Warga Pulau Merbau Dambakan Semenisasi Jalan

Dibaca: 1837 kali  Selasa,19 Maret 2013 | 06:41:00 WIB

Warga Pulau Merbau Dambakan Semenisasi Jalan
Ket Foto :

Pulau Merbau–Pembangunan jembatan Selat Rengit bukan bermaksud untuk bermegah-megahan tetapi benar-benar untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat. Selain membuka isolasi daerah, jembatan tersebut akan meningkatkan mobilitas ekonomi dan menjadi jalur masuk bagi fasilitas listrik ke Kecamatan Pulau Merbau.

Penegasan tersebut disampaikan Bupati Kepulauan Meranti, Drs Irwan Nasir MSi saat membuka Musrenbang Kecamatan Pulau Merbau Tahun Anggaran 2014 di Desa Semukut, belum lama ini. Dia mengharapkan masyarakat Pulau Merbau mendukung sepenuhnya upaya Pemkab Kepulauan Meranti membangun jembatan yang menghubungkan Pulau Tebingtinggi dan Pulau Merbau tersebut.

Pembangunan jembatan yang diperkirakan menghabiskan dana sekitar Rp 450 Miliar tersebut akan dibiayai secara multiyears. Bupati Irwan menargetkan jembatan ini bisa selesai dalam tiga tahun. Saat ini material pembangunan jembatan sudah mulai didatangkan.

“Jembatan ini dimaksudkan untuk membuka isolasi daerah. Memudahkan akses masyarakat menuju pasar sehingga meningkatkan dan memudahkan transportasi barang dan orang. Terlebih penting lagi melalui jembatan ini akan jadi akses masuk jaringan listrik PLN,” jelas Irwan disambut tepuk meriah warga.

Pernyataan Irwan itu juga menjawab harapan masyarakat Pulau Merbau melalui Camat, Wan Abdul Malik, mengenai kondisi rumah warga yang belum mendapatkan penerangan listrik PLN. Bupati Irwan menambahkan, nanti jaringan listrik untuk Pulau Merbau akan diupayakan dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Siak. PLTU tersebut memang disiapkan untuk pasokan listrik di Siak, Kepulauan Meranti dan Bengkalis.

“Di Pulau Merbau ini jumlah penduduk miskinnya tertinggi di Kepulauan Meranti. Dengan jembatan kita harap akses masyarakat terbuka lebar sehingga kehidupan ekonomi jadi lebih baik. Kita juga tetap menyediakan ADD sebesar Rp 500 juta sampai Rp 600 juta perdesa, meski di kecamatan ini ada pemekaran jadi 11 desa yang semula hanya tujuh desa,” papar dia.

Sementara itu Camat Pulau Merbau, Wan Abdul Malik dan anggota DPRD Kepulauan Meranti dari dapil Pulau Merbau, Edi Masyudi sama-sama menyampaikan, semenisasi jalan merupakan kebutuhan mendesak. Kondisi jalan semen yang rusak dan jalan tanah yang belum tersentuh semenisasi masih panjang di Pulau tersebut.

“Terutama jalan antar desa. Kami harapkan ini menjadi prioritas agar tahun depan semua jalan yang menghubungkan antar desa sudah disemen,” pinta Camat.

Diantara kondisi jalan yang parah tersebut adalah jalan yang menghubungkan antara Desa Semukut-Desa Ketapang, Desa Semukut-Desa Centai, Desa Batang Meranti-Desa Renak Dungun, dan Desa Merbau-Desa Baran Melintang. Selain itu warga juga mengusulkan prioritas pembangunan jalan desa yang sudah mendesak seperti semenisasi Jalan Juling Desa Semukut dan perbaikan jalan yang sudah ambruk di Desa Ketapang. (rep02)

Akses Merantionline.com Via Mobile m.merantionline.com