Meranti Terus Gesa Pembangunan Jalan Lingkar

Dibaca: 1925 kali  Selasa,16 Juli 2013 | 01:02:00 WIB

 Meranti Terus Gesa Pembangunan Jalan Lingkar
Ket Foto :

SELATPANJANG – Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Meranti terus menggesa pembangunan jalan lingkar. Untuk tahun 2013 ini, selain melanjutkan pembangunan jalan koridor 1 Alai-Mengkikip dan Koridor 3 Lukun-Sungai Tohor, juga menggesa merealisasikan pembangunan jalan koridor empat antara Melai–Kedaburapat.

Untuk proyek pembangunan jalan lingkar yang menyisir kawasan pesisir utara pulau tertluar pulau Rangsang ini menelan dana anggaran Rp15 miliar dengan volume 6 kilometer.

Program pembangunan jalan koridor ini akan terus berlanjut setiap tahun anggaran, hingga ke Desa Tanjung Kedabu yang menjadi titik temu pembangunan jalan poros kecamatan Rangsang Tanjung Samak dengan Tanjung Kedabu.

Menurut Bupati Kepulauan Meranti Irwan Nasir, dengan digesanya pembangunan jalan koridor empat ini sebagai komitmen Pemkab Meranti dalam meretas keterisoliran masyarakat pulau terluar dengan kota Selatpanjang. Program pembangunan jalan koridor empat antara Melai-Kedaburapat ini, kata dia sebagai upaya Pemkab Meranti menggesa menarik perhatian investor untuk mengelola industri pengolahan garam laut Rangsang.

“Kebijakan pembangunan jalan koridor empat ini, merupakan bagian dari kebijakan strategis pengembangan kawasan industri garam Meranti di Pantai Rangsang. Selain itu, juga untuk memutus rentang kendali keterisoliran masyarakat Pesisir utara Pulau Rangsang, yang pada umunya nelayan denghan pusat kota Selatpanjang. Dengan dermikian, secara ekonomi pembangunan jalan ini diharapkan akan mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi masyarakat,” ujar bupati dilansir haluankepri.com.

Dikatakannya, program pembangunan empat jalan koridor yang melingkar pulau-pulau besar yang dimiliki Meranti, merupakan rencana strategis Meranti dalam upaya menarik perhatian investor dan pemerintah pusat menjadikan Meranti sebagai pusat ekonomi baru di Riau. Pembangunan empat jalan koridor ini. Selanjutnya akan dikoneksikan dengan jalur lintas trans Jawa-Sumatera melalui Jalintim (Jalan lintas Timur) di Pelalawan.

Maka untuk merealisasikan program tersebut, Pemkab Meranti telah membangun MoU dengan Pemkab Siak dan Pelalawan untuk merealisasikan Jembatan Air Mabuk–Putong, yang akan menghubungkan kawasan Meranti dengan daratan Sumatera. Pembangunan jembatan yang diperkirakan akan menalan dana lebih dari Rp2 trilyun itu, akan menjadikan empat jalan koridor Meranti masuk dalam akses jalan nasional atau propinsi di kawasan perbatasan.

Ajukan Anggaran Ke Pusat

Menyinggung soal program penanggulangan abrasi Pulau Rangsang, kata Irwan, pada dasarnya Pemkab Kepulauan Meranti tetap konsisten melakukan upaya penanggulangan abrasi pantai Pulau Rangsang melalui program peyediaan Ruang Terbuka Hijau Mangrove (RTH Mangrove) di sepanjang pesisir pantai Pulau Rangsang. Namun upaya ini harus disinergikan dengan Pemerintah Pusat untuk program pembangunan batu pemecah ombak. "Pembangunan batu peecah ombak, kita ajukan ke pusat untuk mendapatkan alokasi anggaran dana APBN 2014 mendatang. Dan kita harapkan stake holder terus mengejar target ini” tandas Irwan lagi.(rep2)

Akses Merantionline.com Via Mobile m.merantionline.com