Pemkab Meranti Gelar Rakor Perayaan Natal, Tahun Baru dan Imlek

Dibaca: 411 kali  Kamis,14 Desember 2017 | 08:27:00 WIB

Pemkab Meranti Gelar Rakor Perayaan Natal, Tahun Baru dan Imlek
Ket Foto : Wabup Kepulauan Meranti, Said Hasyim, memimpin Rakor Hadapi Natal, Tahun Baru dan Imlek

SELATPANJANG - Tak lama lagi perayaan hari besar keagamaan Natal, Tahun Baru dan Imlek akan datang, demi menjaga kondusifitas dan ketersediaan kebutuhan pokok pada momen tersebut, Pemkab Kepulauan Meranti menggelar rapat koordinasi bersama SKPD dan Instansi terkait serta tokoh masyarakat, bertempat di Aula Kantor Bupati.

Bagian Humas dan Protokol Setda Kepulauan Meranti, Kamis 14 Desember 2017, dalam rilisnya mengungkapkan, rapat koordinasi dihadiri oleh Wakil Bupati Said Hasyim, Sekda Yulian Norwis, Ketua Komisi I DPRD Edi Masyhudi, Kakankesbangpol Ahmad Yani, perwakilan instansi vertikal dan tokoh masyarakat.

Dalam rapat itu, Pemkab Kepulauan Meranti memastikan ketersediaan sembako menghadapi Natal, Tahun Baru dan Imlek. Seperti diketahui pada momen tersebut permintaan terhadap sembako meningkat. Selain itu, juga dibahas soal pasokan buah-buahan dari luar negeri untuk mencukupi kebutuhan Imlek dan aturan penggunaan mercun atau petasan agar tidak mengganggu ketertiban dan kenyamanan masyarakat.

Tak kalah penting pula persiapan menghadapi Iven Cian Cui (Perang Air), sebuah Iven Wisata di Kepulauan Meranti yang sudah terkenal hingga ke Manca Negara. Menurut rencana Cian Cui akan digelar saat Imlek mendatang tepatnya 16 Februari 2018.

Dari hasil rapat koordinasi itu, untuk stock sembako dikatakan Wakil Bupati Sad Hasyim sangat mencukupi. Hal ini diakuinya berdasarkan laporan dari Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kepulauan Meranti.

"Dari laporan yang diberikan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kepulauan Meranti, stok sembako mencukupi," ujar Wakil Bupati.

Hanya saja terjadi sedikit perdebatan terkait pasokan buah-buahan dari luar negeri untuk mencukupi kebutuhan Imlek, karena berdasarkan aturan pasokan buah buahan dari luar negeri tidak dibenarkan, namun diakui Kepala Bea Cukai Bengkalis pihaknya akan mendukung penuh suksesnya penyelenggaraan Imlek yang sudah menjadi budaya di Kepulauan Meranti.

Bea Cukai Bengkalis Munif, mengaku akan mendukung penuh perayaan Imlek di Kabupaten Kepulauan Meranti, termasuk dalam hal pasokan buah-buahan dari luar negeri untuk kebutuhan hari besar tionghoa itu.

"Karena sudah menjadi budaya, kami akan mendukung, namun terkait dengan impor barang masuk kami akan tetap melakukan pengawasan, demi kelancaran masukannya buah buahan kita harus berkoordinasi juga dengan Balai POM dan Karantina," jelas Munif.

Munif juga meminta laporan dari pihak terkait salah satunya Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), terkait jenis barang apa saja yang dipasok, berapa kuota atau jumlah yang dibutuhkan, kapan masuknya barang barang itu, serta nama kapal yang membawanya.

"Untuk pasokan barang barang itu kita minta laporan lengkapnya agar kita bisa mengawasinya," ucap Munif.

Lebih jauh dikatakan Munif, masuknya buah buahan dan barang impor lainnya yang diperuntukkan untuk imlek akan coba diakomodir sesuai kesepakatan dengan pihak terkait, mulai dari Karantina, BPOM RI, Korem, Kepolisian dan lainnya.

Munif menyarankan, Kabupaten Kepulauan Meranti sebagai salah satu daerah di Indonesia yang memiliki kawasan Pabean yang dikelola Pelindo, dikuatkan lagi fungsinya sebagai tempat pembongkaran barang ekspor dan impor.

"Kedepan untuk masuknya barang barang impor diarahkan saja ke kawasan pabean itu, termasuk barang barang yang diperlukan untuk perayaan imlek," ucap Munif lagi.

Dari pernyataan Kepala Bea Cukai tersebut, disimpulkan Wakil Bupati untuk pasokan buah buahan dari luar negeri juga tidak ada masalah.

Dalam rakor juga dibahas aturan penggunaan petasan atau mercun dalam perayaan imlek, dari surat yang masuk ke pihak Polres mengacu pada pengalaman tahun sebelumnya, penggunaan petasan khusus di klenteng diperbolehkan hingga pukul 2 dini hari. Sementara untuk pembakaran mercun dirumah rumah warga tionghoa hanya diperbolehkan sampai pukul 12 malam.

Terakhir untuk pelaksanaan Cian Cui atau Perang Air yang direncanakan akan digelar 16 Februari 2018 hingga 6 hari kedepan, dijelaskan Wakil Bupati Said Hasyim, Pemkab Kepulauan Meranti bekerjasama dengan FKUB akan menyediakan mobil tanki yang menyediakan air bersih bagi warga yang ingin perang air. Dengan begitu penggunaan air es dan air limbah tidak diperbolehkan karena bisa menyebabkan penyakit.

"Untuk Cian Cui Pemda akan menyediakan mobil tanki air bagi masyarakat yang ingin perang air dapat memanfaatkannya, jadi kita tidak memperbolehkan lagi penggunaan air es dan air limbah karena tidak baik untuk kesehatan," jelas Wakil Bupati.

Wakil Bupati Said Hasyim dan tokoh masyarakat juga menghimbau kepada masyarakat yang merayakan Imlek, Natal serta Tahun Baru untuk menggunakan pakaian yang sopan sehingga tidak memancing syahwat. (rls/san)

Akses Merantionline.com Via Mobile m.merantionline.com