Dorong Investasi Angkat Ekonomi Meranti

Dibaca: 3048 kali  Kamis,01 Agustus 2013 | 12:09:00 WIB

Dorong Investasi Angkat Ekonomi Meranti
Ket Foto :

Investasi merupakan salah satu komponen pembentuk pertumbuhan ekonomi. Secara sederhana, investasi diartikan sebagai pengeluaran barang modal yang diarahkan untuk menunjang kegiatan produksi atau perluasan produksi. Ini menjadikan investasi mempunyai multiplier effect yang luas karena tidak hanya mendorong sisi produksi, namun juga menstimulasi sisi konsumsi.
 
Dikatakan Bupati Kepulauan Meranti, Drs Irwan MSi, investasi dalam bentuk penciptaan nilai tambah ekonomi, akan mendorong pembukaan dan perluasan lapangan pekerjaan, peningkatan pendapatan masyarakat, dan kemudian pada gilirannya akan menstimulasi konsumsi masyarakat dan kemudian memperdalam pasar domestik. Karena itulah komponen investasi seringkali dijadikan patokan dalam menilai kualitas pertumbuhan ekonomi.
 
“Komponen investasi memainkan peran yang sangat strategis karena menjadi kunci utama dalam mendorong pembangunan bidang infrastruktur konektivitas dan kegiatan ekonomi. Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti mendorong investor untuk melakukan penanaman modal pada koridor-kodidor ekonomi melalui berbagai kebijakan pro investasi berupa insentif fiskal, perbaikan layanan perijinan investasi, stabilitas makro ekonomi, dan kepastian, serta perlindungan hukum,” sebut Irwan
 

SDA Berlimpah Peluang Investasi di Meranti
 Posisi dan potensi Kabupaten Kepulauan Meranti dalam mendatangkan investasi cukup strategis karena pelbagai faktor yakni pelaku usaha yang cukup kuat, aktivitas perekonomian terutama industri dan perdagangan cukup dominan, dengan posisi yang berbatasan dengan beberapa kabupaten se Provinsi Riau, berbatasan dengan Provinsi Kepulauan Riau serta berbatasan dengan negara luar seperti Malaysia, oleh para pelaku dinilai telah memenuhi seluruh faktor penting untuk berinvestasi dan di anggap telah mampu memberikan iklim yang cukup kondusif bagi berkembangnya suatu usaha. Dalam hal daya saing investasi adalah daerah yang memiliki karateristik ekonomi yang kuat dan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi di wilayahnya, bahkan sudah berlangsung sejak lama daera ini menjadi lintas batas perdagangan, baik domestic maupun internasional.
 
“Disamping itu, Kabupaten Kepulauan masih menyimpan cadangan sumber daya alam (SDA) yang jumlahnya sangat melimpah ruah dan belum tergarap. Ini yang harus terus kita maksimalkan berupaya menarik investor guna percepatan pemerataan pembangunan dan meningkatkan taraf kehidupan dengan kegiatan promosi atau expo diberbagai tingkat provinsi, maupun nasional,” sebutnya Bupati.

Beberapa peluang investasi andalan yang dimiliki oleh daerah ini diantarranya adalah minyak dan gas, bidang pertanian dan perkebunan misalnya sagu, pertambangan pasir laut dan pasir kuarsa. Ditambah lagi dari investasi dari sector perkebunan dna pertanian seperti sagu, garam, nipah, ikan dan lain sebagainya. “Misalnya daerah ini memiliki sarang burung walet yang jumlahlah mencapai lebih dari dua ribu penangkaran. Ini juga salah satu potensi yang kita miliki selain beberapa potensi investasi yang saat ini masih banyak yang belum tergali. Peluang investasi ini tentu juga membuka peluang kerja bagi putra daerah, serta meningkatkan PAD” sebutnya.
 
Potensi Alam yang Ada di Kabupaten kepulauan Meranti ini turut didukung dengan iklim investasi yang kondusif, yang ditawarkan oleh pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepualauan Meranti.  Oleh karena tidaklah  heran jika Kabupaten Kepulauan Meranti kini menjadi tujuan badi investor dari berbagai  daerah maupun Negara untuk berinvestasi di daerah ini.
Banyak investor yang antri untuk menanamkan investasi modalnya ke Kabupaten Kepulauan Meranti.
 
Dengan beroperasinya PT Sara Rasa Biomas, industry pengolahan limbah ruyong sagu menjadi bioenergi yang melibatkan investor asal Finlandia, kini sejumlah investor asal Cina juga tidak mau ketinggalan, meraka datang ke Kabupaten Kepulauan Meranti untuk melakukan investasi bisnis di berbagai bidang industry pengolahan sumber daya alam, listrik, gas, air bersih dan infrastrutktur. Kedatang Investor asal republic Chaines itu mendapat sambutan bai dari dari pemerintah kabupaten Kepulauan Meranti.
 
“Sejumlah invetor asal Cina ini menjadikan Meranti sebagai tujuan investasi baru di Riau dan Indonesia. Dan kita dari pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Meranti  tetap komitmen memberikan jaminan kemudahan pelayanan perizinan, keamanan yang kondusip investasi, tax holiday dan jaminan keuntungan bagi investoer.” Kalau tidak untung, untuk apa investasi di Meranti” ungkap Bupati.
 
