Warga Tuding CSR PT NSP Tidak Jelas

Dibaca: 1619 kali  Selasa,03 September 2013 | 10:51:00 WIB

Warga Tuding CSR PT NSP Tidak Jelas
Ket Foto :

SELATPANJANG - Warga Kecamatan Tebingtinggi Timur Kabupaten Kepulauan Meranti menuding keberadaan PT Nasional Sago Prima (NSP) anak perusahaan Sampoerna Agro tidak memiliki program CSR yang jelas bagi masyarakat setempat. Komitmen NSP juga dipertanyakan dalam kewajiban realisasi tanaman kehidupan.

“Hampir dua tahun keberadaan PT Nasional Sago Prima (NSP) yang bergerak dibidang HTI Sagu dan industri pengolahannya belum dirasakan manfaatnya bagi masyarakat Kecamatan Tebingtinggi Timur. Program-program CSRnya tidak jelas, termasuk kewajiban realisasi tanaman kehidupan seluas 5 persen dari total luas wilayah HTI yang diberikan izin oleh Pemerintah,” ujar warga Sungaitohor, Sataruddin, melalui ponsel Camat Tebingtinggi Timur, Helfandi SE MSi,, Senin (2/9).

Ia mengharapkan, paling tidak perusahaan ini ada kepedulian terhadap kegiatan pemuda, olahraga, beasiswa masyarakat desa, pendidikan seperti bantuan untuk guru honor atau guru mengaji, bantuan rumah ibadah, bantuan untuk korban bencana, kesehatan dan sosial lainnya.

Menurut Sataruddin yang juga Ketua LPM Desa Sungaitohor ini, PT NSP telah melakukan pembohongan terhadap masyarakat dan pemerintah desa di wilayah konsesinya.

“Kami pernah mengajukan permohonan pembukaan akses jalan antara Sungaitohor menuju Dusun 3 Desa Kepau Baru lebih kurang 1,5 kilometer, sampai saat ini tidak terealisasi, padahal proposal tersebut diteken oleh pihak Desa, pihak Kecamatan dan diketahui oleh Bupati Kepulauan Meranti,” ujar Sataruddin.

Sekretaris PK KNPI Kecamatan Tebingtinggi Timur, Suhaili SE, juga mengaku sangat menyayangkan sikap PT NSP tersebut. “Harusnya keberadaan perusahaan di daerah Kecamatan yang baru dimekarkan ini membawa dampak yang berarti bagi masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Forestry Support Coordinator PT NSP, Setyo Budi Utomo, yang dikonfirmasi Metro Riau terkait tudingan warga Sungaitohor itu membantahnya dengan tegas. Ia menjelaskan, selama tahun 2012 lalu perusahaan sudah menyalurkan anggaran untuk program CSR sebesar lebih dari Rp 1 Miliar.

“Tahun 2012 lalu kami sudah melaksanakan kegiatan CSR senilai lebih dari Rp 1 Miliar, termasuk didalamnya pembangunan tiga lokal gedung sekolah senilai Rp 600 Juta. Belum lagi bantuan-bantuan lainnya untuk operasional kegiatan Pemerintah Kecamatan dan pengadaan baju ormas KNPI. Beasiswa 7 orang anak di Sampoerna Akademi dan pembangunan jalan di Teluk Buntal. Jadi tidak benar kami tidak merealisasikan CSR,” ucap Budi.

Namun demikian Budi mengakui, pelaksanaan program CSR pada tahun lalu belum terprogram dengan baik melalui bidang CSR tersendiri. Selama ini kegiatan CSR masih berada dalam koordinasi bidang operasional perkebunan perusahaan.

“Selama ini masih dibawah koordinasi bidang operasional perusahaan. Baru mulai bulan Juli kemarin dibentuk bidang khusus yang menangani CSR. Namun demikian kami sudah banyak melayani proposal masyarakat yang disampaikan kepada kami sepengetahuan pemerintah kecamatan,” jelasnya.(rep6)

Akses Merantionline.com Via Mobile m.merantionline.com