Popularitas Israel Diprediksi Bisa Terjun Bebas

Dibaca: 1076 kali  Kamis,18 Juli 2013 | 01:42:00 WIB

Popularitas Israel Diprediksi Bisa Terjun Bebas
Ket Foto :

YERUSALEM-Menteri Keuangan dan mitra koalisi, Yair Lapid mengakui langkah Uni Eropa yang melarang bantuan bagi lembaga-lembaga Israel, bisa menjadi peringatan posisi Israel yang semakin memburuk di pentas global. Ia menganggap keputusan Eropa akan mengarah pada upaya isolasi Israel.

Lapid pun yakin semakin Israel menunda negosiasi damai dengan Palestina, maka akan semakin merugikan Negeri Bintang David itu. Uni Eropa memiliki syarat bagi perusahaan, universitas, atau lembaga lain milik Israel yang ingin mendapatkan kucuran dana dari Uni Eropa.

Syaratnya, lembaga Israel harus menandatangani klausal yang mewajibkan mereka beroperasi di wilayah Israel sebelum 1967. Sehingga, mereka yang berada di Dataran Tinggi Golan, Yerusalem Timur dan Tepi Barat makan akan dilarang mendapat hibah, hadiah, atau pinjaman dari Uni Eropa.

Klausul ini adalah dukungan kuat Uni Eropa kepada permintaan Palestina agar Israel mengembalikan wilayah setelah 1967.  "Uni Eropa memperjelas, mereka tidak akan mengakui perubahan perbatasan pra-1967, selain yang disepakati oleh para pihak untuk proses perdamaian Timur Tengah," tulis Uni Eropa dalam sebuah pernyataan yang dilansir Al Jazeera.

Negosiasi damai antara Palestina dan Israel telah terhenti sejak lima tahun lalu. Langkah ini terhenti akibat upaya Israel untuk terus membangun pemukiman di wilayah Yerusalem Timur dan Tepi Barat. Hingga Menteri Luar Negeri AS, John Kerry kembali mendorong upaya perdamaian antar kedua negara.

Palestina menuntut Israel menghentikan pembangunan di Tepi Barat dan Yerusalem serta mengembalikan wilayah itu. Palestina juga meminta Israel mengakui garis batas sebelum 1967 sebagai batas negara masa depan Palestina. Tetapi, Netanyahu tetap bersikeras perundingan sepatutnya tanpa ada prasyarat apapun.

Langkah Uni Eropa bisa menjadi tambahan beban bagi Israel, setelah tahun Lalu Majelis Umum PBB mengakui garis batas negara masa depan Israel adalah sebelum 1967. PBB pun menaikkan status Palestina sebagai pengamat.

Pemberian bantuan dana atau hibah Uni Eropa sebesar jutaan euro telah dilakukan tiap tahun ke Universitas, perusahaan dan peneliti di Israel. Sebagai contoh, Uni Eropa memberikan dana sebesar 667 ribu euro untuk membantu mendirikan pusat kegiatan pengurangan emisi gas rumah kaca di Israel. Program lain adalah bantuan dana sebesar 950 ribu euro untuk meningkatkan inspeksi kesehatan hewan ternak. (rep05)

Akses Merantionline.com Via Mobile m.merantionline.com