BBM Premium Langka Di Meranti

Dibaca: 2078 kali  Selasa,02 Juli 2013 | 10:31:00 WIB

BBM Premium Langka Di Meranti
Ket Foto :

SELATPANJANG-Di berbagai tempat di Kabupaten Kepulauan Meranti terjadi kelangkaan bahan bakar minyak jenis premium. Sejak Minggu (30/6) lallu hingga kemarin, premium mulai mengilang dari pasaran. Puluhan kios pengecer premium yang bisa berjulan di sudut kota Selatpanjang, terlihat sepi dan kosong.

Biasanya sepanjang jalan penjaja eceran BBM premium yang biasa dijual dengan ukuran botol mineral atau botol minuman keras terpajang di rol-rol pinggir jalan. Namun sejak hari Minggu lalu hingga kemarin tak satupun yang menjaula.

Iwan (35 th) salah seorang pengecer premium di Kampung Rangsang Barat yang biasa mangkal di jalan Poros Parit Rodi mengaku sudah tiga hari ini dirinya tak lagi berjulan premium. Karena tak lagi mendapat suplai dari pihak agen penyalur APMS akibat terbatasnya kuota premium. Begitu pula dengan agen lainnya sama-sama lagi kosong.

Akibat langka premium ini membuat harga premium cukup mahal untuk harga eceran premium di Selatpanjang mencapai Rp20 ribu per botolnya. "Biasanya perbotol Rp10 ribu sekarang malah Rp20-25 ribu perbotolnya," kata Fahrul (56 th) salah seorang tukang ojek yang sering mangkal di Pelabuhan Tanjung Harapan, Selatpanjang.

Dari berbagai tempat seperti di Selatpanjang, Rangsang Barat, Tebing Tinggi Barat, dan Rangsang Pesisir,  kenaikan harga BBM ini melambung tinggi. Untuk harga bahan bakar solar, sebelum kenaikan dalam satu drum Rp950 ribu dan setelah terjadi kenaikan harganya solar menjadi Rp1,5 juta per drum-nya. Sedangkan harga bahan bakar premium sebelum kenaikan harga Rp1,3 juta per drum, dan setelah kenaikan harga menjadi Rp 2 juta per drum.

“Melambung naiknya harga eceran BBM premium di Meranti akibat tidak tegasnya Pemerinah daerah dan aparat penegak hokum dalam mengatur pendistirbusian BBM bersubsidi. Masyarakat Meranti harus menanggung kebijakan kenaikan BBM oleh Pemerintah, disisi lainya juga harus menanggung kenaikan BBM akibat ulah permainan spekulan. Carut marutnya persoalan kelangkaan dan melambungnya harga BBM di Meranti membuktikan adanya “gurita” yang bermain diseputar pendistribusian BBM. Ini sudah mengakar lama di Meranti” ungkap mantan anggota DPRD Meranti, Ajis Arika yang kini menjadi aktifis sosial nelayan Meranti.

Menurutnya, BBM di Meranti rawan terjadi penyelewengan. Mulai dari permainan “minyak kencing”, sepekulai penimbunan hingga permainan “tangan-tangan gurita” dengan memperjual belikan BBM jatah APMS kepada pihak pengecer gelap. Tidak heran bila BBM premium sering hilang timbul di Selaptanjang, pagi hilang, sore muncul, sore hilang, malam muncul dengan harga yang mahal.

Sementara Sekretaris Disprindag Meranti H Zamhur, mengatakan akibat tidak diambilnya jatah APMS Swarjan menyebabkan pasokan BBM di Meranti semakin berkurang. Untuk itu, pihak Disprindag Meranti sudah melayangkan surat ke Pertamina agar kuota BBM untuk APMS Swarjan dialihkan ke APMS lainnya yang lebih produktif.

“Kita sangat menyesalkan sikap APMS Swarjan yang tidak mengambil jatah kuota BBM tersebut. Untuk itu, Disprindag Meranti sudah mengirimkan surat ke Pertamina Pekanbaru. Intinya, kita minta agar jatah kuota BBM untuk APMS Swarjan dialihkan ke APMS lainnya yang mendistribusikan BBM ke Meranti. Bagaimana tindak lanjutnya, kita masi menunggu  konfirmasi dari pihak Pertamina Pekanbaru” jelas  Said Zamhur dilansir haluankepri.com.(rep2)

Akses Merantionline.com Via Mobile m.merantionline.com