Harga Karet Rp6.000 per Kilogram

Dibaca: 2228 kali  Kamis,25 Juli 2013 | 10:57:00 WIB

Harga Karet Rp6.000 per Kilogram
Ket Foto :

RANGSANG BARAT - Semakin merosotnya harga ojol (karet getah) membuat para petani terus mengeluh. Apalagi hari raya Idul Fitri tak lama lagi akan tiba yang membuat semakin mencemaskan dan meresahkan para petani ojol sebab harga ojol merosot hingga mencapai Rp6.000 per kilogram.

‘’Dengan turunnya harga getah, bagaimana bisa buat kue hari raya. Belum lagi kebutuhan bahan pokok untuk memenuhi keperluan sehari-hari seperti cabai, daging, telur, bawang dan lainnya terus merangkak naik jelang Idul Fitri, sementara getah terus merosot,’’ ungkap Ida, salah satu penoreh getah Desa Bokor, Kecamatan Rangsang Barat, Selasa (23/7).

Ditambahkan Mardian ST, Ketua Karang Taruna Rangsang Barat bahwa dengan kondisi saat ini, harga ojol tidak menentu.

Pernah beberapa kali anjlok mencapai Rp6.000 per kilogramnya. Namun harga ojol juga pernah sebesar Rp7.500, Rp10.000 dan Rp11.000 per kilogram.

‘’Kalau harga ojol masih Rp10.000 sampai Rp11.000, petani dan penoreh masih bisa bernafas. Tapi jika sudah sampai Rp6.000 sudah kelewatan. Bagaimana mau menghadapi Idul Fitri dengan suka cita dan bergembira jika banyak keperluan yang tak terpenuhi,’’ terangnya dilansir riaupos.co.id.

Sementara itu, penampung ojol di Desa Sialang Pasung, Ayang saat dikontak, Selasa (23/7) mengakui harga ojol memang terus turun. Namun di tempatnya harga terendah per kilogram ojol mencapai Rp8.000.

‘’Jika ada yang sampai Rp6.000 per kilogramnya berarti mungkin jauh dan sudah dipotong harga transportasi. Kalau kita harga terendah yang kita beli Rp8.000. Tapi untuk saat ini harga ojol sudah mulai sedikit naik yaitu Rp8.500 per kilogramnya,’’ ungkapnya.

Ayang menegaskan harga ojol tersebut ditetapkan oleh harga nasional, bukan asal-asalan saja. Makanya jika harga nasional naik maka harga ojol akan kembali naik.

‘’Yang jelas kita hanya menampung dan menjual kepada toke lagi yang datang menjemput. Kalau ojol yang kita tampung, kadang kita bawa ke Pekanbaru atau ke Medan. Tak jarang kami sepakat penampung juga rugi akibat turun naiknya harga ojol ini. Seperti pernah kami membeli ojol masih Rp10.000, saat akan dijual lagi ke pabrik, malah harganya turun yang mengakibatkan kami rugi,’’ katanya memberikan penjelasan.(rep2)

Akses Merantionline.com Via Mobile m.merantionline.com