Kwarcab 0412 Kepulauan Meranti Gelar Upacara HUT Pramuka

Dibaca: 217 kali  Jumat,18 Agustus 2017 | 08:59:00 WIB

Kwarcab 0412 Kepulauan Meranti Gelar Upacara HUT Pramuka
Ket Foto : Apel Penghormatan di Taman Makam Pahlawan, sekaligus tabur bunga sebagai penghargaan terhadap jasa para Pahlawan

SELATPANJANG - Ketua Kwarcab 0412 Kepulauan Meranti, Drs H Said Hasyim memimpin Upacara Hari Pramuka Ke-56 Tahun 2017. Dirinya mengajak seluruh anggota Pramuka dan masyarakat mempererat persatuan dan kesatuan dalam mewujudkan cita-cita bangsa, Jumat 18 Agustus 2017.

Kegiatan yang dipusatkan di halaman Kantor Bupati Kepulauan Meranti dan Taman Makam Pahlawan itu, turut dihadiri Ketua DPRD, Sekda, Kapolres, perwakilan Danlanal Dumai, Pabung Kodim 0303 Bengkalis, para Kepala Organisasi Perangkat Daerah dan unsur lainnya.

Said Hasyim yang membacakan pidato Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka DR Adhiyaksa Dault, mengucapkan selamat HUT Pramuka Ke-56 Tahun 2017. Dikatakannya, Gerakan Pramuka yang tersebar dari sabang sampai merauke dan dari Miangas sampai Pulau Rote.

"Merupakan garda terdepan perekat persatuan dan kesatuan bangsa. Pendidikan kepramukaan yang mendasarkan pada satya dan darma pramuka harus benar-benar tertanam dalam hati setiap insan pramuka sebagai pedoman bersikap dan berprilaku," ucapnya.

Dikatakannya, gerakan kepanduan sebagai cikal bakal gerakan pramuka, telah ada di bumi pertiwi sejak masa penjajahan belanda, tepatnya pada tahun 1912. Perlu dipahami bahwa filosofi dan nilai nilai kepramukaan digali dari bangsa dan kebudayaan Indonesia, setelah dirintis oleh Sir Baden Powell di Inggris.

Setelah para pandu Indonesia yang merintis sumpah pemuda tahun 1928 dan mendorong proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 1945, dan kemudian berkembang menjadi banyak organisasi kepanduan. Presiden Soekarno melihat potensi dan militansi kepanduan yang perlu dipupuk menjadi perekat persatuan dan kesatuan bangsa.

Dengan semangat persatuan dan kesatuan, Bung Karno menyatukan organisasi-organisasi kepanduan itu menjadi Gerakan Pramuka dengan diterbitkannya Keputusan Presiden Nomor 238 tahun 1961.

Gerakan Pramuka merupakan penyatuan dari 60 organisasi kepanduan untuk dapat menjadi perekat bangsa. Gerakan Pramuka harus berfungsi untuk membina dan memantapkan karakter kaum muda Indonesia, pesan Bung Karno ketika itu.

Dengan mengusung tema Hari Pramuka ke-56 tahun 2017 yaitu "Bekerja Untuk Kaum Muda, Mewariskan Yang Terbaik Bagi Bangsa", mengindikasikan bahwa Gerakan Pramuka tetap konsisten dan fokus dalam mendidik kaum muda berkarakter melalui berbagai kegiatan.

"Utamanya dalam rangka menyiapkan generasi milenial untuk menjadi pemimpin terbaik bagi bangsanya," ungkapnya.

Presiden RI selaku Ketua Mabinas Gerakan Pramuka mengingatkan untuk dapat memanfaatkan dengan baik media sosial. Pramuka pun telah merespons dengan cepat. Saat ini, gerakan pramuka memiliki tagline yaitu "Setiap Pramuka adalah Kantor Berita", yang artinya bahwa anggota pramuka harus lebih aktif, produktif dan Kreatif dalam menyuarakan atau mengabarkan keadaan di sekitarnya.

