Ini Pengakuan Masyarakat Pulau Padang yang Merasa Manfaat Keberadaan RAPP

Dibaca: 4083 kali  Minggu,01 Desember 2013 | 01:12:00 WIB

Ini Pengakuan Masyarakat Pulau Padang yang Merasa Manfaat Keberadaan RAPP
Ket Foto :

Pro kontra keberadaan PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) di Pulau Padang Kabupaten Kepulauan Meranti sempat memicu konflik sosial beberapa waktu lalu. Tapi tidak sedikit masyarakat Pulau Padang yang merasa terbantu dengan keberadaan PT RAPP ini.

Seperti pengakuan beberapa warga ketika ditemui di lokasi pembibitan (Nursery), Sabtu (30/11/2013), di Dusun Sei Hiu Kecamatan Tasik Putri Puyu Kabupaten Kepulauan Meranti.

Menurut Nurhayati, salah seorang warga suku Asli (Akit) mengaku cukup terbantu dengan keberadaan RAPP. Ibu 2 anak ini sudah bekerja dengan RAPP hampir 7 bulan.

"Saya sangat terbantu, gaji cukup," kata Nurhayati.

Istri dari Abu Yunatan (pekerja bangunan) mengaku dibayar Rp52 ribu. Sebelumnya Ia mengaku kerja sebagai pembuat atap daun, namun ini tidak menjanjikan sebab selain harga murah, atap daun juga tidak sering dipesan (dibeli) orang.

"Saya ke sini (nursery, red) hampir 2 km, di sini saya bekerja dengan tenang. Saya juga senang ada perusahaan ini, yang jelas bisa bekerja. Selama ini bikin atap, dengan adanya perusahaan kita bisa terbantulah," tambah Nurhayati.

Selain itu, juga diakui Dodi, warga Sei Hiu. Dodi mengaku kerja dengan RAPP sudah sejak lama. Ia juga mengaku terbantu dengan diterimanya sebagai pekerja.

"Kita tidak usah munafiklah bang, kita terbantu dengan semua ini, yang jelas bisa mencari makan untuk keluarga," kata Dodi.

Sebelumnya Auzar (37) warga dusun 3 Sei Hiu Desa Tanjung Padang, ini juga merasakan manfaatnya. Auzar yang merupakan salah satu kontraktor (labor supply, planning, water manajemen (wm), tukang ukur kayu (tuk) dan cs) di Pulau Padang ini juga merasa sangat terbantu. Malah Auzar mengungkapkan 80 persen warga Dusunnya merasakan manfaat RAPP dengan diterima sebagai pekerja di RAPP.

"Kita kerja, ekonomi terbantu. Warga kita 80 persen kerja dengan RAPP. Kita merasa terbantu dengan RAPP," kata Auzar.

Ketika disinggung terkait upah yang mereka terima, Auzar mengaku mereka menerima upah sesuai Upah Minimum Kabupaten (UMK) tahun 2013. Namun mereka juga mengaku tidak diam begitu saja. Sebab selalu mengecek tentang kenaikan upah untuk tahun 2014, jika memang sudah naik Auzar mengaku tidak segan melayangkan surat ke perusahaan.

"Kita kan sering nonton tv bang, kalau ada kenaikan upah kita akan surati perusahaan untuk menyampaikan kenaikan itu. Kalau sekarang kita masih terima UMK tahun 2013," katanya lagi.

Sementara itu menurut Marzum Hamid selaku Manager RAPP estate Pulau Padang mengatakan setidaknya ada 10 kontraktor tempatan di seluruh Pulau Padang. Sementara untuk pekerja nursery di Tanjung Padang ada 32 pekerja tempatan lokasi ini menghasilkan 500 ribu bibit perbulan. Di Sei Kuat menghasilkan 1 juta bibit perbulan.

"Mungkin kita akan bikin lagi (nursery) di Tanjung Gambar untuk lebih efektif kita harus punya 3 nursery. Ini (Tanjang Padang) di luar konsesi kemarin kita sewa lahan ini melalui Kades Putri Puyu. Kalau upah di sini berdasarkan UMK Meranti Rp1,510 juta, besok kita sesuaikan kalau memang UMK 2014 naik," kata Marzum dilansir goriau.com.(rep2)

Akses Merantionline.com Via Mobile m.merantionline.com