Harga Daging Sapi di Kepulauan Meranti Mahal, Ini Sebabnya

Dibaca: 832 kali  Sabtu,29 April 2017 | 03:00:00 WIB

Harga Daging Sapi di Kepulauan Meranti Mahal, Ini Sebabnya
Ket Foto : Bupati Kepulauan Meranti, Irwan Nasir, memimpin rakor kebutuhan bahan pokok, belum lama ini

SELATPANJANG - Meski ternak sapi di Kabupaten Kepulauan Meranti terus dikembangkan, namun harga jual daging sapi di daerah ini masih 'mencekik leher' masyarakat, karena adanya praktek penjualan daging sapi ke luar daerah Kepulauan Meranti.

Hal itu terungkap dalam rapat koordinasi ketersediaan dan kestabilan harga bahan pokok menjelang dan selama bulan ramadhan hingga idul fitri, yang dipimpin langsung oleh Bupati Kepulauan Meranti, Drs H Irwan MSi, belum lama ini.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Peternakan, Jaka Insita mengungkapkan, Kabupaten Kepulauan Meranti masih kekurangan ketersediaan daging sapi. Untuk mencukupi kebutuhan masyarakat, daging sapi dalam kemasan masih diimpor dari Malaysia dan India.

"Begitu juga menyangkut harga yang bisa mencapai 130 ribu rupiah. Kenaikan harga disebabkan banyaknya daging sapi produksi lokal Kabupaten Kepulauan Meranti yang malah dijual ke Kabupaten tetangga," ungkapnya.

Menanggapi itu, Bupati Irwan meminta Disperindagkop UKM bersama TP4D Kejaksaan Negeri Kepulauan Meranti untuk menindaknya. "Kita tidak ingin sapi yang kita adakan menggunakan APBD malah dinikmati Kabupaten lain," tegasnya.

Bupati menekankan, lonjakan harga dan ketersediaan bahan pokok harus diantisipasi sejak dini, agar tidak memberatkan masyarakat dan terjadinya inflasi. Untuk itu perlu dilakukan pemetaan stok kebutuhan pokok masyarakat, khususnya saat hari besar keagamaan, seperti Beras, Bawang Merah, Daging, Gula Pasir, Tepung Terigu, Minyak Goreng, Kacang Tanah dan lainnya.

"Kita harus memastikan berapa stok bahan pokok yang ada dan berapa harga kebutuhan itu, sehingga kekuranganya dapat diupayakan," pinta Bupati Irwan.

Sementara menyangkut ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM), dijelaskan Kadisperindagkop UKM, H Herman SE MT, sudah mulai stabil seiring dengan beroperasinya 2 SPBU APMS yang berlokasi di Jalan Imam Bonjol dan Jalan Alahair Selatpanjang.

Andos, salah seorang perwakilan distributor bahan pokok mengatakan, ketersediaan bahan pokok seperti Gula Pasir, Minyak Makan, Tepung Terigu maupun harganya masih stabil, namun menjelang bulan puasa dan Idul Fitri diprediksi permintaan meningkat hingga 100 persen.

Tingginya permintaan, kata Andos, menyebabkan stok sembako di pasaran menipis yang berdampak pada semakin mahalnya harga kebutuhan pokok. Apalagi jika kebutuhan pokok itu harus dipasok dari Pulau Jawa.

Dicontohkannya, untuk gula jika dipasok dari negara tetangga Malaysia harga perkilo berkisar 8.000 rupiah, tapi jika didatangkan dari Pulau Jawa maka akan melonjak menjadi 15.000 rupiah, sementara pasokan barang dari negara tetangga ke Selatpanjang belum ada aturan.

"Hingga saat ini belum ada regulasi yang mengatur pemenuhan kebutuhan pokok langsung dari negara tetangga ke Kepulauan Meranti, karena untuk pemenuhan kebutuhan pokok pemerintah mengharuskan dicukupi dari dalam negeri," timpal Kepala KPPBC Pratama Selatpanjang, Widyo Suparto.

Sesuai peraturan Menteri Perdagangan, jelasnya, di Riau dan Kepri barang kebutuhan pokok dari luar negeri bisa masuk melalui Tanjung Balai Karimun dan Pelabuhan Dumai, dimana kebutuhan pokok yang masuk ke Selatpanjang kebanyakan berasal dari Tanjung Balai Karimun.

"Barang yang masuk antar pulau seperti dari Karimun dan Dumai tidak pernah ditangkap Bea Cukai kecuali Direct langsung dari luar negeri," ujar Widyo.

Bupati Irwan mengatakan, sangat setuju dalam pemenuhan kebutuhan pokok mendahulukan hasil produksi lokal dalam rangka mendukung petani, namun untuk beberapa jenis barang bisa selektif agar tidak memberatkan maayarakat.

"Apalagi di daerah perbatasan seperti Kepulauan Meranti, dimana barang kebutuhan pokok yang dipasok dari luar negeri lebih murah dari pada yang berasal dari Pulau Jawa," ujarnya.

Ia merencanakan kedepan di Selatpanjang dibuat pelabuhan barang dalam jumlah yang terbatas, untuk itu Bupati akan bertemu Kanwil Bea dan Cukai di Tanjung Balai Karimun agar proses masuknya barang dari Karimun ke Meranti tidak terjadi kucing-kucingan lagi dengan petugas.

Sementara itu Kadisperindagkop UKM, H Herman SE MT, mengaku pihaknya telah membentuk dan akan mengupayakan operasi pasar dalam menjamin beras yang diberikan adalah beras premium sesuai yang diperintahkan oleh Bupati.

Rapat itu menyimpulkan perlunya Diskresi terkait pasokan bahan kebutuhan pokok dari luar negeri ke Kepulauan Meranti, dan perlu dilakukan koordinasi dengan Bulog Pekanbaru terkait pemenuhan kebutuhan pokok di Meranti.

"Kita harus memastikan harga terjangkau dan stok mencukupi, sehingga ada jaminan yang diberikan pada masyarakat," pungkas Bupati lagi.

Dari data yang dimiliki, jumlah kebutuhan bahan pokok strategis pertahun di Kepulauan Meranti, yakni Beras 16 ribu ton pertahun, Gula Pasir 12 ribu ton pertahun, Tepung Terigu 250.158 Kg pertahun, Minyak Goreng 2 ton pertahun dan Kacang Tanah 45.602 Kg pertahun. (rls/santo)

Akses Merantionline.com Via Mobile m.merantionline.com