Pramuka juga menolak berita palsu atau hoax. Pramuka tidak sekedar hanya menjadi konsumen informasi, tapi juga menjadi produsen informasi. Selain memberitakan informasi di media sosial, pramuka juga merespons dan menolongnya di tempat.

"Inilah spirit baru Gerakan Pramuka di era digital. Keberadaan gerakan pramuka baik di media sosial maupun di dunia nyata harus lebih terasa kehadirannya. Bukan sekedar untuk dirinya, tapi juga untuk masyarakat yang lebih luas," katanya.

Selaku Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kepulauan Meranti, Said Hasyim tetap mengharapkan dukungan dari berbagai pihak, agar gerakan pramuka selalu diberi ruang dan dukungan untuk dapat terus merealiasikan visi-misinya.

"Khususnya terhadap pelaksanaan pembentukan karakter kaum muda Indonesia di seluruh tanah air. Sebab, kita sangat yakin bahwa Pramuka inilah garda terdepan bangsa, garda terdepan pancasila, yang merupakan aset penting bagi keutuhan NKRI," jelasnya.

Gerakan Pramuka yang telah mencapai usia 56 tahun merupakan waktu yang tidak pendek dalam memberikan kontribusi yang nyata dalam dunia pendidikan di Indonesia. Sampai saat ini semangat itu tidak pernah pudar dan tidak boleh pudar.

"Kami selalu bekerja keras untuk memberikan yang terbaik bagi kaum muda dan bangsa Indonesia. Dalam gerakan pramuka inilah tidak adanya sekat-sekat politik, daerah, agama, semuanya terlebur menjadi Kebhinekaan yang indah," ujarnya.

Untuk itu, Said Hasyim menghimbau kepada publik secara luas, khususnya para orang tua dan guru, agar tidak ragu-ragu untuk memberikan kesempatan sekaligus dukungannya kepada putra-putrinya untuk mengikuti kegiatan kepramukaan di gugus depan masing-masing.

Diharapkan kepada seluruh jajaran Pramuka utamanya anggota dewasa, baik sebagai majelis pembimbing, andalan, pelatih, pembina, pamong saka maupun instruktur, agar merapatkan barisan untuk bekerjasama secara sinergis guna mempercepat mewujudkan kaum muda Indonesia yang berkepribadian luhur, berkarakter, berwatak, handal dalam berfikir dan bertindak, serta memiliki jiwa bela negara.

Gerakan Pramuka sebagai lembaga pendidikan non formal, akan melengkapi pendidikan informal yang diperoleh anak-anak dalam keluarga, dan pendidikan formal di sekolah. Hal ini mengingat pendidikan formal saja tidaklah cukup untuk menghasilkan kaum muda yang handal dan berkarakter.

Sedangkan peran keluarga sebagai pelaku pendidikan informal yang dilakukan orang tua dalam membentuk karakter anak-anak sangatlah penting. Sementara persoalan kaum muda sering terjadi diantara rumah dan sekolah, maka menjadi penting peran gerakan pramuka dalam mengatasi permasalahan kaum muda yang sering terjadi dewasa ini.

Menurutnya, kerjasama sinergis antara lembaga pendidikan formal, pendidikan non formal dan pendidikan Informal dalam keluarga, sangatlah penting dan menjadi keharusan demi mewujudkan kaum muda yang lebih baik.

Untuk mencapai visi Gerakan Pramuka, diperlukan kerja keras jajaran pramuka untuk mewujudkannya dan perlu banyak menjalin kerjasama dengan berbagai stakeholder, baik dengan pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.

"Saya mengajak para Ketua Kwartir Gerakan Pramuka dan para pembina gugus depan, marilah kita bersama-sama meningkatkan kualitas gugus depan sebagai wahana pendidikan karakter bangsa," pungkasnya.

Usai menggelar Upacara HUT Pramuka Ke-56, Ketua Kwarcab 0412 Kepulauan Meranti, Drs H Said Hasyim dan rombongan menyempatkan diri untuk menggelar Apel Penghormatan di Taman Makam Pahlawan, sekaligus tabur bunga sebagai bentuk penghargaan terhadap jasa para pahlawan. (rls/san)

Akses Merantionline.com Via Mobile m.merantionline.com