Distamben Siap Kawal Operasional Tambang Timah di Rangsang

Dibaca: 2612 kali  Jumat,22 Maret 2013 | 03:15:00 WIB

Distamben Siap Kawal Operasional Tambang Timah di Rangsang
Ket Foto :

Selatpanjang-Kepala Dinas Pertambangan dan Energi, H Herman SE MM menyatakan siap mengawal operasional tambahng timha yang dilakukan oleh PT Wahana Perkit Jaya (WPJ). Pernyataan tersebu diungkapkan karena munculnya kabar bahwa lahan tambang tersebut disinyalir tumpang tindih.

Menururt Kadistamben, pihaknya sudah pernah dilakukan mediasi dengan PT Timah selaku perusahaan yang meng-klaim memiliki wewenang untuk eksploitasi timah diwilayah tersebut. Namun ketika diminta surat-menyurat yang berlaku, PT Timah tidak dapat menunjukkannya.

“Dari hasil pertemuan yang pernah dilakukan antara PT Timah dan PT WPJ tahun lalu (1 Maret 2012, red) di Dinas Pertambangan Provinsi Riau, PT Timah waktu itu tidak dapat menunjukkan SK yang katanya dikeluarkan oleh Kementerian, sehingga kami mengambil keputusan untuk terus melakukan pengurusan izin,” kata Gunawan.

Pernyataan tersebut turut diperkuat oleh penjelasan Kadistamben, H Herman, yang mengatakan bahwa wilayah usaha pertambangan timah itu berada dalam wilayah kewenangan Pemerintah Kabupaten. “Masa wilayah kita yang mengeluarkan izin pihak lain?, seharusnya kita yang mengatur izin tersebut selama masih berada diwilayah kita sesuai dengan aturan UU Nomor 4 Tahun 2009,″ tegas Herman.

Kadistamben berharap dapat duduk semeja dengan pihak PT Timah, jika perusahaan itu masih ngotot meng-klaim bahwa itu (daerah tambang, red) adalah wilayah konsensi mereka, agar semuanya jelas. “Kita akui bahwa mereka adalah perusahaan plat merah, namun kita juga plat merah kan?. Intinya saya tegaskan bahwa keberadaan operasional PT WPJ semuanya sudah sesuai dengan prosedur dan peraturan yang berlaku,” tegasnya.

Mantan Kadis Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Kepulauan Meranti ini mengungkapkan, bahwa potensi timah yang berada di areal pertambangan dalam wilayah perairan Kecamatan Rangsang itu berkisar 25.000 ton. Saat ini pihak perusahaan sedang melakukan pembangunan pabrik smelter biji timah di Pulau Topang Kecamatan Rangsang.

“Pembangunan pabrik smelter itu guna mengolah biji timah menjadi timah batangan, sehingga bisa dijual dengan harga yang lebih tinggi lagi. Dan dalam perekrutan tenaga kerja, perusahaan akan merekrut 60 persen tenaga kerja lokal, selain 40 persen tenaga ahli yang memang sudah didatangkan dari kantor pusat di Jakarta,” ungkapnya.

Selain akan menambah PAD Kabupaten Kepulauan Meranti, lanjut Herman, perusahaan ini juga akan memberikan kompensasi kepada masyarakat diwilayah sekitar pertambangan, dengan membayar royalti sebesar Rp 1000,- setiap kilogram timah yang dieksploitasi.

“Diharapkan dengan adanya dana tersebut, masyarakat di wilayah sekitar lokasi pertambangan dapat memanfaatkannya dengan baik, untuk kepentingan umum masyarakat. Tentunya penyaluran dana itu nantinya akan melalui mekanisme yang disepakati oleh Pemerintah Desa sekitar, yang dikoordinir oleh Pemerintah Kecamatan,” jelasnya. (rep01)

Akses Merantionline.com Via Mobile m.merantionline.com