Bupati Mulai Kaji Waduk Sungai Perumbi

Dibaca: 1619 kali  Senin,09 September 2013 | 10:00:00 WIB

Bupati Mulai Kaji Waduk Sungai Perumbi
Ket Foto : ilustrasi

SELATPANJANG - Bupati Kepulauan Meranti, Irwan Nasir, memaklumi kesulitan warganya mendapatkan air bersih. Dia berharap warga bersabar karena Pemkab sedang berupaya keras mengkaji program pembangunan penyediaan air bersih untuk jangka panjang dengan rencana pembangunan waduk raksasa di hulu Sungai Perumbi Kecamatan Tebingtinggi Barat.

"Kita menghadapi kendala kondisi alam untuk penyediaan air bersih dalam jangka panjang karena tasik-tasik yang ada tidak bisa mencukupi untuk kebutuhan air jangka panjang. Sementara air tanah atau sumur bor memiliki resiko rembesan air laut dan membuat permukaan tanah turun. Ini juga tidak bisa menjadi solusi memenuhi kebutuhan air jangka panjang,” katanya, belum lama ini di Selatpanjang.

Menurutnya, penyediaan sumur bor dan penyediaan bak penampungan air hujan (PAH) setiap tahun dilakukan namun hanya untuk mengatasi masalah penyediaan air bersih jangka pendek. Hingga tahun 2013 ini sudah ribuan bak PAH diberikan kepada warga dan sudah ratusan sumur bor digali. Sementara pengolahan air laut menjadi air bersih dengan melibatkan investor swasta banyak terkendala aturan yang lebih tinggi dan baru sedikit mengatasi masalah air di perkotaan.

"Kita tentu tidak mungkin selamanya bergantung pada air hujan. Untuk itulah kita membuat kajian yang benar-benar mendalam dengan melibatkan perguruan tinggi dan Pemerintah Provinsi guna mengatasi masalah air bersih ini. Salah satunya adalah kajian membangun waduk dengan membuat dam di hulu Sungai Perumbi," jelasnya.

Pembangunan dam ini, jelas Irwan, tidak bisa cepat misalnya hanya dalam waktu setahun. Menurutnya, selain pengerjaannya butuh proses, kajian pembuatan dam itu juga butuh waktu. Dengan demikian waduk yang dibangun benar-benar bisa memenuhi kebutuhan air dalam jangka panjang.

"Di masa depan kebutuahn air akan semakin meningkat seiring pertambahan penduduk dan meningkatnya kegiatan ekonomi dalam masyarakat. Jadi kita harus pikirkan waduk air bersih yang dibangun bisa memenuhi kebutuhan yang meningkat tersebut," tegas dia.

Irwan juga menegaskan pembangunan infrastruktur publik tidak boleh dilaksanakan tanpa kajian karena diyakini hasilnya tidak baik. Selain itu dikhawatirkan kurang bermanfaat bagi masyarakat. Untuk itulah proyek infrastruktur publik harus memiliki detail engenering design (DED).

Pembangunan dam Perumbi juga diperkirakan membutuhkan dana tidak sedikit. Irwan mengaku Pemkab Kepulauan Meranti harus bekerja keras mendapatkan kucuran dana APBN dan APBD Provinsi. Jika hanya mengandalkan APBD Meranti tentu akan lama selesainya dan bisa mengganggu pembiayaan program pembangunan lainnya seperti program pembangunan jalan, jembatan, pendidikan, listrik, dan kesehatan.

Dia juga menegaskan pembangunan insfrastruktur publik tidak mungkin dilakukan secara parsial. Contohnya dalam satu tahun anggaran hanya jalan dan jembatan saja. Selain harus ikut undang-undang dalam penyusunan APBD, kebutuhan masyarakat juga sangat kompleks.

"Pemkab Kepulauan Meranti tidak bisa sendiri membangun ini. Dukungan dan doa masyarkat sangat dibutuhkan. Masyarakat bisa membantu, salah satunya dengan memberikan kemudahan dalam hal penyediaan tanah bila ternyata infrastruktur publik yang dibangun itu terkena tanahnya,” tutup Bupati.(rep6)

Akses Merantionline.com Via Mobile m.merantionline.com