BBM Masih Langka

Dibaca: 1494 kali  Senin,01 Juli 2013 | 09:58:00 WIB

BBM Masih Langka
Ket Foto :

TEBING TINGGI - Agen Penyalur Minyak Subsidi (APMS) Swarjan yang berlokasi di wilayah Kecamatan Tebing Tinggi Barat, tidak mengambil jatah minyak yang seharusnya sekali sebulan harus diambil.

Akibatnya, terjadi kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Kecamatan Tebing Tinggi Barat dan sekitarnya, termasuk juga berimbas ke wilayah Kota Selatpanjang dan sekitarnya.

‘’Kita sudah surati pihak Pertamina agar dapat mengalihkan BBM tersebut ke APMS lain yang memiliki komitmen yang tinggi. Jatah BBM APMS Swarjan tersebut sebanyak 500 drum bensin dan 200 drum solar atau sama dengan dengan 140 kilo liter (KL),’’ ungkap Sekretaris Disperindagkop UKM, Drs H Said Jamhur, Ahad (30/6) kemarin.

Dikatakannya saat ini pihak Disperindagkop UKM mengaku kewalahan mengatasi kelangkaan yang dikibatkan APMS Swarjan tidak mengambil jatah minyaknya.

Sebab pihak Disperindagkop UKM tidak memiliki kewenangan untuk memutus jatah minyak APMS kepada Pertamina.

‘’Bagaimana tidak kita kewalahan. Sebab yang dipersalahkan adalah kita selaku pemerintah. Sedangkan kita tidak memiliki kewenangan untuk menindak tegas APMS. Kita hanya memiliki kewenangan untuk melakukan pengawasan saja agar BBM bisa tersalurkan ke masyarakat,’’ ujarnya dilansir riaupos.co.id.

Said menegaskan bahwa dalam kontrak kerja sama antara pihak Pertamina dengan APMS menguntungkan pihak pengusaha dan sangat merugikan masyarakat. Bagaimana tidak, kata Said, dengan ketidak konsistenannya APMS malah dibiarkan saja oleh pihak Pertamina.

‘’Minyak tersebut sebenarnya milik masyarakat yang dititipkan kepada pihak pengusaha (APMS). Kita sesali, jika minyak yang seharusnya diambil dan segera disalurkan, malah tidak diambil yang merugikan masyarakat. Coba kewenangan distribusi minyak diberikan kepada saya, maka tidak akan ada kelangkaan,’’ katanya.

Pihak APMS sudah dikontak, nmun tidak pernah ditanggapi. Bahkan pihak APMS sangat sulit diajak berkoordinasi, bahkan rakor yang kita lakukan terkait masalah BBM saja tidak pernah hadir. Jika memang tidak bisa lagi dibina, kenapa mesti dipertahankan,’’ ketusnya.

Pihak APMS Swarjan yang coba dikonfirmasik terkait tidak mengambil jatah BBM dari Pertamina yang dititipkan untuk disalurkan kepada masyarakat saat dikontak, Ahad (30/6) kemarin belum menjawab.

Sementara itu, pihak Pertamina sendiri, melalui Bidang Distribusi Distrianto yang dikonfirmasi  berulang kali tidak mendapatkan tanggapan karena selulernya tidak diangkat.(rep2)

Akses Merantionline.com Via Mobile m.merantionline.com