Kepulauan Meranti Canangkan Tiga Prioritas Pembangunan 2014

Dibaca: 6489 kali  Rabu,14 Agustus 2013 | 12:11:00 WIB

Kepulauan Meranti Canangkan Tiga Prioritas Pembangunan 2014
Ket Foto :

PEMERINTAH Kabupaten Kepulauan Meranti secara makro telah memantapkan tiga bidang prioritas kebijakan pembangunan pada tahun anggaran 2014 mendatang. Tiga bidang itu menyangkut Pembangunan dan Pengembangan Infrastruktur, Percepatan Penanggulangan Kemiskinan dan Peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM).

Menurut Bupati Kepulauan Meranti, Drs Irwan MSi, pemantapan tiga bidang prioritas pembangunan itu bertujuan untuk mensinergikan kebijakan Nasional dengan kebijakan Pemerintah Provinsi Riau dan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti.

Adapun program prioritas untuk pembangunan dan pengembangan infrastruktur, antara lain program pembangunan jalan dan jembatan dengan program atau kegiatan prioritas meliputi penyebaran serta keseimbangan penyediaan sarana dan prasarana infrastruktur, terutama infrastruktur jalan dan jembatan dalam rangka menghubungkan antar desa dalam kecamatan, antar desa antar kecamatan dan antar pulau. Kemudian pembangunan sarana dan prasarana perhubungan yang menitik-beratkan kepada pengembangan pelabuhan-pelabuhan rakyat lokal dan regional.

Selanjutnya pembangunan dibidang kelistrikan yang memprioritaskan pembangunan listrik pedesaan bagi desa-desa yang selama ini belum teraliri listrik PLN. Kemudian pembangunan dibidang air bersih, pembangunan sarana dan prasarana air bersih. Tak ketinggalan juga perumahan dan pemukiman yang menitik beratkan kepada pembangunan rumah layak huni (RLH) bagi masyarakat miskin. Dan pembangunan dibidang telekomunikasi, terutama bagi Desa yang mempunyai akses telekomunikasi yang sulit.

 

Dalam bidang percepatan pananggulangan kemiskinan, Pemkab Kepulauan Meranti membuat program antara lain pemberdayaan ekonomi dan penguatan ekonomi masyarakat miskin, melalui peningkatan produksi pertanian, perkebunan, kehutanan, peternakan dan perikanan. Tak terlupa juga pemberdayaan koperasi, usaha kecil dan menengah. Selanjutnya meningkatkan peran pemerintah kecamatan dan desa dalam pengawasan dan pemantauan kelancaran program pemberdayaan ekonomi Desa.

Selain itu masih program percepatan penanggulangan kemiskinan, Pemkab Kepulauan Meranti juga akan melakukan peningkatan peran partisipatif masyarakat Desa dalam Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Pedesaan (PNPM), dan peningkatan akses permodalan masyarakat miskin dengan kredit usaha rakyat dan Usaha Ekonomi Desa Simpan Pinjam (UED-SP).

Sedangkan untuk peningkatan Sumber Daya Manusia, Pemkab Kepulauan Meranti memiliki program prioritas dengan penuntasan wajib belajar 9 tahun, perbaikan fasilitas atau sarana dan prasarana pendidikan terutama di daerah pedesaan dan terpencil. Juga peningkatan kualitas dan mutu tenaga pendidik, peningkatan mutu dan jangkauan pelayanan pendidikan, peningkatan pelayanan kehidupan beragama, meningkatkan kualitas dan produktifitas tenagakerja dengan pengembangan Balai Latihan Kerja (BLK). Selain itu, juga perlu pengendalian kependudukan termasuk pertumbuhan, penyebaran dan ketenagakerjaan melalui perangkat hukum (Perda), perbaikan fasilitas sarana dan prasarana kesehatan, terutama di daerah pedesaan dengan meningkatkan fungsi Puskesmas, Pustu atau Polindes.


Kemudian juga membuat program meningkatkan mutu pelayanan kesehatan yang menjangkau seluruh lapisan masyarakat, penanggulangan dan pemberantasan penyakit menular pada kawasan yang rentan terjadinya wabah dan peningkatan kompetensi aparatur khususnya mutu dan kualitas PNS dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

“Dari gambaran makro arah kebijakan pembangunan itu, telah menunjukkan trend positif terhadap pertumbuhan ekonomi dan penurunan angka kemiskinan di Kepulauan Meranti. Dimana pertumbuhan ekonomi yang tinggi merupakan salah satu sasaran utama yang perlu dicapai dalam melaksanakan pembangunan,” ungkap Bupati Irwan.

