Pulau Merbau Paling Rawan Penyakit Gajah

Dibaca: 1855 kali  Rabu,20 Maret 2013 | 10:28:00 WIB

Pulau Merbau Paling Rawan Penyakit Gajah
Ket Foto :

SELATPANJANG – Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Meranti terus melakukan pendistribusian obat filariasis dan memberikan penyuluhan tentang bahayanya penyakit kaki gajah ini kepada masyarakat melalui pusat kesahatan masyarakat (Puskesmas) di masing-masing kecamatan.

“Saat ini jumlah obat yang telah didistribusikan sebanyak 5.383 Kotak DEC dan 1.958 pot Albendazole. Jumlah tersebut bisa saja bertambah, karena saat ini tim maupun kader kesehatan di masing-masing puskesmas masih melakukan survei darah jari (SDJ) terhadap masyarakat,” sebut Zulham, Bagian Pelaksana Program Diskes Kepulauan Meranti, di Selatpanjang belum lama ini.

Pemberian obat massal untuk penyakit kaki gajah ini akan dilakukan selama lima tahun, terhitung mulai tahun ini. Hal tersebut harus dilakukan, karena Kepulauan Meranti dinyatakan sebagai daerah endemis filariasis di Riau menyusul ditemukannya sejumlah penderita filariasis oleh Tim Laboratorium yang diturunkan oleh Kementerian Kesehatan.

“Jadi untuk memutuskan mata rantai virus yang disebarkan melalui nyamuk harus dilakukan pengobatan selama lima tahun. Nanti, 2015 kita kan laksanakan SDJ lagi untuk melihat perkembangannya,” sambung Kepala Seksi Pengobatan dan Pencegahan (P2) Bidang PMKL Diskes Kepulauan Meranti, Muhammad Fahri.

Fahri membeberkan, dari beberapa kasus gejala klinis filariasis disimpulkan penyakit ini berawal dari sekitar Dusun Rintis Desa Renak Dungun dan Desa Tanjung Bunga Kecamatan Pulau Merbau. Selain terjadi belasan kasus di daerah ini, lanjut Fahri, ia bersama tim pernah menjumpai penderita kaki gajah di Kecamatan Tebingtinggi, namun penderita tersebut mengaku mulai terkena penyakit sudah 23 tahun ketika ia masih menetap di sekitar wilayah Pulau Merbau.

“Jadi bisa kita simpulkan bahwa daerah awal terjadinya di daerah ini. Cuma hal itu masih perlu kajian mendalam, dan saat ini kita masih menunggu laporan resmi dari Tim Labor di Batam yang diturunkan Kemenkes ke Kepulauan Meranti beberapa waktu lalu,” tambahnya. (rep02)
 

Akses Merantionline.com Via Mobile m.merantionline.com