Dampak Kenaikan BBM, Harga Ayam dan Ikan di Meranti Naik

Dibaca: 854 kali  Minggu,07 Juli 2013 | 12:26:00 WIB

Dampak Kenaikan BBM, Harga Ayam dan Ikan di Meranti Naik
Ket Foto :

SELATPANJANG - Harga ayam potong dan iKan segar di pasaran Meranti naik drastis. Seperti harga ayam potong semula hanya Rp32 ribu perkilonya naik menjadi Rp36 ribu perkilo. Demikian juga dengan harga ikan tenggiri semula hanya Rp35 ribu perkilo naik menjadi Rp45 ribu/kg, ikan biasa basah dari Rp.25.0000/kg naik menjadi Rp. 35.000/kg.

Kenikan harga yang lebih drastis lagi, yakni ikan asin biang dari Rp.70.000/kg, naik menjadi Rp.90.000/kg, hampir sama dengan harga daging.

“Barang dagangan saya, banyak yang gak laku karena mahal," kata salah seorang pedagang Suparti yang biasa menjajakan julannya ke kampung-kampung. Tapi mau bagaimana lagi, kata dia di pasar membeli sayuran juga juga pada mahal. "Masa saya tidak mengambil untung sebagai upah lelah keliling kampung. Saya tak habis pikir, ekonomi kok semakin sulit. Kenaikan BBM ini makin buat masyarakat susah,” keluhnya dilansir haluankepri.com.

Kebijakan kenaikan harga BBM oleh Pemrintah, memang menjadi beban berat bagi masyarakat. Pasalnya, menyebabkan terjadinya kenaikan harga kebutuhan barang pokok. Meskipun kenaikan harga sembako relative fluktuatif, kondisi ini tetap memaksa masyarakat bersikap bijak dalam menata anggaran belanja kebutuhan sehari-hari. Apalagi menjelang Ramadhan dan lebaran, harga bahan pokok diperkirakan akan kembali naik lagi karena meningkatnya permintaan pasar.

Jamila (43) warga Kota Selatpanjang, juga  mengaku pusing menyikapi kebijakan kenaikan BBM ini. Ibu empat anak ini menilai, kebijakan Pemerintah menaikkan harga BBM diawal menjelang Ramadhan dan Idulfitri ini sangat tidak arif dan bijaksana. Dampak dari kebijakan ini, masyarakat harus menanggung resiko kemahalan harga

Sementara anggota Komisi II DPRD Meranti Fauzi Hasan membidangi ekonomi, Keuangan dan Pembangunan, menyatakan kebijakan Pemerintah menaikkan BBM memposisikan masyarakat dalam situasi yang sangat terjepit. Selain harus menanggung kenaikan harga BBM yang berdampak naiknya biaya hidup, menjelang Ramnadhan dan Idul Fitri jelas harga barang akan kembali naik.

Dibagian lain, masyarakat juga harus dipusingkan dengan persoalan biaya pendidikan, awal tahun ajaran. “Dampak kenaikan BBM memposisikan masyarakat dalam situasi yang terjepit," kata Fauzi.(rep2)
 

Akses Merantionline.com Via Mobile m.merantionline.com