Jalan Poros Melai - Kedaburapat Telan Biaya Rp12 Miliar

Dibaca: 1755 kali  Sabtu,28 September 2013 | 10:45:00 WIB

Jalan Poros Melai - Kedaburapat Telan Biaya Rp12 Miliar
Ket Foto :

SELATPANJANG - Pemkab Kepulauan Meranti terus menggesa pembangunan infrastruktur jalan poros di Pulau Rangsang. Untuk tahap awal saat ini sedang dibangun jalan dengan volume 6,8 kilometer yang menghubungan Desa Melai dan Kedaburapat, yang dibiayai APBD Kepulauan Meranti Tahun 2013 sebesar Rp12 Miliar.

Bupati Kepulauan Meranti, Drs Irwan MSi, mengatakan pembangunan awal jalan koridor Pulau Rangsang, antara Desa Melai dan Kedaburapat ini menjadi bagian penting dalam  upaya menyiapkan infrastruktur jalan lingkar di pulau terluar Indonesia.

“Pembangunan jalan itu dimulai dari Parit Besar Desa Kedaburapat diharapkan selesai dikerjakan akhir Desember 2013 ini. Untuk itu pihak rekanan diminta untuk menggesa pengerajan proyek dilapangan agar bisa selesai tepat waktu,” kata Irwan.

Kedepan, lanjutnya, Pulau Rangsang yang kaya akan potensi sumber daya alam dan berbatasan langsung dengan Selat Malaka ini akan menjadi kawasan industri terdepan Kepulauan Meranti. Untuk itu, pengerjaan proyek pembangunan jalan Melai-Kedaburapat harus benar-benar berkualitas dan selesai tepat waktu.

“Kita minta agar pihak rekanan kontraktor benar-benar mengedepankan kualitas dan ketepatan waktu. Jangan sampai molor ataupun terbengkalai, apapun alasannya pembangunan jalan ini adalah bagian dari masa depan kawasan Industri Pulau Rangsang,” tegas Bupati Irwan.

Menurutnya, pembangunan jalan poros dengan kualitas pengerajaan base ini merupakan bagian dari strategi baru Pemkab Kepulauan Meranti dalam menyiapkan kebutuhan infrastruktur. Meskipun dinilai akan memakan waktu dan biaya yang mahal, secara teknis dan kualitas program pembangunan dengan sistem ini akan lebih tahan dan lebih berdaya guna.

“Dengan kondisi tekstur tanah yang labil, pembangunan yang terkesan di paksakan dengan model semenisasi diperkirakan tidak efektif. Dengan kelabilan tanah, maka akan mempercepat penurunan bodi jalan yang akhirnya akan tidak maksimal,” ungkapnya.

Untuk itu dengan kebijakan pembangunan yang lebih berkualitas, kata Irwan, diharapkan akan mampu menahan beban kebutuhan daerah ini di masa depan. “Pembangunan jalan poros ini memang bagian dari perencanaan untuk masa depan Kawasan Industri Pulau Rangsang. Kita berkeinginan agar akses jalan ini bisa menampung seluruh aktifitas sosial dan ekonomi masa depan masyarakat di Pulau Rangsang. Bila pengerjaan jalan ini berjalan tepat waktu, tahun depan kita akan lanjutkan pembangunan tahap keduanya," kata Irwan.

Sementara Direktur Utama PT Sadani Sarana Indah melalui Pelaksana Lapangan Comisioner Superintendent, Hamdan, mengatakan pihaknya tetap konsisten untuk melaksanakan pengerjaan proyek pembanguan jalan koridor Pulau Rangsang tahap pertama sesuai dengan kesepakatan kontrak kerjasama.

“Saat ini realisasi pengerjaan dilapangan sudah berjalan dan diperkirakan pekan depan, material proyek sudah bisa dimobilisasi dilapangan. Untuk itu, masyarakat diharapkan bisa turut berpartisipasi memaksimalkan pengerjaan dilapangan,” ujarnya.

Salah seorang tokoh masyarakat Desa Kedaburapat, Saeran (60), mengatakan masyarakat memberikan apresiasi positif terhadap kebijakan Pemkab Kepulauan Meranti dalam menggesa pembangunan  jalan poros Pulau Rangsang. Dengan dibangunnya jalan ini, harapan masyarakat untuk bisa segera menikmati infrastruktur yang bisa menampung seluruh aktifitas sosial dan ekonomi masa depan, kini tinggal menunggu waktu saja.(rep2)
 

Akses Merantionline.com Via Mobile m.merantionline.com