Kabut Asap Makin Tebal di Bengkalis Riau

Dibaca: 4002 kali  Selasa,18 Juni 2013 | 07:05:00 WIB

Kabut Asap Makin Tebal di Bengkalis Riau
Ket Foto :

BENGKALIS - Kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah di Kabupaten Bengkalis makin sulit dikendalikan. Pemerintah Kabupaten Bengkalis sudah berupaya menurunkan regu pemadam kebakaran bersama dengan pihak perusahaan dan masyarakat peduli api, tapi belum membuahkan hasil karena lahan yang terbakar merupakan gambut sehingga tidak mungkin bisa padam kecuali turun hujan.


Makin meluasnya kebakaran hutan dan lahan berdampak makin tebalnya kabut asap. Seperti di Desa Tanjung Leban dan Sepahat, jarak pandang hanya dalam ratus beberapa ratus meter saja. Kendaraan yang melintas terpaksa menyalakan lampu meski di siang hari.


''Di Tanjung Leban dan Sepahat kabut asap sangat tepal. Jarak pandang hanya beberapa ratusan meter saja, kendaraan yang melintas harus menghidupkan lampu meski di siang hari,” ujar sejumlah warga Bengkalis yang melintasi jalan tersebut, Selasa (18/6/2013).


Kondisi asap tebal juga terjadi di perairan Pulau Rupat. Salah seorang anggota DPRD Bengkalis, H Heru Wahyudi yang baru pulang dari Rupat menggunakan jalur laut mengatakan, kondisi asap di peraian Rupat sudah membahayakan. Jika tidak hati-hati, bisa terjadi tabrakan antar kapal, terutama di malam hari. Di Pulau Bengkalis cuacanya juga tidak bersahabat akibat diselimuti kabut asap. Meski belum begitu berdampak terhadap jarak pandang, namun kabut asap mulai mengganggu kesehatan warga ditandai dengan gejala sesak nafas dan mata terasa perih.


Menyikapi kondisi kebakaran lahan yang terjadi di sejumlah wilayah di Kabupaten Bengkalis, Bupati Bengkalis H Herliyan Saleh mengatakan bahwa Pemkab telah berupaya dan berusaha untuk memadamkan api. Ia juga telah memerintahkan satker terkait untuk mengindentifikasi penyebab kebakaran, apakah memang ada unsur kesengajaan atau memang karena musibah.


“Kalau memang ada unsur kesengajaan, supaya pelakunya ditindak tegas dan proses secara hukum. Tapi kalau penyebabnya alam, tentu kita perlu memikirkan langkah-langkah atau manajemen pengelolaan hutam gambut yang memang rawan terjadi kebakaran saat musim panas,” ujar Bupati dilansir goriau.com.


Ditambahkan Bupati, dengan kondisi kebakaran yang terjadi saat ini, terutama di daerah-daerah yang menjadi langganan kebakaran setiap tahunnya, satu-satunya cara yang bisa memadamkan api adalah berharap hujan turun. Atau berupaya melakukan hujan buatan, kendati hasilnya tidak begitu bisa diharapkan seratus persen.(rep2)

Akses Merantionline.com Via Mobile m.merantionline.com