Roro KMP Berembang Masih Belum Beroperasi

Dibaca: 3168 kali  Kamis,04 Juli 2013 | 11:56:00 WIB

Roro KMP Berembang Masih Belum Beroperasi
Ket Foto :

TEBING TINGGI BARAT  - Hingga kini belum ada tanda-tanda roll on roll of (roro) Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Berembang akan kembali tidak beroperasi.

‘’Kita harus memahami kondisinya. Jumlah penumpang yang ada tidak cukup untuk menutupi biaya operasional, tentunya pengelola tidak mau rugi,’’ ujar Kepala UPTD Dishubkominfo Tebing Tinggi Barat, Kepulauan Meranti, Jumakir, saat ditemui  di Selatpanjang.

Untuk sekali berlayar, terangnya, dari Pelabuhan Tanjung Buton Kabupaten Siak ke Kampung Balak Tebing Tinggi Barat, Kepulauan Meranti KMP Berembang menghabiskan 750 liter solar dengan harga non subsidi. Jadi untuk satu trip pelayaran pulang pergi, memerlukan 1.500 liter solar.

Menurut Jumakir, saat ini KMP Berembang berlabuh di pelabuhan Roro Kampung Balak. Dia juga tidak bisa memastikan bahwa kapal tersebut akan beroperasi menjelang Ramadan dan hari raya mendatang.

‘’Kita di kabupaten hanya bisa berkoordinasi sebagai daerah operasi, karena pengelolanya adalah provinsi. Sedangkan aset-nya masih milik pusat. Jadi kita tunggu saja kabar dari provinsi,’’ ucapnya dilansir riaupos.co.id.

Dia menerangkan minimnya jumlah penumpang karena buruknya akses jalan dari Kampung Balak menuju ibukota Kepulauan Meranti, Selatpanjang sehingga masyarakat lebih memilih armada lain ketimbang penyeberangan Kampung Balak ini.

‘’Sebenarnya minat masyarakat kita tinggi, hanya saja akses jalan daratnya yang belum lancar,’’ kata Jumakir. Kapasitas KMP Berembang sendiri, sekali berlayar bisa mengangkut 200 kendaraan roda dua, 7 unit truk dan sekitar 20 mobil pribadi.

Dari pantauan wartawan beberapa waktu lalu, akses jalan dari Kota Selatpanjang menuju pelabuhan roro di Kampung Balak cukup lancar dan baik hanya sampai ke Desa Alai saja. Kemudian, dari Desa Alai ke Desa Kundur masih cukup parah dan hancur.

Sedangkan jalan base C dari Desa Kundur menuju Kampung Balak terlihat bergelombang dan tergenang air saat hujan. Kondisi terparah terlihat pada sekitar gorong-gorong KM 36 yang jauh lebih tinggi tanpa dibuat jalan sementara sehingga masyarakat yang melintas akan kesulitan terutama pengendara roda empat.(rep2)
 

Akses Merantionline.com Via Mobile m.merantionline.com