*Jaga Lahan Pertanian Rangsang Barat

Pintu Air Sungai Melai Harus Dibangun

Dibaca: 1357 kali  Rabu,17 April 2013 | 11:43:00 WIB

Pintu Air Sungai Melai Harus Dibangun
Ket Foto : Pintu Air di Desa Melai Kecamatan Rangsang Barat

RANGSANG BARAT - Pintu air yang diharapkan mampu membendung air laut pasang dari Selat Malaka yang berada di Sungai Melai Kecamatan Rangsang Barat dalam kondisi tidak berfungsi. Akibatnya setiap pasang besar, air laut akan masuk ke lahan pertanian dan mengancam panen pertanian warga.

"Pintu air itulah inti penyebab terendamnya ladang warga. Dibangun zaman Pemkab Bengkalis, tapi belum sempat dipakai, sudah rubuh. Makanya air pasang yang datang tidak bisa ditahan," ujar Kepala Desa Mekar Baru, Nurdin, saat dijumpai di desanya, akhir pekan lalu.

Sungai Melai sendiri merupakan sungai yang mengalirkan air dari Selat Malaka hingga ke anak-anak sungai yang berada di beberapa desa lain di Kecamatan Rangsang Barat. "Kalau air pasang bisa dibendung disini, maka pasti lahan pertanian yang ada di atas (desa-desa lain) tidak akan terendam dan menyebabkan gagal panen seperti tahun-tahun sebelumnya," tambah Kades Mekar Baru ini.

Ia sendiri sudah pernah memberikan laporan mengenai kondisi pintu air tersebut kepada Pemkab Kepulauan Meranti, melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU). Jawaban dari Dinas PU saat itu, kata Nurdin, biaya pembangunannya cukup besar dan butuh bantuan sharing dari Pemerintah Provinsi Riau.

"Kalau dari analisa sementara, biaya pembangunan pintu air Sungai Melai memakan anggaran sebesar Rp 2 Miliar," kata Nurdin.

Selain itu, dari pantauan di lapangan juga terlihat beberapa pintu air berukuran kecil yang berada di anak-anak sungai dalam kondisi rusak. Tepatnya, pada bagian klep pintu air sudah dalam kondisi rusak parah dan bisa dikatakan tidak berfungsi maksimal untuk menjaga lahan pertanian warga.

Bukan hanya itu, beberapa hektar ladang padi warga yang berada di tepi jalan poros menuju Desa Melai dan Mekar Baru, terlihat menguning akibat terendam air laut dan terancam gagal panen. Padahal, Kecamatan Rangsang Barat merupakan kawasan agropolitan seperti yang telah dicanangkan oleh Pemkab Kepulauan Meranti beberapa waktu lalu. (rep01)

Akses Merantionline.com Via Mobile m.merantionline.com