Saat ini perkembangan Investasi di wilayah Kepoulauan Meranti yang terus meningkat, dan banyaknya potensi sumber daya alam yang belum tergali secara optimal sehingga menjadi daya tarik para investor Cina untuk berinvestasi di Meranti. Hanya saja, secara detail, para investor Cina ini belum mendapatkan gambaran Meranti itu dimana dan seperti apa. Soalnya, selama ini Meranti belum dikenal luas hanya Selatpanjang yang mereka kenal. Untuk itu, dengan kedatangan rombongan pengusaha asal Cina ini ke Meranti menjadi peluang yang sangat bagus bagi daerah ini untuk berkembang lebih cepat.
 
Mendapatkan paparan bebagai potensi peluang investasi, para pengusaha asal Cina ini menyatakan kesiapannya untuk mengalirkan uangnya ke Meranti membangun jaringan usaha. Paling tidak, kedepan akan ada sejumlah industry baru di Meranti yang akan dibangun. Baik di bidang pengolahan air bersih, listrik, pengembangan energy alternative dan investasi pembangunan infrastruktur jembatan dan pelabuhan.

“Ini penjajakan awal, dan mereka menyatakan akan datang kembali ke Selatpanjang untuk merealisasikan keinginan investasinya di Meranti. Well Come, kita siap menerima kapan saja. Dan Meranti terbuka untuk semua investor, asalkan mereka siap bersinergi dengan Pemda dalam menggesa percepatan pembangunan dan mensejehaterakan masayrakat. Kita optimis, Mernti kedepan akan tumbuh menjadi kawasan niaga dan industry baru di Riau” kata Bupati.
 


Jadikan Pulau Rangsang Pusat Investasi
Pemkab Kepulauan Meranti benar-benar serius menjadikan Pulau Rangsang sebagai pusat investasi masa depan. Sebagai realisasinya, pulau Rangsang dengan jumlah penduduknya mencapai 53.073 jiwa berdasarkan data Meranti dalammangka tahun 2011 dan data Disdukcapil Meranti tahun 2011, semula hanya terdiri dari dua kecamatan yakni Kecamatan Rangsang Barat dan Rangsang dimekarkan satu kecamatan lagi yakni Kecamatan Rangsang Pesisir. Tujuan utama Pemkab Kepulauan Meranti melakukan pemekaran wilayah kecamatan ini adalah untuk mempercepat akses pelayanan public dan memudahkan dalam meningkatkan mobilisasi masyarakat dalam menunjang partisipasi pembangunan.

Kebijakan ini juga sebagai upaya Pemkab Kepulauan Meranti memperkuat posisinya dalam menarik perhatian Pemerintah Propinsi dan Pusat dalam menarik shering budget APBD maupun APBN. Untuk menggesa percepatan pembangunan infrastruktur dasar di Pulau Rangsang, jelas Meranti membutuhkan dana yang sangat besar. Kalaupun APBD Meranti terus meningkat, jelas sangat tidak rasional kalau harus dikuras habis untuk membangun Pulau Rangsang. Untuk itu satu-satunya jalan, berharap dari shering dana APBD Propinsi dan APBN.
 
Keseriusan Pemkab Kepulauan Meranti dalam menggesa Pulau Rangsang sebagai pusat investasi masa depan, juga terlihat dari keseriusan dalam menggesa program Pembangunan. Secara bertahap dengan kekuatan dana APBD murni, tiga kecamatan di pulau terluar ini mendapat porsi anggaran infrastruktur. Untuk tahun anggaran 2013 ini, Pemkab Meranti mengalokasikan dana sebesar 15 milyar Rupiah untuk  membangun akses jalan koridor 4, Bantar-Melai-Kedaburapat-Tg. Kedabu. Secara bertahap hingga ahir 2015 nanti, jalan koridor 4 yang menyisir bagian utara kawasan pulau terluar ini selesai dibangun.

Berdasarkan data Meranti dalam angka tahuj 2011, masih ada sekitar 332,5 kilommeter lagi jalan di Pulau Rangsang ini yang harus dibangun Pemkab Kepulauan Meranti. Dengan demikian dipewrkirakan Pemkab Kepulauan Meranti membutuhkan dana sebesar 600 milyar lebih untuk meningkatkan akses jalan lintas di pulau terluar ini. Untuk itu sangat beralasan kalau Pemkab Meranti berupaya mendapatkan dukungan shering dana dari APBD Propinsi Riau dan APBN.

“Minimnya sarana infrastruktur jalan, listrik, dan air bersih menjadi salah satu kendala pengembangan Pulau Rangsang ini. Untuk itu melalui dana APBD setiap tahun kita alokasikan dana untuk bangu jalan, listrik dan infrastruktur lainnya. Ahir 2015 kita harapkan akses jalan koridor 4,  dan listrik sudah terpenuhi. Kita targetkan ahir 2015 Pulau Rangsang sudah terang benderang, setiap pelabuhan di pulau ini kita pasang lampu tenaga surya” beber Bupati Irwan dengan penuh optimis. (adv/rep05)

Akses Merantionline.com Via Mobile m.merantionline.com