Warga Buta Huruf Perlu Perhatian Serius

Dibaca: 1283 kali  Rabu,30 Oktober 2013 | 12:15:00 WIB

Warga Buta Huruf Perlu Perhatian Serius
Ket Foto :

SELATPANJANG - Warga buta huruf dan buta aksara Al-Quran yang masih banyak di Kecamatan Tebingtinggi Timur perlu mendapatkan perhatian Dinas Pendidikan dan Kemenag Kepulauan Meranti. Pemcam setempat bersama UPTD Pendidikan dan Pemerintah Desa siap bekerjasama mengentaskannya.

Seperti diungkapkan Camat Tebingtinggi Timur, Helfandi SE MSi, Selasa (29/10), usai meninjau pembinaan di Desa Tanjung Gadai yang ditetapkan sebagai kawasan binaan Peningkatan Peranan Wanita menuju Keluarga Sehat Sejahtera (P2WKSS) Kabupaten Kepulauan Meranti Tahun Anggaran 2013.

“Di Desa Tanjung Gadai terdapat 24 orang warga buta huruf yang pada umumnya adalah kaum perempuan. Mereka belajar membaca dan menulis di Kantor Desa Tanjung Gadai dengan dua orang guru sukarela. Ini sudah berjalan hampir 3 bulan setelah ada penetapan kawasan P2WKSS dari Tim Terpadu Kabupaten,” ungkap Helfandi.

Camat mengaku bangga, karena walaupun umur ibu-ibu yang mau belajar menulis dan membaca itu sudah berkisar 40 sampai 55 tahun, namun mereka masih tetap punya keinginan dan semangat untuk belajar. “Namun disisi lain saya prihatin jika nantinya program ini tidak berkesinambungan,” kata Camat.

Menurutnya, di Kecamatan Tebingtinggi Timur masih banyak warga yang buta huruf latin dan aksara Al-Quran. Oleh karena itu, pihaknya akan mencoba berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kemenag Kepulauan Meranti untuk mencari solusi agar mereka bisa belajar dengan maksimal. Sehingga dapat disediakan guru yang digaji oleh Pemkab juga tempat belajar yang representatif.

“Tidak hanya di Desa Tanjung Gadai, di beberapa desa lain termasuk di Desa Kepaubaru yang pada umumnya masyarakat Komunitas Adat Terpencil (KAT), juga masih banyak yang buta huruf. Kita akan persiapkan datanya dan secepatnya dilaporkan ke Kabupaten,” ucapnya. (rep6)

Akses Merantionline.com Via Mobile m.merantionline.com