Kemendagri Bantah Penonaktifan Gubri Sengaja Diperlambat

Dibaca: 1053 kali  Rabu,30 Oktober 2013 | 12:35:00 WIB

Kemendagri Bantah Penonaktifan Gubri Sengaja Diperlambat
Ket Foto :

JAKARTA- Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) membantah kalau penonaktifan M Rusli Zainal dari jabatanya sebagai gubernur Riau sengaja diperlambat. Dengan alasan, bahwa proses harus sesuai aturan dan hukum yang berlaku. M Rusli Zainal sendiri sudah menjadi Terdakwa dugaan tindak pidana korupsi atas kasus suap PON dan izin kehutanan di Riau yang sidang perdananya akan digelar 6 November mendatang.

Hal ini disampaikan Staf Ahli Mendagri Bidang Polhukam (Politik, hukum dan keamanan) Kementerian Dalam Negeri, Reydonnyzar Moenek kepada riauterkini.com, Selasa (29/10/13) di Jakarta saat ditanya mengapa ada kesan Kemendagri melambatkan proses penonaktifkan M Rusli Zainal sebagai gubernur Riau.

"Kemendagri tak pernah memperlembat proses penonaktifan Gubernur Riau Rusli Zainal yang saat ini sudah berstatus Terdakwa," tegas Reydonnyzar Moenek atau yang biasa disapa Donny ini.

Terkait Kemendagri belum menerima registrasi perkara. Dijelaskan Donny, secara teknisnya pihak JPU yang memberikan registrasi perkara M Rusli Zainal ke KPK kemudian menyerahkan registrasi perkara tersebut ke Kemendagri untuk selanjutnya di proses. Selain itu juga, kata Donny pihak Pemprov Riau juga harus mengirimkan registrasi perkara terdakwa tersebut ke Kemendagri.

"Jadi tidak harus Kemendagri lah yang meminta registrasi perkara RZ ke Pengadilan Negeri Tipikor Pekanbaru, Riau, kan sudah ada JPU KPK dan Pemprov Riau," ungkapnya dilansir riauterkini.com.

Mantan Jubir Kemendagri ini juga menyebutkan, proses penonaktifan seorang kepala daerah harus sesuai dengan aturan perundang-undangan yang berlaku. Di antaranya, UU Nomor 32 Tahun 1999 Tentang Pemerintahan Daerah.

"Dimana disebutkan dalam salah satu pasalnya, apabila kepala daerah ditetapkan sebagai Terdakwa yang dibuktikan dengan registrasi perkara dari pengadilan. Maka hal itu akan disampaikan ke presiden oleh Kemendagri untuk penonaktifkan," terang Donny.(rep2)

Akses Merantionline.com Via Mobile m.merantionline.com