SDA Melimpah, Pertumbuhan Investasi Terganjal Infrastruktur

Dibaca: 1639 kali  Minggu,27 Oktober 2013 | 10:26:00 WIB

SDA Melimpah, Pertumbuhan Investasi Terganjal Infrastruktur
Ket Foto :



SELATPANJANG - Sejauh ini pertumbuhan investasi di Kabupaten Kepulauan Meranti masih terganjal ketersediaan infrastuktur. Padahal potensi Sumber Daya Alam (SDA) di daerah ini cukup berlimpah. Jika saja kebutuhan infrastruktur dasar cukup memadai, maka tentunya akan menjadi daya tarik bagi investor.

Demikian dikatakan Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Kepuluaan Meranti, Basiran Sarjono, baru-baru ini di Selatpanjang. Menurutnya, meskipun Pemkab Kepulauan Meranti berani memberikan jaminan keamanan investasi dan keuntungan kepada investor yang berminat menanamkan modalnya di daerah ini, namun karena insfrastuktur yang minim, maka investor masih mengambil sikap wait and see.

“Sejauh ini insfrastuktur di Kepulauan Meranti belum optimal, baik sarana jalan, pelabuhan, air bersih maupun listrik. Untuk itu, Pemkab Kepulauan Meranti harus menggesa untuk memprioritaskan pembangunan infrastruktur dasar yang sangat mendesak dibutuhkan. Tidak hanya bagi dunia bisnis, tapi juga bagi menumbuh kembangkan ekonomi masyarakat,” harapnya.

Begitu pula. kata dia, banyaknya akses jalan yang rusak di berbagai pelosok pedesaan Kepulauan Meranti harus segera diperbaiki, karena akses jalanlah yang harus menjadi prioritas untuk segera dibangun. Terutama akses jalan antara desa dan jalan poros yang menjadi nadi ekonomi dunia usaha.

“Seperti di Kecamatan Rangsang. Akses jalan yang menghubungkan antar desa dan Kecamatan belum representatif. Dari total ruas jalan sepanjang 349,66 kilometer di Kecamatan Rangsang, 126,89 kilometer mengalami kerusakan. Demikian juga dengan Kecamatan Rangsang Barat, dari total panjang jalan 270 kilometer 68 kilometer diantaranya juga mengalami kerusakan,” ungkapnya.

Meskipun kondisinya masih bisa dimanfaatkan masyarakat, namun kata dia masih sangat susah untuk dilalui. 71,15 kilometer jalan di dua Kecamatan tersebut dalam kondisi rusak berat. Akibatnya, akses ekonomi masyarakat berjalan lambat. Padahal, pulau terluar ini memiliki potensi sumber daya alam yang sangat potensial untuk dikembangkan. (rep6)

Akses Merantionline.com Via Mobile m.merantionline.com