Penyaluran BLSM di Bagan Melibur Dinilai Salah

Dibaca: 1498 kali  Sabtu,20 Juli 2013 | 11:28:00 WIB

Penyaluran BLSM di Bagan Melibur Dinilai Salah
Ket Foto :

SELATPANJANG - Kebijakan yang dibuat oleh Kades Bagan Melibur, Kecamatan Merbau, Drs Komari dan jajarannya membagi-bagikan secara rata dana bantuan langsung sementara masyarakat (BLSM) akhirnya mendapat sorotan tajam dari berbagai kalangan. Banyak yang menilai itu merupakan kebijakan yang salah.

Seperti yang disampaikan Wakil Ketua DPRD Kepulauan Meranti, Muhammad Jufri SAg, Kamis (18/7). Menurutnya, pemerintah desa tidak boleh memandai-mandai mengubah dan membuat kebijakan sendiri.

Setiap program, apalagi yang dibuat oleh pemerintah pusat harus dijalankan sesuai aturan.

‘’Itu kebijakan yang salah, karena apapun alasannya secara administrasi tetap salah. Kalaupun ada masyarakat yang layak menerima tapi tidak terdata, itu bukan urusan kades dan jajarannya tapi petugas pendataan. Jadi ini yang harus dipahami, tidak bisa memaksakan kehendak walaupun tujuan kita sebenarnya baik,’’ ungkap Muhammad Jufri.

Selaku kades, ujar politisi PAN Kepulauan Meranti, harus bisa memahami aturan tersebut. Kebijakan yang dibuat bisa saja menimbulkan persoalan yang lebih luas.

‘’Yang namanya di desa unsur politis itu tetap ada. Sedikit saja salah dalam mengambil kebijakan bisa berakibat fatal,’’ sebut M Jufri lagi.

Dia juga menyayangkan petugas pendataan yang bekerja tidak maksimal sehingga data yang diberikan tidak benar-benar valid. Akibatnya, banyak masyarakat miskin yang tidak mendapatkan haknya.

Hal senada juga disampaikan Ketua Forum Wartawan Peduli Kasih (FWPK) Sawaluddin. Dia menilai bahwa kebijakan yang dibuat oleh Kades Bagan Melibur dan jajarannya itu jelas-jelas salah dan sama saja dengan gantung diri.

Agar persoalan tersebut tidak makin melebar, dia menyarankan supaya uang yang telah dibagikan itu dikembalikan saja kepada yang lebih berhak menerimanya (masyarakat pemegang kartu BLSM).

‘’Saya menilai ini kebijakan yang aneh dan nekat. Selama ini, tidak ada yang mau peduli ketika banyak masyarakat miskin yang tidak mendapatkan BLSM. Tapi kenapa ketika orang berada tak dapat mereka peduli dengan alasan bagi rata atau sama rasa,’’ sebutnya dilansir riaupos.co.id.(rep2)

Akses Merantionline.com Via Mobile m.merantionline.com