Pulau Rangsang Dinilai Kawasan Industri Masa Depan

Dibaca: 2339 kali  Senin,22 Juli 2013 | 05:30:00 WIB

Pulau Rangsang Dinilai Kawasan Industri Masa Depan
Ket Foto :

SELATPANJANG – Pulau Rangsang yang merupakan salah satu pulau terluar yang dimiliki Kabupaten Kepulauan Meranti, dinilai bisa menjadi salah satu kawasan Industri masa depan Meranti setelah Pulau Topang. Potensi pulau terluar yang banyak menyimpan kekayaan alam ini, merupakan  pulau yang berbatasan langsung dengan Selat Malaka akan menjadi Kawasan Industri masa depan.  

Untuk itu, pulau  yang berpenduduk lebih dari 40 ribu jiwa  ini  disimpan sebagai tumpuan PAD masa depan Kabupaten Meranti.

Demikian dikatakan Bupati Kepulauan Meranti Irwan Nasir  disela-sela Safari Ramadhannya ke Desa Kayu Ara Kecamatan Rangsang Pesisir, Kamis (18/7). Menurutnya, pada safari ini ia tidak hanya sebatas kunjungan resmi saja ke desa yang dibangun sejak tahun 1920. Namun Safari Ramadhan ini juga disertai dengan pemberian sejumlah bantuan untuk anak-anak yatim, kaum dhuafa dan bantuan sosial untuk sejumlah masjid di kecamatan yang baru dimekarkan tahun 2011 tersebut.

“Pulau Rangsang ini kita plot sebagai kawasan industri masa depan Meranti. Potensi kekayaan sumber daya alam pulau ini belum digarap dan ini menjadi cadangan PAD Meranti kedepan. Untuk itu, pulau ini akan butuh strategi pembangunan yang berbeda dari pulau-pula lain di Meranti” ungkap Bupati dilansir haluankepri.com.

Menurutnya, pulau Rangsang memiliki potensi sumber daya alam yang sangat berlimpah. Pulau ini tidak hanya menjadi salah satu lumbung pangan, tapi juga memiliki berbagai potensi kekayaan yang belum digarap. Diantaranya, potensi budidaya garam laut,tambang pasir laut, migas, bijih timah dan potensi perkebunan kopi dan kelapa terluar yang di  miliki Meranti. Potensi perkebunan di pulau ini, sepanjang tahunnya mampu menyuplai ratusan tok bijih kopi kualitas ekspor yang menjadi penyuplai utama industri  pengolahan kopi Malaysia Nascape. Perkebunan kelapanya yang luas, juga merupakan penyumbang lebih dari 70%  industry pengoalahan kepala Malaysia. Untuk itu, dengan potensi kekayaan tambang dan perkebunan yang dimiliki Pulau Rangsang ini menjadi incaran sejumlah investor untuk membangun industri. Diantaranya investor dari Cina dan Korea yang telah menjajaki peluang investasi di pulau Rangsang.

Ditambahkan Bupati, untuk menggesa percepatan pembangunan KIR (Kawasan Industri Rangsang), Pemkab Meranti berupaya membangun sinergi dengan pihak swasta dan BUMN. Terutama dalam upaya menggesa pembangunan infrastruktur dasar, mulai dari jalan, jembatan, pelabuhan dan listrik. Kebijakan ini tentunya dilakukan melalui kerjasama jangka panjang yang saling menguntugnkan. Khusus untuk pembangunan jalan lingkar, Pemkab Meranti merencanakan melaui program multiyears.

Demikian juga untuk pembangunan jembatan dan pelabuhan, selain mengandalkan APBD murni meranti juga diupayakan melalui program shering budget anggaran dengan APBD Propinsi dan APBN. Salah satu pertimbangan kuat Pemkab untuk menggesa shering budget anggaran ini, selain sebagai kawasan industry masa depan Pulau Rangsang merupakan salah satu pulau terluar yang dimiliki NKRI. Jadi pembangunan Pulau Rangsang kedepan, memiliki nilai strategis bagik secara ekonomi, politik maupun Ipoleksosbud. “Khusus untuk pembangunan listrik, kita harapkan PLN bisa memanfaatkan potensi energi biomasa limbah kulit sagu yang dioleh menjadi energy listrik, ” imbuh  Bupati. (rep2)

Akses Merantionline.com Via Mobile m.merantionline.com