Edited by Meranti Online Media
Hot News››

Abraham Samad Digadang Jadi Calon Wapres Ideal Jokowi

Jumat,13 September 2013 | 02:42:00
Abraham Samad Digadang Jadi Calon Wapres Ideal Jokowi
Ket Foto :


Jakarta-Belakangan nama Abraham Samad sempat mencuat untuk disandingkan dengan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo dalam bursa Capres 2014 mendatang. Awalnya Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tersebut hanya memberikan pidato soal maraknya praktik korupsi di Indonesia kepada peserta Rakernas PDIP beberapa waktu yang lalu. Namun dalam pidatonya, dia sempat menyebut nama serta memuji Jokowi karena bisa menjadi contoh yang bagus untuk DKI Jakarta.

Pidato Abraham Samad yang menggelora ini seketika langsung mendapat tepuk tangan dari kader PDIP. Bahkan banyak terdengar teriakan jika Abraham cocok bila disandingkan dengan Jokowi di Pilpres 2014. Akankah mereka dipasangkan di Pemilu 2014 mendatang?

Pengamat Politik dari Charta Politika, Arya Fernandes, mengatakan bahwa Jokowi dan Abraham merupakan pasangan yang bagus jika bisa disandingkan. Sebab, menurutnya mereka adalah pasangan yang saat ini relatif bersih dan terbilang masih muda jika mau terjun di ranah politik. Apalagi jika disandingkan dengan Jokowi yang saat ini tengah naik daun. Akan tetapi Arya menilai bahwa kemungkinannya masih sangatlah kecil.

"Dari segi kemungkinan, kecil kemungkinannya Samad akan menjadi Cawapres Jokowi, apalagi di tahun 2014 mendatang Samad masih ingin menjabat sebagai ketua KPK," kata Arya saat dihubungi merdeka.com, Rabu (11/9).

Menurut Arya, Samad yang saat ini masih menjabat sebagai ketua KPK seharusnya bisa sadar diri untuk menghindari sentuhan dengan partai politik lantaran bisa mempengaruhi profesionalitas kerjanya dalam penanganan korupsi. Apalagi jika masuk di bursa capres itu sangatlah berdekatan dengan dunia politik.

"Memang sebaiknya Samad fokus di KPK sampai akhir masa jabatan dan menghindari komunikasi intens dengan partai, karena itu akan mempengaruhi kinerjanya," ujarnya.

Selain itu, Arya menambahkan bahwa tidak seharusnya Samad meninggalkan KPK sebelum kasus-kasus lamanya bisa selesai. Salah satunya adalah kasus besar seperti Century. Samad tak bisa begitu saja meninggalkan KPK sebelum kasus itu tuntas.

"Apalagi Samad pernah berjanji akan selesaikan kasus-kasus besar seperti Century dan lain-lain. Itu yang harus kita tagih," imbuh Arya. (rep05)

Baca Berita Terkait
Selasa,19 Maret 2013 | 04:17:00 WIB

Bupati Minta Perusahaan Nakal Diblacklist

Bupati Minta Perusahaan Nakal Diblacklist SELATPANJANG - Bupati Kepulauan Meranti, Drs Irwan Nasir MSi, memberi perhatian serius terhadap proyek pembangunan Kantor Camat Pulau Merbau yang masih terbengkalai. Bupati menegaskan, proyek itu tetap dilanjutkan, dengan sudah dianggarkan pada APBD 2013 sebesar Rp2 miliar. “Saya minta Dinas Pekerjaan Umum memberikan sanksi atau blacklist terhadap rekanan yang tidak menye....
Selasa,19 Maret 2013 | 04:28:00 WIB

Pelabuhan Desa Banglas Tebing Tinggi Butuh Perbaikan

Pelabuhan Desa Banglas Tebing Tinggi Butuh Perbaikan SELATPANJANG – Kondisi pelabuhan rakyat di Desa Banglas sungguh sangat mengkhawatirkan. Pasalnya tiang-tiang penyangga yang terbuat dari kayu Nibung tersebut sudah mulai miring akibat gerusan ombak hingga menyebabkan lantai pelabuhan ini hampir rubuh. Pelabuhan kayu sepanjang lebih kurang 100 meter ini dibangun tahun 2008 lalu, oleh program Pemerintah Provinsi Riau. Pelab....
Selasa,19 Maret 2013 | 05:43:00 WIB

