balai Karimun, Provinsi Kepri," ungkapnya.

Kronologis penangkapan, jelasnya, pada hari Sabtu 8 April 2017, diperoleh informasi adanya aktifitas illegal logging atau peredaran hasil hutan tanpa di lengkapi dokumen yang sah. Atas dasar informasi tersebut, personel Satuan Reskrim melakukan penyelidikan ke wilayah Kecamatan Tebingtinggi Timur.

Ketika berada di perairan depan Desa Nipah Sendanu, tim melihat 1 unit kapal motor pompong melintas. Selanjutnya dilakukan pengejaran terhadap kapal itu, lalu di atas kapal ditemukan 2 orang terduga pelaku bersama tumpukan kayu olahan atau gergajian.

"Selain di dalam kapal motor, terdapat juga kayu olahan yang di tarik oleh kapal motor tersebut. Selanjutnya pelaku dan barang bukti dibawa ke Mapolres Kepulauan Meranti guna penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut," kata Kasat Reskrim.



Berdasarkan keterangan kedua pelaku, bahwa kayu olahan itu diperoleh dengan cara membeli dari seseorang berinial E (DPO) di Desa Sungaitohor, Kecamatan Tebingtinggi Timur, Kepulauan Meranti dengan harga 1,7 juta rupiah pertan.

"Kayu rencananya akan di jual ke Tanjung Balai Karimun, Provinsi Kepri, dengan harga 2,4 juta rupiah pertan, dimana barang bukti kayu yang berhasil disita lebih kurang sebanyak 18 tan atau 25 meter kubik," bebernya.

Tindakan yang dilakukan petugas, yakni mengamankan pelaku, mengamankan barang bukti, mengambil titik kordinat, membuat laporan polisi, melengkapi administrasi penyidikan, serta memeriksa saksi-saksi dan pelaku.

"Selanjutnya juga berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kabupaten Kepulauan Meranti untuk menentukan apakah TKP tebangan kayu termasuk kawasan hutan, koordinasi BP2HP untuk ukur dan hitung serta tentukan jenis kayu barang bukti, melakukan pengembangan dengan mencari DPO penjual kayu, serta koordinasi dengan Jaksa Penuntut Umum," jelasnya.

Para pelaku, tambah Kasat Reskrim, dapat dijerat dengan pasal 83 ayat (1) huruf b dan atau pasal 88 ayat (1) huruf a Undang-undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberatasan Perusakan Hutan. (santo)
 

Akses Merantionline.com Via Mobile m.merantionline.com