Ketika Jumlah Kerang di Meranti Mulai Menurun

Dibaca: 1478 kali  Kamis,18 April 2013 | 01:17:00 WIB

Ketika Jumlah Kerang di Meranti Mulai Menurun
Ket Foto :

RANGSANG BARAT-Populasi berbagai jenis ikan di laut Kepulauan Meranti, kian menurun dari tahun ke tahun. Salah satu populasi yang cukup berkurang tersebut adalah, jenis kerang-kerangan yang semakin lama kian menyusut. Hal ini cukup mengkhawatirkan para nelayan dan masyarakat yang selama ini kerab mencari nafkah dari hasil menangkap atau mengambil kerang dari tepian pantai.

"Masyarakat minta kepada para ahli dan pakar laut, serta pakar lingkungan, agar bisa meneliti kondisi tersebut. Dan langkah apa yang harus dilakukan pemerintah, untuk bisa menggairahkan kembali populasi berbagai jenis biota laut, yang menjadi  sumber makanan bagi masyarakat  nelayan itu," ungkap seorang nelayan, Salman, sehari-harinya mencari kerang di daerah perairan Desa Melai Rangsang Barat, kepada wartawan baru-baru ini.

"Kalau dulu hasilnya lumayan. Bisa kita dapatkan  puluhan kilo sehari. Dan sekarang, tidak bisa lagi dan kita tidak tahu apa masalahnya. Sehingga pendapatan nelayan juga sangat turun drastis," tambahnya lagi.

Pengakuan yang sama juga disampaikan Ketua Himpunan Nelayan Indonesia Perwakilan Kabupaten Kepulauan Meranti, H Amirudin kepada Haluan Riau di Selatpanjang.

Amir menyebutkan, pihaknya sudah sering mendapat keluhan dari para nelayan tradisionil yang ada di berbagai pelosok Kepulauan Meranti.

Keluhkan belakangan ini, kata Amir, semakin berkurangnya hasil tangkapan nelayan tersebut. Baik hasil tangkapan ikan, udang dan juga jenis kerang-kerangan termasuk siput.

Nelayan berharap agar pememintah bisa memperhatikan kondisi kian menurunnya populasi dari berbagai jenis ikan dan biota laut pada umumnya itu.

"Sebab tanpa pengendalian secara konfrehensip maka kian berkurangnya populasi berbagai jenis ikan tersebut akan turut mengancam masa depan para nelayan tradisionil itu,” kata Amir, Rabu (17/4) kemarin.

Amir menyebutkan, peraturan dan kententuan lingkungan hidup yang harus dipatuhi oleh berbagai perusahaan dan aktivitas masyarakat, yang berpotensi menimbulkan polusi lingkungan itu, agar semakin diketatkan.

Terutama keselamatan perairan laut Meranti yang cukup luas itu dan cukup rentan mendapat pencemaran. Baik dengan limbah cair maupun limbah padat lainnya. “Ini harus ditangani secara fokus guna menyelamatkan perairan Meranti," pungkasnya.

Kian berkurangnya populasi ikan dan berbagai biota laut lainnya inti menunjukkan semakin tingginya kadar atau tingkat pencemaran yang terjadi di laut kita dewasa ini.

"Untuk itu sejak saat ini pemerintah harus memikirkan lagi pembuatan regulasi baru dengan sanksi yang tegas dalam menyelamatkan laut Meranti," harapnya.(rep02/hkc)

Akses Merantionline.com Via Mobile m.merantionline.com