Bupati : Pembangunan Sektor Keagamaan Penting

Dibaca: 1786 kali  Jumat,22 November 2013 | 10:46:00 WIB

Bupati : Pembangunan Sektor Keagamaan Penting
Ket Foto : Bupati Kepulauan Meranti, Drs Irwan MSi berserta Isteri mengunjungi stand bazar Dinas Pertambangan dan Energi di lokasi MTQ Kabupaten Ke-V di Telukbel

SELATPANJANG - Pemkab Kepulauan Meranti menganggap pembangunan sektor keagamaan sama pentingnya dengan pembangunan bidang lainnya seperti pendidikan, pertanian, ekonomi maupun infrastruktur. Setiap tahun Pemkab terus berupaya meningkatkan dukungan untuk segala bentuk pembinaan kegiatan keagamaan.

Demikian diungkapkan Bupati Kepulauan Meranti, Drs Irwan MSi, dalam sambutannya saat membuka MTQ tingkat Kabupaten Kepulauan Meranti Ke-5 di Telukbelitung, Kecamatan Merbau, Rabu (20/11) malam. Dikatakannya, Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil  Qur’an ke-5 tahun 2013 ini diharapkan dapat memberikan manfaat besar bagi kemaslahatan umat, sehingga mampu meningkatkan  kualitas mental sebagai landasan bagi pembangunan Kabupaten Kepulauan Meranti kedepan.

“MTQ ini jangan hanya kita maknai sebagai lomba membaca dan menghafal Al-Qur’an, namun lebih dari itu adalah membudayakan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Juga mendorong kreativitas ekonomi masyarakat. Atas dasar itu, kita bisa lihat bahwa pelaksanaan MTQ ini dibingkai dengan kegiatan pameran produksi dan potensi daerah serta bazar beraneka hasil kreativitas masyarakat baik handcraft maupun kuliner,” ujarnya.

Bupati menegaskan, bahwa pembangunan ekonomi dan agama harus dan bisa dilakukan secara seiring dan selaras, agar kemajuan pembangunan daerah kita ini diridhai Allah SWT. Membudayakan dan membumikan Al Qur’an dalam kehidupan masyarakat, menurutnya merupakan implementasi misi pembangunan meningkatkan pembinaan mental spiritual dalam rangka mewujudkan masyarakat berakhlaqul karimah di Kepulauan Meranti.

“Ini merupakan misi utama bagi kita dalam mewujudkan visi menjadikan Kabupaten Kepulauan Meranti sebagai Bandar Niaga yang Maju dan Unggul dalam tatanan Masyarakat Madani,” ungkapnya.

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti, kata Irwan, memberikan perhatian khusus dalam pengembangan Al-Qur’an. Bekerjasama dengan LPTQ, Pemkab mengirimkan anak-anak yang berpotensi dalam bidang Al-Qur’an untuk belajar di Qur’an Centre di Batam. Seluruh pembiayaan mereka selama belajar ditanggung Pemkab.

“Hasilnya, Alhamdulillah, anak-anak kita yang kita kirim belajar di sana berhasil meraih prestasi di MTQ tingkat Provinsi bahkan di MTQ Nasional,” kata Irwan.

Langkah ini, jelasnya, didasari keinginan agar qari dan qari’ah atau peserta yang tampil dan berprestasi itu adalah putra daerah. Untuk itulah dalam setiap MTQ, Pemkab melalui LPTQ mengirimkan peserta yang merupakan anak-anak daerah, bukan membayar anak-anak dari daerah lain untuk mewakili daerah ini.

“Ini berkali-kali saya tegaskan ke pengurus LPTQ, bahwa kita ingin yang menguasai dan berprestasi itu anak-anak daerah kita meski pun kita membutuhkan waktu untuk melakukan pembinaan. Ini jauh lebih baik daripada kita menyewa orang dari daerah lain untuk mewakili kita dalam ajang MTQ, sementara anak-anak kita tidak mendapatkan pembinaan yang optimal dalam bidang Al-Qur’an,” kata Irwan.

Selain itu, terangnya, Pemkab juga terus mendorong LPTQ meningkatkan kapasitas pelatih dan dewan hakim MTQ. Hal ini agar penilaian yang diberikan bisa semakin baik bahkan diharapkan memenuhi standar nasional. Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti menganggap pembangunan sektor keagamaan sama pentingnya dengan pembangunan bidang lainnya seperti pendidikan, pertanian, ekonomi maupun infrastruktur.

“Sementara itu insentif guru agama, Alhamdulillah, berhasil kita tambah jumlah penerimanya setiap tahun. Bila tahun 2012 kita berikan insentif untuk sekitar 2.800 guru agama, tahun 2013 itu bertambah jadi 3.000-an guru agama. Bagi lembaga pendidikan yang guru agamanya belum mendapatkan insentif, bisa mengusulkan untuk mendapatkan insentif pada tahun depan melalui Bagian Kesra,” ucapnya.

Langkah ini dilakukan, lanjutnya, untuk semakin meningkatkan kinerja pendidik bidang keagamaan sehingga memberikan output berupa kualitas pemahaman dan pengamalan agama yang optimal pada anak-anak didik. Mulai tahun ini Pemkab juga memperhatikan kalangan imam masjid. Sebanyak 54 imam masjid tingkat kecamatan diberikan insentif bulanan. Bila anggaran mencukupi program ini bisa ditingkatkan lagi di tahun anggaran berikutnya.

“Saya juga ingin mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang membantu upaya kita terus meningkatkan pembangunan sektor keagamaan. Terutama kepada Kementerian Agama yang merupakan instansi vertikal yang membuka kantornya setelah Kepulauan Meranti dimekarkan. Kita harapkan ke depan pengurusan jemaah haji di Kepulauan Meranti tidak lagi ke Bengkalis, tetapi cukup di Kementerian Agama Kepulauan Meranti,” ucap Bupati. (rep6)

Akses Merantionline.com Via Mobile m.merantionline.com