Lahan dan Kebun Warga Tasik Putri Puyu Terbakar

Dibaca: 1693 kali  Jumat,26 Juli 2013 | 10:50:00 WIB

Lahan dan Kebun Warga Tasik Putri Puyu Terbakar
Ket Foto : ilustrasi

TASIKPUTRIPUYU - Kebakaran melanda puluhan hektar lahan  kebun karet dan sagu milik warga di desa Tanjung Pisang dan Selatakar kecamatan Tasik Putri Puyu. Belum diketahui penyebab awal kebakaran tersebut.

Salah satu warga yang ikut memadamkan api, Azmi mengatakan, warga  sangat kesulitan memadamkan api, karena sumber air tidak ada.

"Kebakaran sudah terjadi mulai minggu kemarin. Kami kewalahan, apalagi sekarang musim kemarau, air sangat payah di dapatkan untuk memadamkan api. Memang saat ini api berhasil diatasi, tapi kami masih berjaga-jaga, sebab tak menutup kemungkinan api akan menjadi besar lagi karena musim kering dan juga angin kencang," katanya.

Menurut Azmi yang saat dihubungi masih berada dilokasi kebakaran, mereka  tidak didukung alat pemadam kebakaran yang memadai. Bahkan hanya ada sekitar 6 sampai 9 orang tenaga saja yang berada dilokasi kebakaran ikut memadamkan api. "Kami hanya menggunakan alat seadanya, seperti ember dan pompa racun. Sampai hari ini (kemarin) masih ada apinya, belum bisa dipadamkan semua. Tapi api tidak begitu besar," ceritanya.

Lebih lanjut Azmi bersama sejumlah rekannya mengakui kalau kobaran api sudah menjalar dan membakar ke lahan dan kebun milik warga diperbatasan antara Desa Tanjung Pisang dengan Selatakar. Bahkan, warga Selatakar Rabu (24/7) malam lalu ikut turun ke lokasi kebakaran untuk memadamkan api.

"Api merambat ke kebun sagu milik warga Bernas Desa Selatakar. Kami tidak mampu lagi untuk memadamkannya. Tapi Kepala Desa Selatakar juga menurunkan warganya ke lokasi. Kita melihat dari jauh banyak kebun sagu yang terbakar disana," tambah Dani pula.

Mereka berharap kepada pemerintah kecamatan, kabupaten untuk membantu menyediakan peralatan pemadam kebakaran, seperti mesin pompa air. Sehingga ketika terjadi musibah kebakaran, maka warga bisa lebih mudah dan terbantu, tidak kesulitan seperti yang mereka alami. (rep6)
 

Akses Merantionline.com Via Mobile m.merantionline.com