Malaysia Kuasai Tata Niaga Kelapa Bulat di Meranti

Dibaca: 2440 kali  Sabtu,13 Juli 2013 | 05:19:00 WIB

Malaysia Kuasai Tata Niaga Kelapa Bulat di Meranti
Ket Foto :

SELATPANJANG –Anjloknya harga komoditas perkebunan utama di Meranti, hingga kini masih terus berlanjut. Meskipun secara bertahap, ada perubahan namun harga jual beli komoditas perkebunan utama di Meranti masih jauh dari harapan.

Seperti harga kelapa bulat mengalami penurunan yang signifikan saat ini hanya Rp800/kg. Kalaupun harga  kelapa menjelang Ramadhan sempat naik, Rp100/kg, kenaikan tetap tidak menggembirakan para petani kelapa di Meranti.

Namun harga lainnya masih tetap bertahan, seperti harga karet Rp8000/kg, kopi Rp3000/kg, dan kelapa Rp800/kg.

Syamsuddin (54) petani kelapa asal Desa Sendahur Rangsang Pesisir, mengatakan anjloknya harga kelapa sepertinya sulit untuk bisa kembali pulih. Pasalnya, jatuhnya harga kelapa ini akibat harga pasaran kelapa bulat dan kopra di Malaysia anjlok.

“Kalau harga kelapa di Malaysia masih terap rendah, sampai kapapun harga kelapa dan kopra di daerah ini tidak akan naik. Soalnya, pembuangan produk buah kelapa Meranti ini rata-rata di bawa ke Malaysia. Untuk itu, sulit bagi petani kelapa di Meranti untuk mendapatkan harga kelapa yang lebih baik,” ungkap Syamsuddin dilansir haluankepri.com.

Petani kelapa di Meranti memang dalam dilema yang serba sulit, ibarat makan buah simalakama. Dengan harga kelapa yang relatif rendah, jelas sangat tidak menguntungkan petani. Dengan harga kelapa Rp800/kg, tidak mencukupi untuk membayar seluruh proses tata niaga kelapa.

Dengan naiknya  harga BBM, menyebabkan naiknya harga kebutuhan harian. Hal ini ahirnya memaksa para buruh kelapa menuntut kenaikan upah. Belum lagi biaya transportasi, jelas akan turut naik.

Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Kepualaun Meranti Makmun Murod, mengatakan produksi kelapa Meranti memang cukup berlimpah. Mengacu pada sebaran luas areal perkebunan kelapa milik masyarakat, kelapa merupakan komoditas perkebunan utama di Meranti. Setiap harinya, dari perkebunan kelapa di Meranti ini mampu menghasilkan lebih dari 200 ribu butir kelapa bulat. Namun, sayang dengan harga kelapa yang jatuh ini, sangat menyulitkan petani.

Diakui Murod anjloknya harga kelapa ini akibat spekulasi pelaku industri kelapa di Malaysia.  Hampir 80% pasokan industri kelapa Malaysia disuplai dari Meranti. Akibatnya, harga jual beli kelapa bulat di Meranti sangat dipengaruhi harga pasaran di Malaysia. Untuk  memutus rantai pemasarannya, sepertinya sangat sulit karana baik petani maupun pedagang kelapa sudah terjerat hutang dengan pihak penampung kelapa di Malaysia yang menjadi pembeli tetap.(rep2)

Akses Merantionline.com Via Mobile m.merantionline.com