Lurah Teluk Meranti Pelalawan Meradang, Ini Sebabnya

Dibaca: 215 kali  Senin,27 November 2017 | 08:50:00 WIB

Lurah Teluk Meranti Pelalawan Meradang, Ini Sebabnya
Ket Foto : Kondisi jalan yang tergenang air

PELALAWAN - Senin, 27 November 2017, Lurah Teluk Meranti, Mursyidin meradang alias geram, karena jalan satu-satunya yang menghubungkan antara Teluk Meranti dengan destinasi wisata Ombak Bono kini semakin sulit ditempuh.

Genangan air di ruas jalan diduga akibat dibukanya kanal milik PT Arara Abadi. Sebanyak 40 titik ruas jalan antara Teluk Meranti dengan Pulau Muda ditempuh dengan cara yang tidak biasa.

"Jadi karena memang curah hujan disini tinggi, mau tidak mau kanal itu dibuka. Akibatnya jalan kami ini tenggelam sebagian," ungkapnya.

Akibat dari luapan kanal tersebut, jalan yang berada persis disebelah kanal korporasi itu mau tidak mau langsung digenangi oleh air. Bahkan jumlahnya mencapai puluhan titik.

"Kalau dihitung-hitung, sampai 40 titik jalan itu yang tergenang. Jalanan itu menghubungkan antara Teluk Meranti menjelang ke Pulau Muda," tandasnya.

Air luapan dari kanal tersebut ada yang mencapai setengah lutut bahkan ada yang hampir mencapai selutut orang dewasa. Sehingga sangat mengganggu dan menghambat perjalanan warga.

Sementara itu, sudah banyak upaya dari masyarakat untuk mengantisipasi kejadian ini. Beberapa diantaranya ada yang menimbun sendiri menggunakan tanah timbun.

Sedangkan pihak perusahaan beralasan genangan tersebut diakibatkan oleh tingginya debit air hujan yang melanda Teluk Meranti dalam beberapa hari terakhir ini.

"Ini kami baru saja bertemu. Alasannya karena hujan tinggi. Nah, kalau memang karena hujan tinggi, kenapa kebun masyarakat disini tak tergenang air. Yang tergenang itu cuma yang dilewati kanal perusahaan," tambah Lurah Mursyidin.

Tak ada jalan lain, Lurah meminta kepada PT Arara Abadi agar cepat tanggap dan peduli memperbaiki genangan jalan satu-satunya penghubung menuju destinasi wisata Ombak Bono.

"Kalau kami mana bisa sendiri. Ini maunya kanal-kanal disini di keruk. Kalau sudah lancar, ini tidak masalah. Terus sungai merawang ini juga dikeruk. Kemudian jalan ini ditinggikan," pintanya. (rls/san)

Akses Merantionline.com Via Mobile m.merantionline.com