DPRD Minta Tarif Roro Kampung Balak tidak Mahal

DPRD Minta Tarif Roro Kampung Balak tidak Mahal SELATPANJANG – Keberadaan roro di Kampung Balak yang menghubungkan Kepulauan Meranti dengan Riau daratan sebenarnya dinilai bisa mendongkrak pertumbuhan ekonomi masyarakat. Untuk itu, diharapkan pula tarif yang dikenakan bagi para penumpang jasa penyeberangan tersebut tidaklah terlalu mahal. Menanggapi hal ini, Ketua DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti, Hafizoh SAg, menilai ....
Selasa,19 Maret 2013 | 05:48:00 WIB

DPKP Akan Tempatkan Staf Rayon di Setiap Pasar

DPKP Akan Tempatkan Staf Rayon di Setiap Pasar SELATPANJANG – Guna menjaga dan mengatur ketertiban di sejumlah pasar Kota Selatpanjang, Dinas Pasar, Kebersihan dan Pertamanan (DPKP) Kabupaten Kepulauan Meranti berencana menempatkan petugas rayon pasar yang ditempatkan di pos yang akan dibangun di setiap pasar. Hal ini diungkapkan Kadis Pasar, Kebersihan dan Pertamanan Kabupaten Kepulauan Meranti, Drs Teddy Mar, saat m....
Selasa,19 Maret 2013 | 05:56:00 WIB

APBD Meranti 2013 Sudah Bisa Digunakan

APBD Meranti 2013 Sudah Bisa Digunakan SELATPANJANG - APBD Kepulauan Meranti Tahun Anggaran 2013, sudah bisa dimanfaatkan, setelah melalui proses verifikasi ditingkat provinsi hingga Pemerintah Pusat melalui Kementerian Keuangan RI. Namun realisasi program tergantung pengajuan berkas setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Demikian diungkapkan Kepala Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKA....
Selasa,19 Maret 2013 | 06:01:00 WIB

Pemkab Meranti Verifikasi Aset Menyeluruh

Pemkab Meranti Verifikasi Aset Menyeluruh SELATPANJANG - Pemkab Kepulauan Meranti masih terus melakukan verifikasi sebagai upaya untuk memperjelas status dan kondisi aset yang nanti akan dijadikan sebagai modal pembangunan daerah. Pasalnya, sekitar triliunan aset yang ada di Kepulauan Meranti belum diserah-terimakan oleh Pemkab Bengkalis. Asisten III Setdakab Kepulauan Meranti, Drs H T Akhrial menyatakan Pemkab Bengkal....
Selasa,19 Maret 2013 | 06:03:00 WIB

9.658 Siswa Meranti Siap Ikuti Ujian Nasional

9.658 Siswa Meranti Siap Ikuti Ujian Nasional SELATPANJANG - Sebanyak 9.658 siswa dari jenjang SD, SMP dan SMA se-Kepulauan Meranti, tahun ini akan mengikuti Ujian Nasional (UN). Rinciannya, SMA sederajat sebanyak 2.726 siswa, SMP/MTs 3.149 siswa, dan 3.783 siswa SD/MI. “Untuk mempersiapkan para siswa kita, sudah dilakukan 3 kali try out untuk seluruh siswa yang akan menjadi peserta UN, mulai dari SD hingga S....
Selasa,19 Maret 2013 | 06:09:00 WIB

Masyarakat Meranti Diminta Ikut Jaga Asset Daerah

Masyarakat Meranti Diminta Ikut Jaga Asset Daerah Selatpanjang-Wakil Bupati Kepulauan Meranti H Masrul Kasmy, menghimbau setiap proyek pemerintah yang dilaksanakan di mana saja harus dijamin keamananya. Karena semua itu merupakan asset pemerintah dan untuk rakyat. Semua harus bertanggungjawab mulai dari tingkat RT. "Berdasarkan kesepakatan dengan pemerintah setempat. Mulai dari RT/RW bahkan kepala desa maupun Camat harus ....
Selasa,19 Maret 2013 | 07:14:00 WIB

Sekda Meranti Curhat ke Masyarakat

Sekda Meranti Curhat ke Masyarakat TEBINGTINGGI TIMUR - Sekretaris Daerah (Sekda) Kepulauan Meranti, H Zubiarsyah MS SH, menegaskan bahwa tidak benar kalau pemerintah daerah tidak merata dalam melakukan pembangunan. Pasalnya, banyak program yang tersangkut dan tidak disetujui saat pembahasan di DPRD, dan diharapkan masyarakat bisa memaklumi kondisi itu. “Sangat berlebihan jika kami dinilai tidak me....
Selasa,19 Maret 2013 | 03:37:00 WIB

