Rangsang Pesisir Butuh Infrastruktur

Dibaca: 1804 kali  Senin,10 Juni 2013 | 04:23:00 WIB

Rangsang Pesisir Butuh Infrastruktur
Ket Foto : ilustrasi

SELATPANJANG  – Kecamatan Rangsang Pesisir yang berhadapan langsung  dengan Selat Malaka hingga kini masih jauh tertinggal. Jalan poros yang menjadi nadi ekonomi belum memadai. Jaringan listrik pun belum dinikmati warga secara merata.

Akses jalan poros yang menjadi nadi ekonomi warga Ransang Pesisir belum resprentatif. Sebagian besar jalan masih berupa jalan tanah. Akibatnya, akses ekonomi masyarakat di berbagai pelosok desa sangat terbatas.

Camat Rangsang Pesisir Idris Sudin Sampul mengungkapkan hal ini di Selatpanjang. Menurutnya, potensi sumber daya alam yang dimiliki Rangsang Pesisir sangat banyak namun belum dapat dimanfaatkan secara optimal akibat belum terbangunnya jalan di daerah ini.

“Investasi tambang garam di daerah ini terkendala infrastruktur. Tidak hanya masalah jalan, tetapi juga ketersediaan listrik dan pelabuhan. Masyarakat berharap ada sinergi yang antara pemda, pemprop dan pemerintah pusat untuk menggesa percepatan pembangunan infrastruktur jalan di daerah ini," terangnya dilansir haluankepri.com.

Sampul optimis bila infrastruktur jalan, listrik dan pelabuhan sudah dibangun, maka pertumbuhan ekonomi masyarakat Rangsang Pesisir akan bisa ditingkatkan.

Sebelum pemekaran, menurut Sampul, sudah ada geliat pembangunan infrastruktur di Rangsang Pesisir. Namun kini, 90 persen jalan yang dibangun rusak parah. Akibatnya, masyarakat tidak bisa optimal memanfaatkan akses jalan untuk kepentingan ekonominya.

Menanggapi hal itu, Kepala Bappeda Kabupaten Kepulauan Meranti Ir Aza Fachroni mengatakan, Pemkab Kepulauan Meranti serius menggesa percepatan pembangunan di pulau terluar Ransang termasuk program pembangunan jalan koridor Melai–Kedaburapat yang akan menghubungkan tiga kecamatan, Bantar-Melai-Kedabupraat dan Tanjung Kedabu di ujung timur pulau tersebut.

Menurut Aza, pada Tahun Anggaran 2013 Pemkab Meranti mengalokasikan anggaran Rp15 miliar untuk awal pembangunan jalan koridor Melai–Kedaburapat. Program pembangunan jalan koridor secara bertahap akan dituntaskan pada 2015.

“Insya Allah, proses lelangnya sedang berjalan. Tahap awal, Pemkab mengalokasikan anggaran Rp15 miliar untuk pembangunan jalan poros Melai–Kedaburapat dengan volume 6,8 kilometer. Akhir 2015 jalan koridor tuntas dibangun. Jalan ini menghubungkan Bantar – Melai- Kedabupraat dan Tg. Kedabu di ujung Timur pulau terluar,” ungkap Aza.

Selain minimnya infrastruktur jalan, jaringan listrik juga belum terkoneksi secara merata di Rangsang Pesisir. "Hingga hari ini ribuan warga di berbagai pelosok pedesaan Rangsang Pesisir masih harus tidur dalam gelap dan menggunakan lampu teplok sebagai penerang rumahnya," kata Sampul.

Supervisor TU PLN Ranting Selatpanjang Fauzar, mengakui, saat ini jaringan listrik PLN di Kecamatan Rangsang Pesisir belum terkoneksi dengan PLN Lemang Peranggas. Kapasitas mesin yang kecil menyebabkan PLN belum mampu melakukan koneksi jaringan hingga ke pelosok pedesaan.

“Persoalannya, kemampuan mesin kita terbatas. Kalau kapasitas mesin kita sudah kuat, PLN tetap akan membangun jaringan ke Rangsang Pesisir. Kita sudah ajukan ke wilayah. Mudah-mudahan 2015 sudah terkoneksi,” tandas Fauzar

Ironis dengan Potensi Ekonomi

Kondisi infrastruktur di Rangsang Pesisir tidak sebanding dengan sumber daya alam yang dimiliki. Daerah ini kaya akan tambang garam dan pasir laut. Belum lagi perkebunan kelapa, karet dan pinang serta perikanan. Rangsang Pesisir juga menjadi lumbung pangannya Meranti. Lebih dari 2000 hektar sawah terhampar di Rangsang Pesiri.  

“Dengan kondisi infrastruktur yang masih minim saja ekonominya sudah menggeliat, apalagi kalau akses infrastrukturnya tersedia. Masyarakat butuh infrastruktur terutama jalan poros," kata Sampul, Camat Rangsang Pesisir.

Menurut Sampul, tanpa ada jalan poros, masyarakat tidak hanya sulit mengakses ekonomi, tetapi juga akses ke pelayanan publik seperti pendidikan dan kesehatan. "Kita inginkan akses jalan poros di kecamatan bisa dilalui roda empat terutama untuk ambulan,” tandanya. (rep2)

Akses Merantionline.com Via Mobile m.merantionline.com