JSR Dirancang Untuk Tahan Getaran Gempa 7 Skala Richter

Dibaca: 2025 kali  Selasa,02 Juli 2013 | 10:25:00 WIB

JSR Dirancang Untuk Tahan Getaran Gempa 7 Skala Richter
Ket Foto :

SELATPANJANG – Tepat pukul 11.30 wib Rabu (26/6),  Wakil Gubernur Riau, Drs H Raja Mambang Mit didampingi Bupati Kepulauan Meranti, Irwan Nasir, MSi dan Ketua DPRD Meranti Hafizoh, Sag melakukan penekanan tombol sirene sebagai dimulainya proses pembangunan Jembatan Selat Rengit (JSR).

Beriringan dengan penekanan tombol, kemudian pemasangan tiang pancang pertama pembangunan jembatan yang melintasi Selat Rengit  langsung dilakukan.

Disaksikan lima kepala daerah regional SIAP BEDELAU yang turut hadir dalam pemasangan tiang pancang pertama JSR, Irwan, MSi langsung mendapat ucapan selamat dari Wakil Gubernur Riau (Wagubri), Mambang Mit, tokoh masyrakat Riau yang juga pengusaha nasional, Jon Erizal dan warga Kecamatan Pulau Merbau dan Kecamatan Tebing Tinggi Barat yang  memang sudah lama menunggu pelaksanaan pembangunan jembatan tersebut.

Mambang Mit seusai acara pemasangan tiang pancang pertama pembangunan JSR mengatakan, pembangunan jembatan ini memang menelan dana yang sangat besar. Meskipun demikian, manfaat dan misi yang dibangun Pemkab Meranti dalam membangun jembatan ini lebih besar lagi. JSR, tidak hanya menjadi icon bagi percepatan pembangunan infrasturktur dalam program merangkai pulau.

Pembangunan JSR merupakan kekuatan Meranti untuk menarik perhatian Pemerintah Pusat dan dunia internasional dalam upaya menjaga kelestarian alam. Dengan dijadikannya hutan mangrove di sepanjang JSR sebagai Ruang Terbuka Hijau, membuktikan bahwa Pemkab Meranti memiliki komitmen untuk mendukung program pengurangan emisi karbon Indonesia sebesar 26% pada tahun 2020.

Untuk itu, ke depan Pemerintah Pusat dan Propinsi Riau, harus memberikan alokasi anggaran untuk mendukung program percepatna pembangunan infrastruktur di Meranti.

“Tidak hanya pembangunan JSRnya. Tapi, komitmen pemda Meranti menjadikan hutan mangrove disekitar JSR sebagai pusat ekowisata alam. Merupakan satu lankah yang sangat tepat dalam upaya mengurangi emisi karbon dunia. Ini membuktikan bahwa pembangunan yang di gesa Pemkab Meranti, tidak merusak ekosistem mangrove. Kita dukung penuh uapaya ini, jadiakn mangrove sebagai salah satu bagian icon Meranti,” ungkap Mambang Mit.

Bupati Kepulauan Meranti, Irwan Nasir, MSi  menegaskan, pembangunan JSR merupakan bagian dari komitmen Pemkab dalam menggesa percepatan pembangunan infrastruktur untuk masyarakat. Berdasarkan  data, persentase terbesar sebaran angka kemiskinan terbesar Meranti berada di wialayah Pulau Merbau. Hal ini terjadi akibat minimnya infrasturktur dan kondisi monografi Pulau Merbau yang terisolir dari pusat kota Kabupaten di Selatpanjang.

Dengan dibangunnya jembatan Selat Rengit ini, diharapkan mampu menguraikan keterisoliran ini. Multifelefek lain dari kebijakan pembangunan jembatan ini, diharapakan mampu memperlancar aktifitas arus jasa dan barang keluar masuk ke berbagai pelosok pedesaan di Kecamatan Pulau Merbau. Situasi ini juga yang menjadi penyumbang terbesar angka inflasi di Meranti. Untuk itu, dengan pertimbangan inilah kenapa pembangunan JSR ini terus digesa Pemda Meranti.

“Tanpa jembatan JSR, sepertinya aktifitas mobilitas masyarakat di Pulau Merbau sangat tergantung pada “kurungan alam”. Akses mobilitas barang dan jasa, tergantung ada ketersediaan angkutan laut dan sampan penyebrangan. Untuk itu, dengan diadanya JSR, mobilitas barang dan jasa bias berjalan 24 jam. Dan yang lebih positif lagi, dengan adanya JSR diharapkan akan berdampak positif bagi pertumbuhan ekonoi masayrakat di Pulau Merbau dan sekitarnya,” beber Irwan dilansir haluankepri.com.(rep2)
 

Akses Merantionline.com Via Mobile m.merantionline.com