Jon Erizal: Meranti Bisa Saja Jadi Kawasan Free Trade Zone

Dibaca: 1000 kali  Selasa,02 Mei 2017 | 01:42:00 WIB

Jon Erizal: Meranti Bisa Saja Jadi Kawasan Free Trade Zone
Ket Foto : Foto bersama usai pertemuan di Aula Afifa Sport Center, Jalan Banglas, Selatpanjang

SELATPANJANG - Jon Erizal, Anggota Komisi XI DPR RI menilai Kabupaten Kepulauan Meranti bisa saja menjadi kawasan Free Trade Zone seperti Dumai dan Tanjungbalai Karimun, karena daerah ini memiliki Story Record yang sama di perbatasan negara.

Hal itu diungkapkannya dalam pertemuan bersama Bupati Drs H Irwan MSi dan jajaran Pemerintah Daerah, para pengusaha dan tokoh ormas, di Aula Afifa Sport Center, Jalan Banglas, Selatpanjang, Minggu 30 April 2017 kemarin.

"Sejak saya kecil dulu memang kebutuhan pangan disini banyak di pasok dari luar negeri dan rata-rata daerah pesisir seperti itu, seperti pertimbangan untuk Kabupaten Tanjungbalai Karimun dan Dumai masuk dalam kawasan Free Trade Zone (FTZ)," ujarnya.

Oleh karena itu, Jon Erizal berjanji akan membawa masalah perdagangan lintas batas wilayah Kabupaten Kepulauan Meranti ke Rapat Kerja Komisi XI DPR RI. "Mudah-mudahan dengan kondisi Story Record yang sama fasilitas itu juga bisa diberikan untuk Meranti," harapnya.

Namun sebelum masalah itu dibicarakan dalam Rapat Komisi XI DPR RI, Jon Erizal minta kepada Pemda dan pengusaha serta tokoh masyarakat duduk semeja merumuskan usulan kebijakan perdagangan lintas batas. Usulan itu dapat dalam bentuk surat atau dokumen.

"Sebelum masalah ini diangkat dalam Rapat Komisi, saya minta Bupati dan pengusaha, serta tokoh masyarakat duduk semeja membuat usulan kepada Komisi XI," jelas Jon Erizal.

Karena dinilai penting, masalah perdagangan lintas batas itu juga pernah dibahas dalam hearing DPRD Riau, dan jika dibiarkan berlarut-larut dikhawatirkan dapat menimbulkan keresahan masyarakat menyangkut ketersediaan bahan makanan dengan harga terjangkau.

Meski sudah ada kesepakatan antara Pemkab Kepulauan Meranti, Bea dan Cukai serta BPOM Pekanbaru didepan pihak Kejati, Polda dan DPRD Riau, namun hingga kini belum ada kejelasan nasib barang yang disegel BPOM Pekanbaru di Gudang PT Pelindo I Cabang Selatpanjang.

"Besar harapan kami agar masalah ini dapat diselesaikan di tingkat pusat, dengan tidak merugikan para pengusaha yang juga dapat berdampak kepada kesejahteraan masyarakat," kata Bupati Kepulauan Meranti, Drs H Irwan MSi. (rls/santo)

Akses Merantionline.com Via Mobile m.merantionline.com