Meranti Berbenah Menuju MDGs 2020

Dibaca: 3127 kali  Senin,05 Agustus 2013 | 11:39:00 WIB

Meranti Berbenah Menuju MDGs 2020
Ket Foto :

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Meranti terus berupaya menggesa percepatan pemerataan pembangunan infrastruktur dasar di berbagai pelosok pedesaan. Dalam sepuluh tahun kedepan, kebutuhan infrastruktur dasar tersebut sudah harus dipenuhi. Selain memang tuntutan, kebijakan tersebut sebagai salah satu cara untuk menjadikan tahun 2020 Meranti menunju MDGs (Milenium Development Goals).

"Kita canangkan tahun 2020 Meranti sudah menuju tahun keemasan atau MDGs. Untuk mendukung program tersebut, satu desa akan kita tempatkan satu dokter umum, satu bidan dan tiga perawat. Harapan kita, pada era tersebut Meranti bebas dari penyakit menular dan drajat kesehatan masyarakat meningkat dengan baik, zero kemiskinan, zero angka kematian ibu melahirkan dan tidak ada kasus gizi buruk," ungkap Bupati Kepulauan Meranti Drs Irwan MSi.

Dengan kondisi infrastruktur dasar yang masih minim, kata Irwan, memang sulit untuk bisa mengangkat harkat dan martabat kesejahteraan masyarakat pedesaan. Meskipun Meranti merupakan daerah yang strategis dan subur, dengan infrastruktur dasar yang minim tetap tidak akan mampu mendongkrak tingkat kesejahteraan masyarakat. Ditambah lagi dengan masih minimnya kesadaran masyarakat untuk menjalankan hidup sehat. Persoalan ini tentunya akan semakin menggiring masyarakat di pelosok-pelosok pedesaan dan terus terkurung dalam lingkaran kemiskinan, serta ancaman penyakit menular. Untuk itu, pembangunan infrastruktut dasar akan terus menjadi target utama Pemkab Meranti hingga 10 tahun kedepan. Termasuk program penyediaan air bersih dan peningkatan pelayana kesehatan.

"Sarana dan parasana peningkatan pelayanan kesehatan akan terus kita tingkatkan di setiap desa. Kita upayakan agar masyarakat dengan mudah mengakses pusat pelayanan kesehatan dengan cepat. Tidak ada lagi warga yang sakit harus ditarik dengan grobak ke RSUD Selatpanjang. Dengan tersedianya tenaga medis yang cukup, kita harapkan semua persoalan pelayanan kesehatan bisa tuntas dipusat kesehatan masyarakat yang tersebar di pelosok-pelosok pedesaan," ujar Irwan.

Menyinggung kebutuhan tenaga medis, Bupati Irwan mengakui tidak bisa menafikan hal tersebut. Meranti tetap membutuhkan tenaga-tenaga medis, baik dotker, bidan, perawat maupun sarjana kesehatan masyarakat. Bagaimanapun juga, untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat tidak cukup hanya dengan tersedianya fasilitas sarana dan prasarana infrastruktur kesehatan. Dibagian lain, Meranti juga butuh penggerak kesehatan masyarakat.

"Selain fasilitas, mental dan pola fikir masyarakat akan pola hidup sehat dan harus turut menjadi bagian prioritas menuju MDGs. Untuk ke arah itu, tentunya Meranti membutuhkan banyak motivator yang akan berperan aktif dalam mendobrak pola fikir masyarakat dan ini tentunya dari penyuluh sarjana kesehatan masyarakat," sebut Bupati Irwan.

Fokus pada Kualitas Kesehatan

Sampai saat ini, program pembangunan bidang kesehatan yang diupayakan Pemkab Kepulauan Meranti tetap difokuskan pada peningkatan kualitas kesehatan masyarakat. Dimana, ada tiga faktor determinan yang sangat menentukan kualitas kesehatan masyarakat, yaitu lingkungan, perilaku dan pelayanan kesehatan.

"Secara esensial pelayanan kesehatan harus kita tingkatkan pada aspek aksesibilitas dan mutu pelayanan. Berbagai program maupun kegiatan pun telah kita laksanakan. Seperti halnya pembangunan pusat-pusat kesehatan masyarakat sampai ke tingkat desa (Pustu atau Puskesdes)," kata Bupati Irwan.

Selain itu juga dilakukan penambahan jumlah tenaga medis dan paramedis untuk meningkatkan pelayanan sampai ke pelosok desa. Termasuk upaya meningkatkan jangkauan transportasi bagi warga yang sakit dengan menyediakan ambulan laut. Sementara untuk mendekatkan pelayanan kesehatan dasar sampai ke front line, saat ini Meranti telah memiliki 57 unit Puskesmas Pembantu, 19 unit Poskesdes dan 9 unit Puskesmas ditambah 1 unit Rumah Sakit.

