Desa Kundur Jadi Pilot Project Bantuan Pengolahan Air Gambut

Dibaca: 276 kali  Kamis,05 Oktober 2017 | 05:06:00 WIB

Desa Kundur Jadi Pilot Project Bantuan Pengolahan Air Gambut
Ket Foto : Direktur PSDA dan TTG Kemendes PDTT, Dr. Suprapedi. M.Eng bersama Camat Tebingtinggi Barat, Kades Kundur dan pengelola KP SPAMS Desa Kundur

PEKANBARU - Desa Kundur, Kecamatan Tebingtinggi Barat, menjadi lokasi pilot project bantuan pengolahan air gambut di Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau. Bantuan itu berasal dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT).

Hal itu diungkapkan Camat Tebingtinggi Barat, Helfandi, SE, M.Si, melalui selulernya kepada wartawan, di sela mengikuti kegiatan bimbingan teknis (Bimtek) bantuan pengolahan air gambut oleh Kemendes PDTT di Grand Elite Hotel Pekanbaru, Kamis 5 Oktober 2017.

Diungkapkannya, kegiatan Bimtek dibuka oleh Direktur Pendayagunaan Sumber Daya Alam (SDA) dan Teknologi Tepat Guna (TTG), Direktorat Jenderal PPMD, Dr Suprapedi, M.Eng dan dihadiri oleh perwakilan Dinas PMD Provinsi Riau.

"Kecamatan Tebingtinggi Barat, tepatnya di Desa Kundur, pada tahun 2017 ini mendapat bantuan pengolahan air gambut berupa alat penyulingan air bersih. Untuk pengoperasiannya, kami bersama Kasi PMD, Kades Kundur, Pengurus BUMDes, KP SPAMS, Dinas PMD, Diskes dan LHK mengikuti Bimtek di Pekanbaru," ujarnya.

Dikatakannya, kegiatan Bimtek dilaksanakan oleh Kemendes PDTT yang pesertanya berasal dari Kabupaten Kepulauan Meranti sebanyak 18 orang dan dari Kabupaten Indragiri Hilir, dengan total jumlah peserta 40 orang.

"Kami mendapatkan penjelasan tentang penggunaan peralatan dan teknologi pemanfaatan air gambut untuk kebutuhan dasar bagi masyarakat, khususnya di Desa Kundur Kecamatan Tebingtinggi Barat," kata Helfandi.

Lebih jauh mantan Kabag Humas Setda Kepulauan Meranti ini menjelaskan, program bantuan itu menjadi pilot project di indonesia, di mana pembangunannya hanya ada di 5 titik. Di Riau hanya di Desa Kundur Kabupaten Kepulauan Meranti dan Desa Pekantua Kempas Kabupaten Inhil.

"Bimtek dilaksanakan mulai tanggal 3 sampai 6 Oktober 2017. Sangat penting untuk di ikuti karena menyangkut tata pengelolaan oleh KP SPAMS di bawah unit usaha BUMDes Kundur dan termasuk bagaimana mengoperasikan serta memeliharanya, termasuk pengawasan pihak terkait," jelasnya.

Menurut Helfandi, Kabupaten Kepulauan Meranti merupakan kawasan gambut yang sangat luas yang sulit untuk mendapatkan air bersih, apalagi air layak minum.

"Kita berharap bantuan teknologi ini berhasil dan bisa dimanfaatkan oleh masyarakat untuk mendapatkan air bersih atau air layak minum, sehingga kedepannya dapat dikembangkan," ucapnya. (san)

Akses Merantionline.com Via Mobile m.merantionline.com