Merbau masih Miskin Infrastruktur

Dibaca: 2131 kali  Minggu,09 Juni 2013 | 04:10:00 WIB

Merbau masih Miskin Infrastruktur
Ket Foto : ilustsai



Data Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kabupaten Kepulauan Meranti, dari 38 persen angka kemiskinan di Meranti, sebaran tertinggi angka keluarga miskin berada di Kecamatan Pulau Merbau. Tingkat pendapatan rata-rata penduduk miskin di pulau terluar ini, berada dibawah Rp1,2 juta per bulan.

“Dari sembilan kecamatan di Meranti, angka tertinggi sebaran kemiskinan ditemukan di Kecamatan Pulau Merbau,” kata Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja Kabupaten Kepulauan Meranti, Drs Askandar.

Camat Pulau Merbau Wan Abdul Malik, mengatakan, Kecamatan Pulau Merbau yang berpenduduk 20 ribu jiwa ini tak hanya dihadapkan pada banyaknya warga miskin. Tetapi juga miskinnya infrastruktur jalan yang menjadi akses ekonomi pulau itu. Akibatnya, penduduk sulit membawa hasil kebun dan pertaniannya.

Di sisi lain, harga barang kebutuhan pokok sangat mahal akibat mahalnya upah angkut barang. “Belum terbangunnya akses jalan poros menyulitkan warga pergi ke pusat Kota Selatpanjang. Untuk ke sana, warga terpaksa menempuh jalan laut 1-2 jam. Ini yang menyebabkan mahalnya harga kebutuhan barang pokok di daerah ini” ungkapnya dilansir haluankepri.com.

Selain itu, Kecamatan Pulau Merbau juga daerah yang dikategorikan Rural Jaringan listrik PLN. Lebih dari 14 ribu warga di berbagai pelosok pedesaan di Kecamatan Pulau Merbau belum dialiri listrik. Kondisi ini membuat kemiskinan di Pulau Merbau semakin buram dan gelap.

“Sampai hari ini, PLN baru menyentuh warga di dua desa yakni, Desa Teluk Ketapang dan Desa Semukut. Selebihnya, sepenggal malam hingga pagi tidur diterangi lampu teplok,” katanya.

Wan Abdul Malik mengatakan, masyarakat dan Pemda Kecamatan Pulau Merbau menaruh harapan agar Pemkab Meranti menaruh perhatian khusus terhadap persoalan infrastruktur jalan, alokasi Rumah Layak Huni (RLH) dan penerangan listrik di Meranti. (rep2)

Akses Merantionline.com Via Mobile m.merantionline.com