Target PAD Meranti 2013 Meningkat

Target PAD Meranti 2013 Meningkat SELATPANJANG – Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Kepulauan Meranti pada Tahun Anggaran 2013 ini ditargetkan meningkat dari angka Rp 22 Miliar pada tahun 2012 lalu. Pada Tahun ini target PAD mencapai angka Rp 30 Miliar, meningkat sekitar Rp 8 Miliar dari tahun sebelumnya. “Kita akan berupaya mendata seluruh potensi yang ada di daerah ini. Jika kita melihat dari ....
Tulis Komentar
Baca Berita Lainnya
Jumat,24 Oktober 2014 | 12:57:00 WIB

Bahas Persiapan APEC, Jokowi Telepon Presiden Cina

Bahas Persiapan APEC, Jokowi Telepon Presiden Cina Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan sambungan telepon dengan Presiden Republik Rakyat Cina Xi Jinping, Jumat (24/10). Jokowi menelpon Xi dari ruang kerjanya di Istana Merdeka, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat.   "Hallo, good morning," sapa Jok....
Kamis,23 Oktober 2014 | 01:44:00 WIB

Luhut Dipanggil ke Istana, Ada Apa?

Luhut Dipanggil ke Istana, Ada Apa? Jakarta - Mantan Menteri Perindustrian Luhut Binsar Pandjaitan bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi) selama lebih kurang satu jam pada Kamis (23/10/2014) siang, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta. Apa yang dibicarakan Jokowi dengan mantan penasihat Tim Transisi itu?   ....
Kamis,23 Oktober 2014 | 01:01:00 WIB

Jokowi Ingin Pastikan Kabinetnya Bersih

Jokowi Ingin Pastikan Kabinetnya Bersih Jakarta - Wakil Sekjen Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Hasto Kristianto mengatakan Presiden Joko Widodo berhati-hati dalam menyusun kabinet dengan harapan mendapatkan menteri yang memiliki kapabilitas dan integritas.   "Terkait kepentingan bangsa dan negara, terka....
Rabu,22 Oktober 2014 | 06:19:00 WIB

Hari Pertama Presiden Jokowi 22 Jam Kerja Maraton

Hari Pertama Presiden Jokowi 22 Jam Kerja Maraton JAKARTA - Joko Widodo berkerja maraton sejak hari pertama resmi menjadi presiden. Seakan tak kenal lelah, ia melakukan sejumlah kegiatan sejak Senin pagi, dilanjutkan siang, larut malam. Bahkan hingga Selasa (21/10) dini hari, sekitar pukul 30.00 WIB, mantan Gubernur DKI Jakarta itu terus bekerja menerima tetamu dan menyeleksi calon menteri. Jokowi bekerja kurang lebih 22 jam.....
Rabu,22 Oktober 2014 | 03:36:00 WIB

Jokowi Coret 8 Menteri Berlabel merah

Jokowi Coret 8 Menteri Berlabel merah Jakarta - Presiden Joko Widodo mengatakan akan mengganti delapan calon menteri kabinetnya yang mendapat catatan merah dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).   "Masak tidak diganti. Nanti yang mengisi siapa?&q....
Jumat,24 Oktober 2014 - 03:42:00 WIB

Tiga Pimpinan Defenitif DPRD Meranti Bersumpah

Jumat,24 Oktober 2014 - 06:24:00 WIB

Pemkab Kepulauan Meranti Targetkan 10 Lokasi

Jumat,24 Oktober 2014 - 03:08:00 WIB

Pencekik Kurnia Meiga "Didepak" dari Sepakbola Indonesia

Jumat,24 Oktober 2014 - 03:08:00 WIB

Sosok Gayatri Wailisa di Mata Sahabat

Jumat,24 Oktober 2014 - 01:42:00 WIB

BNN Riau Sita Truk Bermuatan Ganja Kering

Jumat,24 Oktober 2014 - 03:09:00 WIB

Yuk, Nikmati Pesona Gili Trawangan

Jumat,24 Oktober 2014 - 01:09:00 WIB

Indonesia Juara Umum Lomba Matematika di India

Jumat,24 Oktober 2014 - 12:57:00 WIB

Bahas Persiapan APEC, Jokowi Telepon Presiden Cina