Komisi DPRD Meranti Sambut Industri Bioenergi

Dibaca: 1509 kali  Minggu,16 Juni 2013 | 03:26:00 WIB

Komisi DPRD Meranti Sambut Industri Bioenergi
Ket Foto : ilustrasi

SELATPANJANG  – Beroperasinya PT Sara Rasa Biomas, pengolah limbah ruyong (kulit sagu) menjadi pellet sebagai sumber bioenergi, mendapat apresiasi positif dari Komisi II DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti.

Limbah yang dikhawatirkan mengancam kelestarian lingkungan sekitar pabrik sagu ternyata bisa diolah menjadi sumber energi alternatif yang berguna bagi manusia.

Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti Basiran Sarjono mengatakan, industri pengolah limbah ruyong merupakan terobosan investasi yang cerdas dan berpikir jauh ke depan. Di saat pemerintah sedang giat mengkampanyekan pencarian energi alternatif, Meranti sudah mampu menarik invetasi pengolahan limbah menjadi bionergi dan maju dalam pengelolaan dan penyelamatan lingkungan. Hal ini menjadi isu strategis dalam penyelamatan lingkungan dan kelestarian alam.

“Kehadiran industri pengolahan limbah ruyong sagu  akan menjadi isu strategis bagi Meranti untuk menarik perhatian dunia internasional dalam upaya pencegahan global warming. Meranti selangkah lebih maju dalam melaksanakan penyelamatan lingkungan. Komisi II mengapresiasi sinergi Pemda dengan investor yang telah mampu membangun industri ini di Lentuk Bokor, Rangsang Barat,” ungkap Basiran dilansir haluankepri.com.

Serap Tenaga Kerja Lokal

PT Sara Rasa Biomas, lanjut Basiran, diharapkan memberi dampak positif pada pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat baik dalam perekrutan tenaga kerja maupun dalam menggesa percepatan pembangunan infrastruktur. Komisi II berharap, manajemen perusahaan berkomitmen untuk terlibat dalam program pemberdayaan ekonomi dan mampu menggerakkan roda ekonomi masyarakat. Maksudnya, agar keberlangsungan investasi bisa berjalan maksimal dan berdaya guna bagi masyarakat.  

Sementara Vice President PT Sara Rasa Biomas Santeri Rantala mengatakan, manajemen siap bersinergi dengan Pemda dan masyarakat Meranti dalam mengembangkan industri pengolahan limbah ruyong. Perusahaan juga berkomitmen untuk terlibat langsung dalam program pemberdayaan masyarakat termasuk menerapkan program CSR.

“Ini merupakan investasi jangka panjang. Jadi perusahaan siap mendukung program Pemda Merant. Namun perusahaan belum bisa berbuat banyak mengenai penyerapan tenaga kerja lokal. Tahap awal perusahaan baru menyerap 100-an tenaga kerja dan 100 tenaga ahli di PT Sara Rasa Biomas, Lentuk Bokor. Bila industri ini berkembang pesat bukan tak mungkin akan lebih banyak menyerap tenaga kerja," katanya.

Dari 100-an tenaga kerja yang diterima, seluruhnya adalah putra daerah. Sebagian besar merupakan warga di sekitar areal industri pabrik dan sekitar Kecamatan Rangsang Barat. "Kita optimis perusahaan akan terus berkembang. Kita siap merekrut tenaga kerja lokal lebih banyak dan berkomitmen memberi prioritas kepada mereka," tandasnya.(rep2)

Akses Merantionline.com Via Mobile m.merantionline.com