Sudah Lima Tahun Beraksi

Ya Ampun, Ibu dari Desa Gogok Ngajak Anak untuk Mencuri

Dibaca: 1886 kali  Rabu,20 Maret 2013 | 10:29:00 WIB

Ya Ampun, Ibu dari Desa Gogok Ngajak Anak untuk Mencuri
Ket Foto :

RANGSANG BARAT – Masalah ekonomi selalu membuat orang khilaf dan nekat. Namun, secara hukum alasan tersebut tetap tidak bisa dibenarkan. Setiap perbuatan salah harus diberi ganjaran setimpal, walaupun pelaku kejahatan sedang dihimpit kemiskinan.

Seperti kisah kriminal seorang ibu rumah tangga, sebut saja namanya, Nur, warga Desa Gogok, Kecamatan Tebingtinggi Barat. Gara-gara persoalan ekonomi, wanita berusia 26 tahun ini sampai nekat mencuri. Parahnya lagi, aksi pencurian itu tidak dilakukan Nur sendirian, tapi dengan melibatkan seorang putranya yang masih berusia delapan tahun.

Sebenarnya modus pencurian yang dilakukan Nur cukup sederhana. Dan rata-rata para korban adalah pemilik kedai harian yang biasa menjual bensin dan menyimpan uang di laci meja kedainya. Sebelum beraksi, biasanya ia terlebih dulu mengincar calon korbannya. Setelah itu ia pun berpura-pura berbelanja agar tidak dicurigai. Ketika korban lengah saat diajak ngobrol, saat itulah anaknya masuk ke kedai dan membuka laci meja untuk mengambil uang yang sudah tersimpan di dalam plastik tersebut.

Kapolsek Rangsang Barat, Iptu Muda Siregar di Bantar, Selasa (19/3) mengatakan, kejahatan Nur baru terbongkar ketika beraksi di kedai harian Baharudin bin Boyak (44), warga Dusun Rumbia, Desa Telaga Baru, Kecamatan Rangsang Barat, Jumat (15/3) lalu. Rupanya kedai tersebut sudah lama diincar pelaku untuk beraksi.

Saat itu, pelaku yang datang bersama anaknya dengan mengendai sepeda motor Yahama F1ZR berpura-pura singgah untuk berbelanja. Setelah membeli dua minuman kemasan (Jelly Drink), Nur langsung meminta kepada korban untuk mengisikan tiga botol bensin (tidak pakai liter) di sepeda motornya. Agar korban tidak melihat ke kedai, ia pun berdiri di samping lelaki itu sambil mengajaknya berbual-bual. Saat korban lengah, anak pelaku pun menyelinap masuk dan mengambil uang di laci kasir yang sudah terkumpul di dalam plastik asoi.

Agar korban tidak memakan waktu lama, Nur pun membayar bensin yang ia beli dengan uang pas. Ketika sang anak sudah berhasil mengambil uang korban dan menyembunyikannya di dalam pakaian, mereka pun tancap gas.

Walau tidak melihat aksi pelaku, namun Baharudin tetap curiga. Ia begitu terkejut ketika melihat uang hasil penjualannya hari itu sudah tidak berada di tempat semula. Yakin bahwa pelakunya adalah Nur dan anaknya, saat itu juga Baharudin menghubungi aparat kepolisian yang berada di pelabuhan penyeberangan di Desa Peranggas dan meminta agar petugas tersebut manahan Nur yang sedang menaiki pompong untuk menyeberang ke Selatpanjang.

Informasi semakin berkembang, hingga akhirnya sejumlah aparat Polsek Rangsang Barat diterjunkan ke pelabuhan untuk menangkap Nur. Untuk mencegah pelarian wanita itu, aparat kepolisian setempat pun langsung menghubungi pemilik pompong agar berputar haluan. Sekitar pukul 13.30 WIB, Nur bersama anaknya yang berada di pompong langsung diringkus dan digelandang ke Mapolsek Rangsang Barat untuk diperiksa.

“Dari tangan tersangka kita juga mengamankan barang bukti berupa satu unit sepeda motor F1ZR yang dikendarainya ketika beraksi dan uang pecahan Rp100 ribu dan Rp50 ribu. Setelah diperiksa, selanjutnya tersangka bersama sang anak kembali digiring ke Mapolsek Tebingtinggi untuk dititipkan di sana. Penitipan itu dilakukan mengingat kondisi tahanan di Mapolsek Rangsang Barat sangat tidak representatif, sehingga dikhawatirkan pelakunya akan kabur saat menjalani penahanan,” kata Muda Siregar.

Ditambahkan Kapolsek, dari keterangan tersangka saat dilakukan pemeriksaan, diakui bahwa aksinya sudah dilakukan sejak lima tahun lalu. Karena anak yang dilibatkan dalam aksi pencurian itu masih kecil, maka untuk sementara anak itu dititipkan kepada ayahnya, dan berdasarkan konsultasi dengan pihak KPAID Bengkalis, anak itu hanya akan dikenakan status sebagai saksi. (rep01)
 

Akses Merantionline.com Via Mobile m.merantionline.com