Untuk diketahui, pertumbuhan ekonomi Kepulauan Meranti tanpa Migas pada tahun 2011 lalu mencapai 8,45 persen. Angka tersebut mengalami pertumbuhan yang positif dibanding tahun sebelumnya dimana pada tahun 2010 pertumbuhan ekonomi Kabupaten muda itu hanya sebesar 7,45 persen. Sedangkan pertumbuhan ekonomi Kepulauan Meranti termasuk produksi Migas dicatat mengalami peningkatan sebesar 5,93 persen pada tahun 2011.

“Pertumbuhan ekonomi inilah yang dapat menunjukkan perkembangan agregat pendapatan pada Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dari satu waktu tertentu terhadap waktu sebelumnya. Dimana pertumbuhan ekonomi yang tinggi merupakan salah satu sasaran utama yang perlu dicapai dalam pelaksanaan pembangunan,” jelas Irwan lagi.
 


Secara umum, lanjutnya, jika dilihat persektornya keseluruhan sektor ekonomi mencatat pertumbuhan yang positif diatas 2,5 persen. Sementara jika dibandingkan dengan tahun lalu hampir semua sektor mengalami peningkatan pertumbuhan ekonomi. Terlihat bahwa sektor bangunan mengalami pertumbuhan tercepat yaitu tumbuh sebesar 16,41 persen.


“Sektor berikutnya yang mengalami pertumbuhan terbesar kedua adalah sektor keuangan, sewa dan jasa perusahaan, disusul kemudian oleh sektor pengangkutan dan komunikasi,” ujarnya.

Demikian pula dengan neraca perdagangan tahun 2011 mengalami surplus 7.14 juta USD yang merupakan selisih dari nilai ekspor sebesar 7,29 juta USD dan nilai impor sebesar 0,15 juta USD. “Sedangkan surplus tersebut dapat dikatakan Kabupaten Kepulauan Meranti merupakan salah satu daerah di Provinsi Riau yang berpotensi meningkatkan perdagangan regional maupun nasional,” sebutnya.
 

Peningkatan pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kepulauan Meranti itu berbanding lurus dengan penurunan angka kemiskinan. Persentase penurunan jumlah masyarakat miskin di Kepulauan Meranti pada tahun 2011 sebesar 34,53 persen. Terjadi penurunan sebesar 8,03 persen dari tahun sebelumnya yaitu 42,56 persen. Penurunan kemiskinan  tersebut menunjukkan angka diatas rata-rata penurunan kemiskinan secara Nasional dan Provinsi Riau.


Dengan gambaran pertumbuhan ekonomi dan penurunan angka kemiskinan di Kepulauan Meranti tersebut menjadi bukti bahwa Kabupaten termuda di Provinsi Riau ini tengah giat membangun dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta dapat mewujudkan cita-cita dan visi ‘Kabupaten Kepulauan Meranti sebagai kawasan niaga yang maju dan unggul dalam tatanan masyarakat madani’.

“Saya juga ingin mengingatkan kepada semua pemangku kepentingan, terutama berkaitan dengan pendekatan pembangunan Kabupaten Kepulauan Meranti kedepan, dengan melihat kompleksiitas permasalahan yang kita hadapi saat ini, maka pendekatan pembangunan yang dilaksanakan lebih difokuskan pada pendekatan pemberdayaan dan partisipatif masyarakat,” terang Bupati.
 

Makanya dalam mewujudkan itu semua, orang nomor satu di Kepulauan Meranti ini juga mengharapkan agar kiranya Pemkab Kepulauan Meranti mendapatkan dukungan moril dan materil melalui sharing program, baik dari Pemerintah Provinsi Riau (Pemprov), maupun Pemerintah Pusat (Pempus). Sehingga kompleksitas persoalan yang masih terdapat di Kabupaten muda ini bisa ditanggulangi dengan waktu yang tidak lama. (adv/hms)

Akses Merantionline.com Via Mobile m.merantionline.com