Rencana Jembatan Air Mabuk - Futong Kembali Mengemuka

Dibaca: 826 kali  Sabtu,29 April 2017 | 07:38:00 WIB

Rencana Jembatan Air Mabuk - Futong Kembali Mengemuka
Ket Foto : Bupati Siak, H Syamsuar dan Bupati Kepulauan Meranti, H Irwan saling bertukar cinderamata

SELATPANJANG - Setelah sekian lama tidak terdengar, rencana pembangunan Jembatan yang menghubungkan Futong di Pulau Sumatera dan Air Mabuk di Pulau Tebingtinggi kembali mengemuka saat kunjungan Bupati Siak, Drs H Syamsuar MSi ke Kabupaten Kepulauan Meranti, baru-baru ini.

Syamsuar mengatakan, kunjungan ke Kabupaten Kepulauan Meranti dalam rangka mensinergikan program pembangunan di dua Kabupaten bertetangga di pesisir Provinsi Riau, untuk saling mendukung penuntasan berbagai persoalan, seperti melalui pembangunan infrastruktur merangkai pulau.

"Seperti rencana membangun jembatan penghubung antara Meranti dan Siak dicarikan lokasi yang paling ideal, yakni Jembatan Air Mabuk - Futong untuk mengatasi ketergantungan terhadap transportasi air, sehingga merangkai pulau jadi terwujud," ujarnya.

Syamsuar menyatakan komitmennya untuk menguatkan sinergi program yang pernah disepakati daerah-daerah di kawasan pesisir Riau, yakni SIAP BEDELAU (Siak, Pelalawan, Bengkalis, Dumai, Kepulauan Meranti), khususnya kerjasama antar daerah dalam membantu percepatan pembangunan.

"Karena sebuah Kabupaten tidak bisa maju sendiri tanpa dukungan Kabupaten lain, setiap Kabupaten memiliki potensi dan kelebihan masing-masing, diharapkan bisa saling isi dalam menyelesaikan berbagai permasalahan di daerah dalam rangka mewujudkan kesejahteraan masyarakat disemua wilayah," paparnya.

Kerjasama menurut Syamsuar, juga dalam rangka penghematan anggaran, apalagi dengan kondisi anggaran yang sulit saat ini dimana daerah penghasil Migas seperti Siak dan Kepulauan Meranti mengalami penurunan anggaran APBD akibat jatuhnya harga minyak dunia dan semakin diperparah dengan tidak konsistennya transfer dana dari Pemerintah Pusat.

"Ini sangat menyulitkan Pemda dan DPRD dalam penyusunan anggaran, program sudah berjalan tetapi uang tidak ada, dan ini menjadi persoalan seluruh daerah yang anggaran pembangunannya lebih dominan ditopang dari hasil Migas," ucapnya.

Menyangkut penguatan sinergi rencana program pembangunan infrastruktur jembatan kedua Kabupaten ini, mendapat apresiasi dari Bupati Kepulauan Meranti Drs H Irwan MSi. Jika hal itu terwujud maka akan membuka isolasi Kepulauan Meranti ke Pulau Sumatera, yang menjadi tujuan dari program merangkai pulau. (rls/santo)
 

Akses Merantionline.com Via Mobile m.merantionline.com