Sedangkan untuk meningkatkan layanan kesehatan, pemerintah telah memberikan Jaminan Kesehatan Masyarakat Daerah melalu program Jamkesda. Untuk program ini telah dikucurkan dana sebesar Rp 2 Miliar pada tahun 2011 dan sebesar Rp 1,9 Miliar pada tahun 2012. Tahun 2013 ini, Pemkab Meranti juga telah merencanakan program jaminan kesehatan bagi pekerja mandiri (perorangan) yang belum tertampung dalam program-program jaminan kesehatan yang sudah ada saat ini.

Bahkan, Pemkab Kepulauan Meranti juga akan terus berupaya melakukan revitalisasi RSUD melalui penyediaan dokter spesialis serta pengadaan dan penambahan peralatan kesehatan. Begitu juga dengan dibangunnya tiga Puskesmas rawat inap di tiga kecamatan guna mendukung pelayanan kesehatan.

Puskesmas Rawat Inap yang Berkelas

Kondisi geografis Kabupaten Kepulauan Meranti yang terdiri dari pulau-pulau dipandang perlu perhatian khusus bagi optimalisasi pelayanan kesehatan masyarakat. Tidak hanya persoalan jarak tempuh, tapi juga berkaitan dengan kondisi ekonomi masyarakat desa yang sebagian besar masih tergolong dalam ekonomi lemah.

Karenanya, Bupati Kepulauan Meranti, Drs Irwan MSi berencana untuk terus meningkatkan fasilitas seluruh Puskesmas yang ada di tiap kecamatan menjadi Puskesmas rawat inap. Dengan perlengkapan fasilitas itu pula, kelak keberadaan Puskesmas rawat inap di daerah ini bisa menandingi rumah sakit swasta yang selama ini dipandang cukup efektif dan efisien dalam menangani pasien.

"Perlahan-lahan kita akan upayakan untuk terus menambah fasilitas semua Puskesmas, seperti pengadaan alat kesehatan dengan kualitas baik, infrastruktur memadai yang dapat melayani kesehatan masyarakat dengan maksimal, termasuk mengadakan tempat tidur rawat inap dengan kualitas pula sehingga bisa menandingi rumah sakit swasta," kata Bupati Irwan usai meninjau kondisi sejumlah Puskesmas rawat inap yang terdapat disejumlah kecamatan.

Tidak hanya melengkapi fasilitas kesehatan saja. Untuk mencapai kearah itu, Bupati Irwan juga berpesan kepada seluruh petugas kesehatan di masing-masing Puskesmas agar selalu giat bekerja dengan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat selaku pasien. Sebab, pelayanan terbaik yang diberikan turut menunjang tercapainya cita-cita mulia tersebut.


Memaksimalkan Pelayanan Kesehatan

Kasus penolakan pihak rumah sakit terhadap pasien yang kerap terjadi di Jakarta dan sejumlah daerah lainnya, diharapkan tidak terjadi di Kabupaten Kepulauan Meranti. Untuk meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat, DPRD dan Pemerintah Daerah Kepulauan Meranti telah mengalokasikan anggaran untuk biaya kesehatan masyarakat, baik melalui program Jamkesda, Jamkesmas maupun Jampersal. Semua program ini harus dilaksanakan dengan harapan tidak ada masyarakat yang terlantar saat membutuhkan pelayanan medis.

Bupati Kepulauan Meranti, Drs Irwan MSi, selalu mengingatkan agar seluruh tim teknis kesehatan terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Pelayanan terbaik yang harus diberikan tidak saja bagi petugas di RSUD, tapi juga bagi petugas Puskesmas, Puskesdes maupun Polindes. Peningkatan pelayanan kesehatan harus menjadi target utama dalam peningkatan pelayanan publik di Kepulauan Meranti.

"Jangan sampai dipersulit, berikan layanan medis secara maksimal. Kalau ada warga yang butuh perawatan, cepat lakukan dan tinggalkan persoalan yang tidak urgen. Keselamatan nyawa masyarakat itu lebih penting dari segala-galanya," tegas Bupati Irwan.

Peningkatan kesehatan masyarakat, urai Bupati, menjadi sangat penting. Tidak hanya sebagai tolok ukur pada program peningkatan kualitas SDM, tapi juga komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karenanya, ia selalu mengingatkan agar tidak ada diskriminasi dalam memberikan pelayanan.

Apalagi Kabupaten Kepulauan Meranti berkomitmen dalam menyongsong MDGs pada tahun 2020 mendatang. Salah satu syarat mutlaknya adalah tidak adanya serangan penyakit ekstrim menular.

"Selain peningkatan pelayanan medis untuk pasien, kita harap Dinkes juga terus berupaya meningkatkan pelayanan medisnya. Di samping meningkatkan program kesehatan masyarakat. Fokuskan pada upaya membangun kesadaran untuk hidup sehat. Pemkab Kepualaua Meranti tidak mau ada kasus DBD, diare, kusta maupun penyakit menular lainnya di daerah ini. Semua penyakit-penyakit menular tersebut harus sudah tuntas ditangani," bebernya. (humas/rep01)

Akses Merantionline.com Via Mobile m.merantionline.com